Minggu, 15 Februari 2026

Kunci Motor

 


Karya: Gutamining Saida

Jam terakhir pada hari Sabtu saya mengajar di kelas 8H terasa berbeda. Seperti biasa, setelah saya menutup pembelajaran dan kami berdoa bersama, suasana kelas langsung berubah. Anak-anak yang sejak tadi duduk rapi mulai bersiap menyambut bel pulang. Ada yang sigap mengangkat kursi ke atas meja, ada yang menyapu lantai, ada pula yang menata kembali buku-buku di rak kelas.

Saya berdiri di depan, mengamati mereka satu per satu. Dalam hati saya bersyukur, kebiasaan menjaga kebersihan kelas mulai tumbuh menjadi budaya. Bukankah kebersihan sebagian dari iman? Hal sederhana seperti menyapu dan menata meja ternyata bisa menjadi ladang pahala jika diniatkan karena Allah Subhanahu Wata'alla.

Di antara keramaian kecil itu, mata saya tertuju pada seorang siswi yang duduk di barisan depan. Wajahnya manis, tubuhnya kecil mungil. Anak itu biasa dipanggil Pipit. Raut wajahnya tidak seperti biasanya. Ia tampak gelisah. Celingak-celinguk ke kanan dan kiri. Tangannya membuka tas, lalu menutupnya lagi. Berdiri, duduk kembali. Wajahnya murung.

Saya mendekati salah satu sahabat dekatnya. “Ada apa dengan Pipit?” tanya saya pelan.

Teman dekatnya menjawab singkat, seolah sudah hafal dengan situasi seperti ini. “Itu, Bu… kebiasaan Pipit.”

“Kebiasaan bagaimana?” tanya saya penasaran.

“Lupa naruh kunci motor, Bu,” jawab Early cepat sambil melangkah keluar kelas.

Saya tersenyum kecil. Anak seusia mereka memang sering ceroboh. Di balik kecerobohan, selalu ada pelajaran. “Tolong dibantu cari ya,” pinta saya.

Salma langsung sigap membongkar tas Pipit. Buku-buku pelajaran dikeluarkan, tempat pensil dibuka, lembaran-lembaran kertas diperiksa. Saya ikut mengamati dari dekat. Pipit mendekati tasnya dengan wajah makin murung. Sepertinya ia sudah membayangkan akan dimarahi orang tua karena ceroboh.

Dalam hati saya berdoa, “Ya Allah, mudahkan urusan anak ini.”

Beberapa detik suasana menjadi hening. Anak-anak lain mulai ikut memperhatikan. Ada yang menahan tawa, ada yang ikut membantu mencari di bawah meja dan kursi.

Tiba-tiba terdengar suara Pipit,
“Ooooo…”

Kami semua menoleh. Pipit justru tertawa kecil, wajahnya berubah cerah.

“Ada apa, Pit?” tanya saya heran.

Dengan nada sedikit malu ia berkata, “Saya tadi berangkat diantar ayah, Bu… baru ingat.”

Sejenak kelas hening, lalu pecah oleh tawa ringan. Saya pun ikut tersenyum lebar. Ternyata dari tadi ia sibuk mencari sesuatu yang memang tidak ia bawa.

“Aduuuh, Pipit… Pipit…” celetuk salah satu temannya.

Saya mendekatinya dan berkata lembut, “Nah, itu namanya manusia tempatnya lupa. Tapi jangan lupa belajar dari kejadian ini ya.”

Pipit mengangguk, masih dengan wajah kemerahan menahan malu.  Betapa sering kita, bukan hanya anak-anak, mencari sesuatu dengan gelisah padahal sebenarnya tidak pernah kita miliki sejak awal. Kita panik, kita cemas, bahkan kadang menyalahkan keadaan. Padahal jika kita tenang dan mengingat kembali dengan jernih, masalah itu mungkin sederhana.

Saya kemudian mengajak mereka ngobrol sejenak sebelum mereka pulang.
“Anak-anak, kita boleh  diambil satu pelajaran dari kejadian Pipit hari ini?”

