Karya: Gutamining Saida
Akhir bulan Agustus ternyata belum benar-benar meninggalkan suasana kemerdekaan. Di berbagai daerah, semangat memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia masih terasa begitu kuat. Jalan-jalan dipenuhi warna-warni hiasan merah putih. Suara musik terdengar dari kejauhan. Anak-anak, remaja, orang tua, bahkan para lansia ikut larut dalam kemeriahan.
Di tingkat kecamatan pun suasana tidak kalah ramai. Karnaval masih digelar. Berbagai kelompok menampilkan kreativitas masing-masing. Ada yang mengenakan pakaian adat, pakaian perjuangan, tokoh-tokoh pahlawan, hingga kostum unik hasil kreasi warga. Semua tersenyum, tertawa, dan berjalan bersama dalam satu suasana merayakan kemerdekaan.
Saya yang melihat kemeriahan itu tiba-tiba teringat sebuah momen beberapa hari sebelumnya. Tepat tanggal 17 Agustus, kami anggota Muda Swimming Squad 2 juga tidak ingin melewatkan perayaan kemerdekaan. Bedanya, kami tidak melaksanakan upacara di lapangan. Kami merayakannya di dalam air.
Dengan membawa bendera Merah Putih, kami membentuk berbagai formasi di kolam. Ada rasa bangga ketika melihat warna merah putih berada di tengah birunya air. Kami bergerak bersama, mengikuti arahan Pak Gun. Tidak mudah membuat formasi di air. Setiap orang harus memahami posisi, mengikuti aba-aba, dan menjaga kekompakan.
Kalau satu orang bergerak tidak sesuai arahan, formasi bisa berubah. Tetapi justru di situlah indahnya. Kami belajar kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan. Kemerdekaan juga mengajarkan kita tentang persatuan, keberanian, kebersamaan, dan kemauan untuk melakukan sesuatu bersama-sama.
Di bawah bimbingan Pak Gun, kami mencoba, mengulang, memperbaiki, lalu mencoba lagi. Tidak ada yang sibuk memikirkan dirinya sendiri. Semua berusaha menyesuaikan diri agar formasi terlihat indah. Bendera Merah Putih berkibar di atas air. Kami tersenyum. Ada kebahagiaan sederhana yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
Kini, ketika melihat karnaval di darat, ingatan saya kembali kepada kolam. Tiba-tiba muncul sebuah pertanyaan di benak saya. Saya pun melontarkannya di grup Muda Swimming Squad 2.
“Karnaval di air bisakah, Pak Gun?”
Jawaban yang muncul justru membuat saya tersenyum.
“Kostum mermaid,” jawab Bu Rini.
Saya membayangkan kami semua memakai kostum putri duyung, lalu berenang bersama dalam sebuah karnaval di dalam air. Rasanya lucu, unik, sekaligus menantang.
Kemudian Pak Gun memberikan jawaban yang jauh lebih kuat.
“Tidak ada kamus tidak bisa.”
Saya membacanya sekali.
Kemudian membacanya lagi.
Tidak ada kamus tidak bisa.
Kalimat sederhana, tetapi memiliki tenaga yang besar.
Belum selesai sampai di situ, muncul kata penegas dari Pak Gun:
“Pasti bisa!”
Ah, dua kata itu terasa seperti sebuah suntikan semangat.
Kata "pasti bisa” adalah sikap hati selama kita mau berusaha, belajar, bekerja sama, dan memohon pertolongan Allah, selalu ada jalan yang dapat dicoba. Saya kemudian berpikir, mungkin inilah salah satu pelajaran paling berharga yang kami dapatkan dari Swimming Squad 2.
Kita belajar tubuh yang berbeda kemampuan tetap dapat bergerak dalam satu irama.Kita belajar untuk tidak mudah mengatakan “tidak bisa.” Di kehidupan pun sering kali tantangan datang terlebih dahulu sebelum kemampuan kita terlihat.
Allah Subhanahu Wata'alla mengajarkan manusia untuk berusaha. Kita tidak tahu hasil akhirnya, tetapi kita diperintahkan untuk terus berikhtiar. Ada kalanya sesuatu terlihat mustahil karena kita melihatnya dengan kemampuan kita yang terbatas. Allah Mahakuasa memberikan jalan yang tidak pernah kita bayangkan.
Bukankah banyak hal dalam hidup yang awalnya kita pikir tidak mungkin, ternyata bisa kita lewati? Dulu mungkin takut masuk air. karena mencoba, akhirnya sedikit demi sedikit bisa. Begitu pula dengan ide karnaval di air.
Entah nanti benar-benar akan diwujudkan atau hanya menjadi sebuah ide lucu di grup, saya tidak tahu. Bagi saya, percakapan itu sudah memberikan sebuah pelajaran. Kadang-kadang sebuah gagasan tidak perlu langsung sempurna. Yang penting berani bermimpi.
Kini tugas kita bukan lagi mengangkat senjata melawan penjajah. Tugas kita mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang bermanfaat. Menjaga persatuan. Menjaga kesehatan. Menebarkan semangat. Membahagiakan sesama.
Kita terus berkarya sesuai kemampuan yang Allah Subhanahu Wata'alla berikan. Mungkin suatu hari nanti benar-benar akan ada karnaval di air. Bendera Merah Putih kembali hadir di kolam. Kami mengenakan kostum unik. Formasi dibentuk. Musik mengiringi. Senyum menghiasi wajah.
Cepu, 28 Agustus 2016







