Karya : Gutamining Saida
Kamis siang, pukul 13.30–15.00 WIB, saya sudah menyiapkan waktu khusus untuk menemani beberapa siswa bimbingan. Sejak pagi, hati saya terasa lebih bersemangat dari biasanya. Ada kepuasan tersendiri ketika bisa membersamai anak-anak belajar dalam kelompok kecil, lebih fokus, lebih intens, dan lebih leluasa berdialog. Materi yang akan kami bahas hari ini adalah masa praaksara materi yang bagi sebagian siswa terasa jauh dan abstrak, tetapi sesungguhnya sangat menarik jika dikupas dengan cara yang tepat.
Saya sudah membuka kembali silabus. Saya memilih dan memilah materi yang paling esensial yaitu pengertian masa praaksara, pembabakan zaman berdasarkan geologi dan arkeologi, jenis-jenis manusia purba di Indonesia, serta corak kehidupan masyarakat berburu-meramu hingga bercocok tanam. Saya juga menyiapkan beberapa soal latihan yang menuntut pemahaman, bukan sekadar hafalan.
Ada tujuh belas siswa yang mendaftar bimbingan. Jumlah yang cukup banyak, tetapi masih memungkinkan untuk diskusi aktif. Saya membayangkan wajah-wajah mereka ada yang pendiam, ada yang kritis, ada yang sering kali baru paham setelah dijelaskan dengan contoh konkret. Karena itu, saya menyiapkan cara menjelaskan yang lebih sederhana, bahkan mencoba mengaitkan masa praaksara dengan kehidupan mereka sekarang.
Ketika waktu menunjukkan pukul 13.30, satu per satu siswa mulai datang. Beberapa terlihat masih lelah setelah kegiatan sekolah, tetapi tetap menyempatkan hadir. Itu saja sudah membuat saya bangga. Kami memulai dengan doa singkat, lalu saya membuka sesi dengan pertanyaan ringan, “Menurut kalian, kenapa disebut masa praaksara?”
Saya jelaskan perbedaan zaman Arkaikum, Paleozoikum, Mesozoikum, dan Neozoikum secara runtut namun santai. Sesekali saya menyelipkan cerita tentang kehidupan dinosaurus atau perubahan alam agar mereka tidak merasa sedang menghafal istilah sulit. Ketika masuk pada pembahasan manusia purba seperti Pithecanthropus erectus dan Homo sapiens, beberapa siswa terlihat lebih antusias.
Kami lalu membedah beberapa soal latihan. Saya minta mereka tidak langsung menjawab, tetapi membaca soal dengan cermat dan menggarisbawahi kata kunci. Saya ingin mereka belajar strategi, bukan hanya hasil. Saat ada jawaban yang kurang tepat, saya tidak langsung menyalahkan, melainkan mengajak mereka menelusuri kembali konsepnya.
Sebelum mengakhiri bimbingan, saya memberikan sedikit refleksi. Saya katakan bahwa belajar sejarah bukan sekadar mengingat masa lalu, tetapi memahami proses panjang perjalanan manusia hingga menjadi seperti sekarang. Masa praaksara mengajarkan kita tentang ketahanan, adaptasi, dan kreativitas manusia.
SOAL OSN IPS
1. Periodisasi Geologis
Zaman di mana tanda-tanda kehidupan mulai muncul dengan adanya binatang kecil
tak bertulang punggung, jenis ikan, dan reptil, dikenal dengan istilah...
- A.
Arkaikum
- B.
Paleozoikum
- C.
Mesozoikum
- D.
Neozoikum
2. Corak Kehidupan Arkeologis
Penemuan Kjokkenmoddinger (sampah dapur berupa kulit kerang)
dan Abris Sous Roche (gua sebagai tempat tinggal) merupakan
ciri khas kehidupan manusia pada masa...
- A.
Paleolitikum
- B.
Mesolitikum
- C.
Neolitikum
- D.
Megalitikum
3. Revolusi Kebudayaan
Transisi dari masa food gathering (berburu dan meramu) ke
masa food producing (bercocok tanam) dianggap sebagai revolusi
besar dalam sejarah manusia karena...
- A.
Manusia mulai menggunakan logam untuk alat pertanian.
- B.
Adanya perubahan pola hidup dari nomaden menjadi menetap (sedenter).
- C.
Ditemukannya tulisan sebagai alat komunikasi.
- D.
Munculnya sistem kepercayaan animisme secara mendadak.
4. Peninggalan Budaya
Manakah dari artefak berikut yang termasuk dalam peninggalan zaman perundagian
(logam) di Indonesia?
- A.
Kapak Persegi dan Kapak Lonjong
- B.
Nekara, Moko, dan Candrasa
- C.
Menhir dan Sarkofagus
- D.
Chopper dan Flakes
Korelasi Kebudayaan dan Sosial
5. Munculnya tradisi Megalitikum (kebudayaan batu besar) seperti Sarkofagus dan Punden
Berundak menunjukkan adanya lompatan struktur sosial yang signifikan
dibandingkan masa sebelumnya. Hal ini membuktikan bahwa...
- A.
Manusia saat itu sudah mengenal sistem kasta seperti di India.
- B.
Telah tercipta sistem pembagian kerja dan kepemimpinan (Primus Inter
Pares) yang mampu menggerakkan massa.
- C.
Ketersediaan alat logam yang sangat melimpah untuk memahat batu besar.
- D.
Hilangnya tradisi berburu karena fokus pada pemujaan roh nenek moyang
6. Perbandingan
Teknologi (Komparatif)
Perhatikan tabel berikut!
|
Masa
|
Ciri
Teknologi
|
|
Paleolitikum
|
Kapak
Perimbas (kasar)
|
|
Neolitikum
|
Kapak
Persegi (dihaluskan)
|
Perubahan
teknik pengerjaan dari kasar menjadi halus pada masa Neolitikum secara
sosiologis mencerminkan....
- A.
Adanya keinginan untuk estetika murni tanpa memperhatikan fungsi.
- B.
Perubahan pola pikir manusia yang mulai menetap sehingga memiliki waktu
luang untuk mengasah alat.
- C.
Punahnya bahan baku batu yang keras sehingga manusia menggunakan batu yang
lebih lunak.
- D.
Pengaruh migrasi bangsa Proto Melayu yang membawa teknologi besi ke
Nusantara.
……………………….SAIDA………………….