Mereka serempak menjawab, “Boleh, Bu.” “Saat kita merasa panik, jangan langsung cemas berlebihan. Tenanglah dulu. Istighfar. Ingat Allah Subhanahu Wata'alla. Kadang solusi itu muncul setelah hati kita tenang.”

Saya melihat beberapa anak mengangguk. Pipit pun tersenyum kecil.

“Satu lagi,” lanjut saya, “Biasakan berdoa sebelum berangkat dari rumah. Minta pada Allah SubhanahuWata'alla supaya dijaga dari lupa, dari kecerobohan, dan dari hal-hal yang tidak baik.”

Saya teringat doa yang sering diajarkan para ulama, agar Allah Subhanahu Wata'alla.melindungi dari sifat lalai dan lupa. Lupa memang manusiawi, tetapi jika terlalu sering bisa merugikan diri sendiri.

Anak-anak bersiap keluar kelas. Pipit berjalan di samping saya. “Maaf ya, Bu, bikin ribet,” katanya pelan. Saya tersenyum dan menepuk bahunya lembut.

“Tidak apa-apa, Pit.”

“Kita ini sering seperti itu. Mencari-cari sesuatu dengan gelisah, padahal Allah Subhanahu Wata'alla sudah mengatur semuanya dengan baik. Yang penting kita tetap tidak panik berlebihan, dan mau belajar.”

Pipit mengangguk pelan. Saya bersyukur bisa menyaksikan kepolosan anak-anak setiap hari. Dari mereka, saya belajar sabar. Belajar menahan tawa. Belajar menasihati tanpa menyakiti. Mengajar bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi juga menanamkan nilai tentang ketenangan, kejujuran, dan kesadaran bahwa Allah selalu bersama kita dalam setiap kejadian kecil sekalipun.

Cepu, 15 Pebruari 2026

Rabu, 11 Februari 2026

Materi IPS kelas 7 Semester Genap


Karya : Gutamining Saida

SUMBER DAYA ALAM (SDA)

Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang berasal dari alam dan dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Contohnya: air, tanah, tumbuhan, hewan, hasil tambang, angin, sinar matahari, dan sebagainya.

JENIS SUMBER DAYA ALAM 

A. BERDASAR DAPAT DAN TIDAK DAPAT DIPERBAHARUI

1. Sumber Daya Alam yang Dapat Diperbarui (Renewable)

SDA yang bisa diperbaharui kembali dalam waktu relatif cepat.
Contoh:

  • Hutan (pohon dapat tumbuh kembali)
  • Hewan ternak dan ikan
  • Air
  • Tanah
  • Angin
  • Sinar matahari

2. Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbarui (Non-renewable)

SDA yang tidak dapat diganti dalam waktu singkat..
Contoh:

  • Bahan tambang: minyak bumi, batu bara, gas alam
  • Logam: emas, perak, tembaga, nikel
  • Bahan mineral lainnya

B. BERDASARKAN TEMPATNYA

1. SDA Kehutanan

 ·         Meliputi berbagai jenis hutan dan hasilnya.

Contoh: kayu, rotan, getah, bambu, satwa liar.

2. SDA Pertambangan

·         Segala hasil dari perut bumi.

Contoh: emas, perak, minyak bumi, batu bara, bauksit, gas alam.

3. SDA Kemaritiman

·         Sumber daya yang berasal dari laut.

Contoh: ikan, rumput laut, garam, terumbu karang, energi gelombang laut.

C. JENIS SDA BERDASARKAN BENTUKNYA

1. SDA Hayati (Biotik)

Berasal dari makhluk hidup.
Contoh:

  • Tumbuhan: padi, jagung, pohon jati, karet
  • Hewan: ayam, kambing, ikan, sapi

2. SDA Non-Hayati (Abiotik)

Berasal dari benda mati.
Contoh:

  • Air
  • Udara
  • Tanah
  • Batu bara
  • Minyak bumi
  • Gas alam
  • Logam

 

 JAWAB DAN LENGKAPI TABEL DI BAWAH INI!

