Senin, 16 Maret 2026

Mimpiku Menjadi Nyata



Karya : Gutamining Saida

Beberapa tahun yang lalu, saya pernah mengikuti sebuah kelas menulis secara daring. Kelas itu bukan sekadar belajar merangkai kata, tetapi juga belajar tentang kesabaran, ketekunan, dan keikhlasan dalam menjalani proses. Dalam kelas tersebut saya dipandu oleh seorang mentor yang penuh semangat, Kak Wayan namanya. Beliau sering mengingatkan bahwa menulis itu bukan hanya tentang bakat, tetapi tentang kebiasaan. Pesannya sederhana namun sangat membekas di hati, yaitu menulis setiap hari, minimal satu cerita.

Nasihat itu terdengar sederhana, tetapi dalam praktiknya ternyata tidak mudah. Sebagai seorang guru yang memiliki banyak tanggung jawab, waktu saya sering terbagi untuk berbagai tugas. Mengajar di kelas, menyiapkan materi pelajaran, mengurus administrasi sekolah, membimbing siswa, serta menjalani peran sebagai ibu dan anggota masyarakat. Semua itu membuat waktu terasa begitu cepat berlalu.

Pesan Kak Wayan tetap terngiang di pikiran saya. Setiap hari saya mencoba membuka buku atau gawai untuk menuliskan sesuatu. Kadang satu cerita berhasil selesai, tetapi tidak jarang pula tulisan itu berhenti di tengah jalan. Ada hari-hari ketika saya hanya mampu menuliskan sebuah judul tanpa mampu melanjutkan menjadi cerita yang utuh.

Awalnya saya merasa kecewa pada diri sendiri. Rasanya seperti berjalan di tempat. Akan tetapi, kemudian saya menyadari bahwa setiap usaha kecil yang dilakukan dengan niat baik tidak pernah sia-sia di hadapan Allah Subhanahu Wata'alla. Saya mulai belajar untuk tidak terlalu keras pada diri sendiri. Yang penting adalah tetap melangkah, meskipun langkahnya kecil.

Saya percaya bahwa setiap niat baik adalah doa. Setiap doa yang dipanjatkan dengan sungguh-sungguh pasti akan Allah Subhanahu Wata'alla dengar pada waktu yang tepat.

Waktu terus berjalan. Hingga akhirnya pada tahun 2025 saya mencoba membuat sebuah komitmen baru pada diri sendiri. Saya ingin lebih serius menekuni dunia menulis. Saya mulai menata waktu dengan lebih baik, menyisihkan waktu khusus setiap hari untuk menulis.

Saya menantang diri sendiri dengan sebuah kebiasaan sederhana: satu hari satu cerita. Jika suatu hari saya tidak menemukan ide atau tidak sempat menyelesaikan tulisan, maka saya harus menggantinya pada hari berikutnya dengan menulis dua cerita. Cara ini membuat saya lebih disiplin. Perlahan-lahan, menulis bukan lagi menjadi beban, tetapi berubah menjadi kebutuhan.

Setiap hari saya mencoba menangkap peristiwa-peristiwa kecil di sekitar kehidupan saya. Pengalaman mengajar di sekolah, percakapan dengan siswa, pertemuan dengan teman, perjalanan sederhana, hingga perenungan tentang kehidupan. Semua itu saya rangkai menjadi tulisan.

Saya menyadari bahwa kehidupan sehari-hari ternyata menyimpan begitu banyak pelajaran berharga. Kadang kita hanya perlu berhenti sejenak, memperhatikan, lalu menuliskannya. Bagi saya, menulis juga menjadi sarana untuk bersyukur. Dengan menulis, saya bisa mengingat kembali nikmat-nikmat kecil yang sering terlewatkan. Hal-hal sederhana  jika direnungkan ternyata memiliki makna yang berarti.

Hari demi hari berlalu. Tulisan demi tulisan mulai terkumpul. Tanpa terasa waktu sudah berjalan enam bulan. Ketika saya menghitung kembali tulisan-tulisan itu, saya merasa terkejut sekaligus bersyukur. Dari kebiasaan sederhana menulis setiap hari, ternyata telah terkumpul begitu banyak cerita.

Semua itu terasa seperti keajaiban kecil dalam hidup saya. Setiap tulisan mungkin sederhana, tetapi di dalamnya tersimpan pengalaman, perasaan, dan pelajaran kehidupan. Saya percaya bahwa tulisan bukan hanya sekadar kata-kata, tetapi juga jejak perjalanan hidup seseorang.

Proses penyusunan buku pun dimulai. Naskah-naskah yang telah saya tulis dikumpulkan, diperbaiki, dan disusun menjadi dua judul buku. Proses ini juga membutuhkan kesabaran dan ketelitian. Saya kembali belajar bahwa menghasilkan sebuah karya tidak bisa dilakukan dengan tergesa-gesa.

Hingga akhirnya tibalah hari yang sangat saya tunggu. Hari Jum’at tanggal 13 Maret 2026 menjadi hari yang istimewa bagi saya. Buku cetak yang selama ini hanya berupa file akhirnya tiba di tangan saya. Saat membuka paket dan melihat buku itu secara langsung, hati saya dipenuhi rasa haru dan syukur.

Buku itu cukup tebal, sekitar 350 halaman dan terdiri dari dua judul. Ketika saya memegangnya, rasanya seperti memegang mimpi yang dulu terasa begitu jauh. Saya terdiam sejenak, memandangi halaman-halamannya. Dalam hati saya berkata, “Ya Allah, ini benar-benar terjadi.”

Perjalanan yang dimulai dari keraguan, keterbatasan waktu, dan langkah-langkah kecil akhirnya sampai pada titik ini. Semua itu mengingatkan saya bahwa jika Allah  Subhanahu Wata'alla.sudah berkehendak, maka tidak ada yang mustahil.

Sering kali manusia merasa kecil dan ragu pada kemampuannya. Tetapi ketika kita terus berusaha, bersabar, dan menyerahkan hasilnya kepada AllahSubhanahu Wata'alla. maka jalan-jalan kebaikan akan dibukakan tanpa kita duga.

Buku ini bukan hanya sekadar kumpulan tulisan bagi saya. Ia adalah saksi perjalanan belajar, saksi kesabaran, dan saksi dari doa-doa yang perlahan dikabulkan. Semua ini tidak mungkin terjadi tanpa pertolongan Allah Subhanahu Wata'alla., dukungan keluarga, serta nasihat dari para guru dan mentor yang pernah membimbing saya.

Kebiasaan kecil menulis satu hari satu cerita ternyata mampu mengubah sesuatu yang tampak sederhana menjadi karya nyata. Dari sekadar menulis untuk belajar, akhirnya berubah menjadi buku yang bisa dibaca banyak orang.

Bagi saya, ini bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari langkah berikutnya. Semoga tulisan-tulisan ini bisa menjadi amal kebaikan. Jika ada pembaca yang mendapatkan pelajaran, semangat, atau sekadar senyuman dari kisah-kisah sederhana ini, maka itu sudah menjadi kebahagiaan tersendiri bagi saya.

Saya percaya bahwa setiap kata yang ditulis dengan niat baik akan menemukan jalannya sendiri untuk memberi manfaat. Saya kembali mengingat satu hal penting dalam hidup mimpi yang disertai doa, usaha, dan kesabaran, InsyaAllah akan menemukan waktunya untuk menjadi nyata.

Cepu. 16 Maret 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar