Ada kalanya sebuah mimpi terlihat begitu jauh. Kita hanya
mampu memandangnya dari kejauhan, membayangkannya dalam angan, lalu
menyimpannya rapat-rapat di dalam hati. Allah Subhanahu Wata'alla
memiliki cara yang begitu indah untuk mewujudkan harapan hamba-Nya. Bukan
menurut waktu yang kita inginkan, melainkan pada saat yang paling tepat menurut
kehendak-Nya.
Sejak lama saya sering melihat keindahan bawah laut melalui
media sosial. Berbagai video dan foto memperlihatkan hamparan terumbu karang
yang berwarna-warni, ikan-ikan kecil yang berenang bebas, serta air laut yang
begitu jernih hingga dasar laut tampak jelas. Setiap kali melihatnya, saya
hanya mampu berkata dalam hati, "Betapa indah ciptaan Allah." Saya
tidak pernah membayangkan bahwa suatu hari saya akan menyaksikan semua itu
secara langsung dengan mata kepala sendiri.
Dengan perlengkapan snorkeling yang sudah dikenakan, saya
berdiri di atas perahu. Deburan ombak terdengar lembut, sementara angin laut
berembus menyentuh wajah. Di hadapan saya terbentang lautan biru yang seolah
tidak berujung. Di balik keindahan itu tersimpan sedikit rasa takut. Pikiran
mulai bertanya-tanya, "Apakah saya berani? Bagaimana jika saya panik?
Bagaimana jika tidak bisa menikmati keindahan itu?"
Saya memilih menenangkan hati. Saya mengucapkan basmalah,
memohon perlindungan Allah Subhanahu Wata'alla, lalu menguatkan keyakinan bahwa
setiap langkah yang disertai doa akan mendapatkan penjagaan-Nya.
Dengan satu tarikan napas, saya menceburkan diri ke laut
bebas. Sesaat tubuh saya menyentuh air, rasa gugup perlahan berubah menjadi
rasa kagum. Air laut yang jernih membuat pandangan begitu luas. Ketika wajah
menghadap ke bawah, saya seakan memasuki dunia lain yang belum pernah saya
kenal sebelumnya.
Masya Allah... Di dasar laut terbentang pemandangan yang
sulit dilukiskan dengan kata-kata. Kedalamannya lebih dari tiga meter, tetapi
air yang begitu bening membuat dasar laut tetap terlihat jelas. Hamparan
terumbu karang menghiasi dasar laut bagaikan taman yang disusun langsung oleh
Sang Maha Pencipta.
Tidak ada seorang pun manusia yang mampu menciptakan
keindahan seperti itu. Karang-karang tumbuh dengan bentuk yang unik. Ada yang
menyerupai bunga, ada yang bercabang seperti pepohonan, dan ada pula yang
membentuk gugusan menyerupai istana kecil di dasar laut. Semuanya berpadu dalam
warna-warna yang begitu memesona.
Di sela-sela karang itu, ratusan ikan berenang dengan bebas.
Ada ikan berukuran kecil yang bergerak lincah berkelompok. Ada pula ikan yang
lebih besar berenang tenang tanpa rasa takut. Warna tubuh mereka sungguh luar
biasa. Ada yang berwarna kuning cerah, biru, hitam bergaris putih, jingga,
hingga perpaduan warna yang begitu indah. Mereka berenang seolah sedang menari
mengikuti irama ombak yang tidak pernah berhenti.
Selama ini saya hanya melihat gambar di layar telepon
genggam. Ketika menyaksikan langsung, keindahannya berkali-kali lipat lebih
menakjubkan. Tidak ada kamera yang mampu menangkap seluruh keagungan
ciptaan-Nya. Tidak ada kata-kata yang benar-benar mampu menggambarkan rasa
takjub yang memenuhi hati.
Saya hanya mampu mengucapkan, "Subhanallah." Sering
kali kita membatasi diri oleh rasa takut sebelum mencoba. Kita lebih sibuk
memikirkan kemungkinan gagal daripada kesempatan untuk menikmati pengalaman
baru. Di balik keberanian melangkah, Allah telah menyiapkan pelajaran yang luar
biasa.
Seandainya hari itu saya memilih tetap berada di atas perahu
karena takut, tentu saya tidak akan pernah melihat keajaiban bawah laut secara
langsung. Saya hanya akan menjadi penonton yang terus membayangkan keindahan
tanpa pernah merasakannya.
Banyak mimpi yang gagal bukan karena mustahil dicapai,
melainkan karena kita menyerah sebelum mencoba. Rasa takut sering kali lebih
besar daripada kenyataan yang akan kita hadapi. Pengalaman snorkeling itu
menjadi pengingat bahwa keberanian bukan berarti tidak memiliki rasa takut.
Keberanian adalah tetap melangkah meskipun hati masih diliputi keraguan, sambil
terus menggantungkan harapan kepada Allah.
Laut yang luas bukan sekadar hamparan air. Di dalamnya
tersimpan kehidupan yang begitu menakjubkan. Setiap ikan memiliki rezekinya
sendiri. Setiap terumbu karang menjalankan perannya menjaga keseimbangan
ekosistem. Semua bergerak sesuai ketetapan Allah tanpa pernah saling berebut
kedudukan.
Bukankah manusia pun seharusnya demikian? Kita tidak perlu
iri terhadap perjalanan orang lain. Allah telah menentukan rezeki, kesempatan,
dan waktu terbaik bagi setiap hamba-Nya. Tugas kita hanyalah terus berusaha,
berdoa, dan percaya bahwa pertolongan-Nya akan datang pada saat yang paling
tepat.
Ketika saya kembali naik ke perahu, hati terasa penuh dengan
rasa syukur. Allah telah mengizinkan saya menyaksikan salah satu tanda
kebesaran-Nya secara langsung. Pengalaman, perjalanan iman yang menguatkan
keyakinan bahwa seluruh alam semesta adalah bukti nyata kekuasaan Sang
Pencipta.
Kini saya semakin percaya bahwa mimpi tidak boleh berhenti
hanya menjadi angan. Selama masih disertai ikhtiar, doa, kesabaran, dan
keyakinan kepada Allah, tidak ada yang mustahil. Jalan menuju impian memang
tidak selalu mudah. Kadang harus melewati rasa takut, keraguan, bahkan
tantangan yang membuat kita ingin menyerah. Ketika keberanian bertemu dengan
tawakal, Allah akan membuka pintu-pintu yang sebelumnya tidak pernah kita
bayangkan.
Pengalaman tersebut semakin menguatkan keyakinan saya bahwa
tidak ada doa yang sia-sia, tidak ada harapan yang terlalu tinggi bagi Allah,
dan tidak ada mimpi yang terlalu jauh jika kita terus melangkah dengan ikhtiar,
doa, serta tawakal kepada-Nya. Setiap ciptaan sebagai tanda kebesaran Allah,
lalu menjadikannya sumber syukur, motivasi, dan semangat untuk terus menjadi
pribadi yang lebih baik. Aamiin
Cepu, 3 Juli 2026