BIDANG

PENGERTIAN

CONTOH

SUMBER DAPAT  DIPERBAHARUI

 

 

SUMBER TIDAK DAPAT DIPERBAHARUI

 

 

SUMBER DAYA ALAM INDONESIA

 

 

 

BIDANG

PENGERTIAN

CONTOH

KEHUTANAN

 

 

PERTAMBANGAN

 

 

KEMARITIMAN

 

 

 

BIDANG

PENGERTIAN

CONTOH

SUMBER DAYA HAYATI

 

 

SUMBER DAYA NON HAYATI

 

 

 

SELAMAT MENGERJAKAN

EKSTRA KURIKULER OSN IPS

 

Karya : Gutamining Saida

Kamis siang, pukul 13.30–15.00 WIB, saya sudah menyiapkan waktu khusus untuk menemani beberapa siswa bimbingan. Sejak pagi, hati saya terasa lebih bersemangat dari biasanya. Ada kepuasan tersendiri ketika bisa membersamai anak-anak belajar dalam kelompok kecil, lebih fokus, lebih intens, dan lebih leluasa berdialog. Materi yang akan kami bahas hari ini adalah masa praaksara materi yang bagi sebagian siswa terasa jauh dan abstrak, tetapi sesungguhnya sangat menarik jika dikupas dengan cara yang tepat.

Saya sudah membuka kembali silabus. Saya memilih dan memilah materi yang paling esensial yaitu  pengertian masa praaksara, pembabakan zaman berdasarkan geologi dan arkeologi, jenis-jenis manusia purba di Indonesia, serta corak kehidupan masyarakat berburu-meramu hingga bercocok tanam. Saya juga menyiapkan beberapa soal latihan yang menuntut pemahaman, bukan sekadar hafalan. 

Ada tujuh belas siswa yang mendaftar bimbingan. Jumlah yang cukup banyak, tetapi masih memungkinkan untuk diskusi aktif. Saya membayangkan wajah-wajah mereka ada yang pendiam, ada yang kritis, ada yang sering kali baru paham setelah dijelaskan dengan contoh konkret. Karena itu, saya menyiapkan cara menjelaskan yang lebih sederhana, bahkan mencoba mengaitkan masa praaksara dengan kehidupan mereka sekarang.

Ketika waktu menunjukkan pukul 13.30, satu per satu siswa mulai datang. Beberapa terlihat masih lelah setelah kegiatan sekolah, tetapi tetap menyempatkan hadir. Itu saja sudah membuat saya bangga. Kami memulai dengan doa singkat, lalu saya membuka sesi dengan pertanyaan ringan, “Menurut kalian, kenapa disebut masa praaksara?” 

Saya jelaskan perbedaan zaman Arkaikum, Paleozoikum, Mesozoikum, dan Neozoikum secara runtut namun santai. Sesekali saya menyelipkan cerita tentang kehidupan dinosaurus atau perubahan alam agar mereka tidak merasa sedang menghafal istilah sulit. Ketika masuk pada pembahasan manusia purba seperti Pithecanthropus erectus dan Homo sapiens, beberapa siswa terlihat lebih antusias. 

Kami lalu membedah beberapa soal latihan. Saya minta mereka tidak langsung menjawab, tetapi membaca soal dengan cermat dan menggarisbawahi kata kunci. Saya ingin mereka belajar strategi, bukan hanya hasil. Saat ada jawaban yang kurang tepat, saya tidak langsung menyalahkan, melainkan mengajak mereka menelusuri kembali konsepnya. 

Sebelum mengakhiri bimbingan, saya memberikan sedikit refleksi. Saya katakan bahwa belajar sejarah bukan sekadar mengingat masa lalu, tetapi memahami proses panjang perjalanan manusia hingga menjadi seperti sekarang. Masa praaksara mengajarkan kita tentang ketahanan, adaptasi, dan kreativitas manusia.

SOAL OSN IPS

1. Periodisasi Geologis
Zaman di mana tanda-tanda kehidupan mulai muncul dengan adanya binatang kecil tak bertulang punggung, jenis ikan, dan reptil, dikenal dengan istilah...

  • A. Arkaikum
  • B. Paleozoikum
  • C. Mesozoikum
  • D. Neozoikum

2. Corak Kehidupan Arkeologis
Penemuan Kjokkenmoddinger (sampah dapur berupa kulit kerang) dan Abris Sous Roche (gua sebagai tempat tinggal) merupakan ciri khas kehidupan manusia pada masa...

  • A. Paleolitikum
  • B. Mesolitikum
  • C. Neolitikum
  • D. Megalitikum

3. Revolusi Kebudayaan
Transisi dari masa food gathering (berburu dan meramu) ke masa food producing (bercocok tanam) dianggap sebagai revolusi besar dalam sejarah manusia karena...

  • A. Manusia mulai menggunakan logam untuk alat pertanian.
  • B. Adanya perubahan pola hidup dari nomaden menjadi menetap (sedenter).
  • C. Ditemukannya tulisan sebagai alat komunikasi.
  • D. Munculnya sistem kepercayaan animisme secara mendadak.

4. Peninggalan Budaya
Manakah dari artefak berikut yang termasuk dalam peninggalan zaman perundagian (logam) di Indonesia?

  • A. Kapak Persegi dan Kapak Lonjong
  • B. Nekara, Moko, dan Candrasa
  • C. Menhir dan Sarkofagus
  • D. Chopper dan Flakes

Korelasi Kebudayaan dan Sosial
5. Munculnya tradisi Megalitikum (kebudayaan batu besar) seperti Sarkofagus dan Punden Berundak menunjukkan adanya lompatan struktur sosial yang signifikan dibandingkan masa sebelumnya. Hal ini membuktikan bahwa...

  • A. Manusia saat itu sudah mengenal sistem kasta seperti di India.
  • B. Telah tercipta sistem pembagian kerja dan kepemimpinan (Primus Inter Pares) yang mampu menggerakkan massa.
  • C. Ketersediaan alat logam yang sangat melimpah untuk memahat batu besar.
  • D. Hilangnya tradisi berburu karena fokus pada pemujaan roh nenek moyang

6. Perbandingan Teknologi (Komparatif)
Perhatikan tabel berikut!

Masa

Ciri Teknologi

Paleolitikum

Kapak Perimbas (kasar)

Neolitikum

Kapak Persegi (dihaluskan)

Perubahan teknik pengerjaan dari kasar menjadi halus pada masa Neolitikum secara sosiologis  mencerminkan....

  • A. Adanya keinginan untuk estetika murni tanpa memperhatikan fungsi.
  • B. Perubahan pola pikir manusia yang mulai menetap sehingga memiliki waktu luang untuk mengasah alat.
  • C. Punahnya bahan baku batu yang keras sehingga manusia menggunakan batu yang lebih lunak.
  • D. Pengaruh migrasi bangsa Proto Melayu yang membawa teknologi besi ke Nusantara.

 

……………………….SAIDA………………….


LEMBAGA KEUANGAN

 



 1. Pengertian Lembaga Keuangan

Lembaga keuangan adalah badan atau institusi yang bergerak di bidang jasa keuangan, yaitu menghimpun dan menyalurkan dana kepada masyarakat.

Contoh Lembaga Keuangan:

  • Bank
  • Koperasi simpan pinjam
  • Pegadaian
  • Asuransi
  • Pasar modal

📘 BANK

2. Pengertian Bank

Menurut UU Perbankan, bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk lainnya untuk meningkatkan taraf hidup rakyat.

3. Manfaat Bank

No

Manfaat Bank

Penjelasan

1

Tempat menyimpan uang

Uang lebih aman daripada disimpan di rumah

2

Mempermudah transaksi

Bisa transfer, bayar listrik, belanja online

3

Memberi pinjaman (kredit)

Membantu modal usaha

4

Menabung untuk masa depan

Untuk pendidikan, rumah, dll

5

Mendukung pertumbuhan ekonomi

Dana disalurkan untuk usaha dan pembangunan


4. Produk-Produk Perbankan

No

Produk Bank

Penjelasan

1

Tabungan

Simpanan yang bisa diambil kapan saja

2

Giro

Simpanan untuk transaksi bisnis (menggunakan cek/bilyet giro)

3

Deposito

Simpanan berjangka dengan bunga lebih tinggi

4

Kredit

Pinjaman dana yang harus dikembalikan dengan bunga

5

Kartu ATM/Debit

Untuk menarik uang dan transaksi


 5. Jasa-Jasa Bank

No

Jasa Bank

Penjelasan

1

Transfer uang

Mengirim uang antar rekening

2

Pembayaran tagihan

Listrik, air, internet, sekolah

3

Penukaran uang (valas)

Tukar rupiah dengan mata uang asing

4

Safe deposit box

Penyimpanan barang berharga

5

Kliring

Penyelesaian pembayaran antarbank


 

Lembaga Keuangan Bukan Bank

Pengertian

Lembaga keuangan bukan bank (LKBB) adalah lembaga yang bergerak di bidang jasa keuangan tetapi tidak menghimpun dana masyarakat dalam bentuk giro seperti bank.

Lembaga ini tetap membantu masyarakat dalam hal keuangan, namun kegiatannya tidak sama seperti bank.


 Fungsi Lembaga Keuangan Bukan Bank

  • Memberikan pembiayaan
  • Memberikan perlindungan risiko
  • Membantu kegiatan usaha masyarakat
  • Meningkatkan kesejahteraan anggota

 Contoh Lembaga Keuangan Bukan Bank

No

Jenis

Penjelasan Sederhana

Contoh

1

Asuransi

Memberikan perlindungan terhadap risiko (sakit, kecelakaan, kebakaran) dengan membayar premi

Asuransi Jiwa, Asuransi Kesehatan, Asuransi Kendaraan

2

Koperasi Simpan Pinjam

Menghimpun dan menyalurkan dana untuk anggota

Koperasi sekolah, Koperasi desa

3

Pegadaian

Memberikan pinjaman dengan jaminan barang

PT Pegadaian

4

Leasing (Sewa Guna Usaha)

Memberikan pembiayaan pembelian kendaraan/barang secara cicilan

Perusahaan pembiayaan motor/mobil

5

Pasar Modal

Tempat jual beli saham dan obligasi

Bursa Efek Indonesia


 Perbedaan Singkat dengan Bank

Bank

Lembaga Keuangan Bukan Bank

Menghimpun dana dalam bentuk tabungan, giro, deposito

Tidak menghimpun dana seperti bank

Menyalurkan kredit

Fokus pada pembiayaan, perlindungan, atau jasa tertentu


Bottom of Form

 

 


Pemerataan Pembangunan di Indonesia

 


 Pengertian

Pemerataan pembangunan adalah usaha pemerintah untuk membangun seluruh wilayah Indonesia secara adil dan seimbang agar kesejahteraan masyarakat tidak hanya dirasakan di kota besar saja, tetapi juga sampai ke daerah terpencil

1Faktor Penyebab Pembangunan Belum Merata

No

Faktor Penyebab

Penjelasan Sederhana

1

Kondisi geografis

Indonesia terdiri dari ribuan pulau, pegunungan, dan daerah terpencil sehingga sulit dijangkau.

2

Perbedaan sumber daya alam

Ada daerah yang kaya SDA, ada yang minim.

3

Kualitas sumber daya manusia (SDM)

Pendidikan dan keterampilan masyarakat belum sama.

4

Infrastruktur terbatas

Jalan, listrik, internet belum merata.

5

Pemusatan pembangunan

Pembangunan lebih banyak terpusat di Pulau Jawa.


2️Faktor yang Mempengaruhi Pemerataan Pembangunan

No

Faktor

Pengaruh terhadap Pembangunan

1

Sumber daya alam

Daerah kaya SDA lebih cepat berkembang.

2

Sumber daya manusia

SDM berkualitas mendorong kemajuan ekonomi.

3

Teknologi

Teknologi mempercepat komunikasi dan produksi.

4

Transportasi

Akses transportasi mempermudah distribusi barang dan jasa.

5

Kebijakan pemerintah

Peraturan dan program menentukan arah pembangunan.

3️Upaya Pemerintah dalam Pemerataan Pembangunan

No

Upaya Pemerintah

Contoh Nyata

1

Membangun infrastruktur

Jalan tol Trans Jawa, Trans Sumatra, pembangunan pelabuhan dan bandara

2

Dana Desa

Bantuan dana untuk pembangunan desa

3

Otonomi daerah

Daerah diberi hak mengatur wilayahnya sendiri

4

Pembangunan kawasan timur Indonesia

Fokus pembangunan di Papua, Maluku, NTT

5

Program pendidikan dan kesehatan

KIP, KIS, pembangunan sekolah dan puskesmas

 Pilihlah jawaban yang paling tepat!

1. Pemerataan pembangunan bertujuan untuk ....
A. Memusatkan pembangunan di kota besar
B. Meningkatkan pembangunan di luar negeri
C. Mewujudkan kesejahteraan yang adil di seluruh wilayah Indonesia
D. Mengurangi jumlah penduduk


2. Salah satu penyebab pembangunan belum merata adalah ....
A. Indonesia memiliki satu pulau besar
B. Kondisi geografis yang beragam
C. Semua daerah memiliki SDA melimpah
D. Teknologi sudah merata


3. Pembangunan lebih banyak terpusat di Pulau Jawa karena ....
A. Pulau Jawa tidak memiliki penduduk
B. Letaknya jauh dari pusat pemerintahan
C. Menjadi pusat pemerintahan dan ekonomi
D. Tidak memiliki infrastruktur


4. Perbedaan sumber daya alam dapat menyebabkan ....
A. Semua daerah berkembang sama
B. Ketimpangan pembangunan antarwilayah
C. Hilangnya penduduk
D. Berkurangnya pendidikan


5. Kualitas sumber daya manusia berpengaruh terhadap ....
A. Cuaca
B. Kemajuan pembangunan
C. Bentuk wilayah
D. Letak geografis


6. Contoh upaya pemerintah dalam pemerataan pembangunan adalah ....
A. Mengurangi dana desa
B. Membangun jalan tol dan pelabuhan
C. Menutup sekolah di desa
D. Menghapus otonomi daerah


7. Dana Desa bertujuan untuk ....
A. Membantu pembangunan di tingkat desa
B. Membangun gedung di luar negeri
C. Membayar pajak masyarakat
D. Mengurangi jumlah desa


8. Otonomi daerah berarti ....
A. Pemerintah pusat mengatur semua daerah
B. Daerah memiliki hak mengatur wilayahnya sendiri
C. Daerah tidak boleh membuat aturan
D. Semua keputusan dari luar negeri


9. Salah satu faktor yang mempengaruhi pemerataan pembangunan adalah ....
A. Warna bendera
B. Jumlah gunung
C. Infrastruktur
D. Bahasa daerah


10. Daerah yang sulit dijangkau biasanya mengalami ....
A. Pembangunan lebih cepat
B. Pembangunan terhambat
C. Banyak investor asing
D. Penduduk sangat padat


11. Program KIP bertujuan untuk ....
A. Membantu biaya pendidikan siswa
B. Membangun jembatan
C. Membeli kendaraan
D. Membayar pajak


12. Pembangunan pelabuhan dan bandara termasuk pembangunan di bidang ....
A. Pertanian
B. Transportasi
C. Kesehatan
D. Pendidikan


13. Salah satu dampak pembangunan yang tidak merata adalah ....
A. Semua daerah sejahtera
B. Tidak ada kemiskinan
C. Kesenjangan sosial antarwilayah
D. Pendapatan merata


14. Teknologi dapat membantu pemerataan pembangunan karena ....
A. Mempercepat komunikasi dan informasi
B. Menghambat transportasi
C. Mengurangi pendidikan
D. Menutup akses daerah


15. Pembangunan kawasan timur Indonesia bertujuan untuk ....
A. Mengurangi jumlah penduduk
B. Menyeimbangkan pembangunan nasional
C. Memusatkan pembangunan di Jawa
D. Mengurangi infrastruktur


16. Salah satu faktor geografis yang menghambat pembangunan adalah ....
A. Banyaknya sungai kecil
B. Wilayah kepulauan dan pegunungan
C. Tanah datar semua
D. Letak strategis


17. Infrastruktur yang baik akan ....
A. Menghambat distribusi barang
B. Mempermudah kegiatan ekonomi
C. Mengurangi pendapatan
D. Menambah kemiskinan


18. Tujuan akhir pemerataan pembangunan adalah ....
A. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
B. Keuntungan pribadi
C. Kekuasaan pemerintah
D. Mengurangi penduduk desa


19. Ketimpangan pembangunan dapat menyebabkan ....
A. Kerukunan meningkat
B. Kesenjangan ekonomi
C. Semua daerah maju
D. Pendapatan sama


20. Upaya yang dapat dilakukan masyarakat untuk mendukung pemerataan pembangunan adalah ....
A. Tidak mau sekolah
B. Meningkatkan kualitas diri dan pendidikan
C. Menolak pembangunan
D. Tidak menjaga fasilitas umum

Proses Pelaksanaan Kemerdekaan Indonesia (1945)

 


A. Tahap Persiapan Kemerdekaan

No

Peristiwa

Tanggal

Tokoh Penting

Tujuan

Hasil / Makna Penting

1

Pembentukan BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia)

1 Maret 1945 (diumumkan), 29 April 1945 (diresmikan)

Dr. Radjiman Wedyodiningrat (ketua), Ir. Soekarno, Moh. Hatta, dll

Menyelidiki dan merumuskan persiapan kemerdekaan

Merumuskan dasar negara (lahirnya Pancasila, Piagam Jakarta)

2

Pembentukan PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia)

7 Agustus 1945

Ir. Soekarno (ketua), Moh. Hatta

Mempersiapkan pelaksanaan kemerdekaan

Menetapkan UUD 1945, memilih Presiden dan Wakil Presiden

3

Peristiwa Rengasdengklok

16 Agustus 1945

Soekarno, Hatta, golongan muda (Sukarni, Wikana, Chaerul Saleh)

Mendesak agar proklamasi segera dilakukan tanpa campur tangan Jepang

Soekarno-Hatta setuju memproklamasikan kemerdekaan

4

Perumusan Teks Proklamasi

16 Agustus 1945 (malam hari)

Soekarno, Hatta, Ahmad Soebardjo

Menyusun teks proklamasi kemerdekaan

Teks diketik oleh Sayuti Melik di rumah Laksamana Maeda


B. Pelaksanaan Proklamasi

No

Peristiwa

Tanggal & Tempat

Tokoh

Makna Penting

1

Pembacaan Teks Proklamasi

17 Agustus 1945
Jl. Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta

Ir. Soekarno (membacakan), Moh. Hatta

Indonesia resmi menyatakan kemerdekaan

2

Pengibaran Bendera Merah Putih

17 Agustus 1945

Latief Hendraningrat, Suhud

Simbol lahirnya negara Indonesia

3

Sambutan dan Penyebaran Berita

17 Agustus 1945

Para pemuda dan wartawan

Berita kemerdekaan menyebar ke seluruh Indonesia


Penjelasan 

  1. Jepang membentuk BPUPKI → merumuskan dasar negara.
  2. Jepang membentuk PPKI → mempersiapkan pelaksanaan kemerdekaan.
  3. Terjadi Peristiwa Rengasdengklok → golongan muda mendesak proklamasi segera.
  4. Teks Proklamasi dirumuskan → di rumah Laksamana Maeda.
  5. 17 Agustus 1945 → Proklamasi dibacakan → Indonesia resmi merdeka.

 

 

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat

1. BPUPKI

  • Dibentuk: __________

  • Ketua: __________

  • Hasil penting: __________

2️⃣ PPKI

  • Dibentuk: __________

  • Ketua: __________

  • Tugas: __________

3️⃣ Peristiwa Rengasdengklok

  • Tanggal: __________

  • Tujuan: __________

  • Tokoh: __________

4️⃣ Perumusan Teks Proklamasi

  • Tempat: __________

  • Tokoh: __________

  • Diketik oleh: __________

5️⃣ Pelaksanaan Proklamasi

  • Tanggal & Tempat: __________

  • Pembaca teks: __________

  • Makna: __________