Senin, 02 November 2026

Bahagia Milik Siapa Saja

 

Karya: Gutamining Saida

Suara kecipak air memecah pelan di tepi kolam. Sekelompok ibu-ibu yang hadir, gemercik air bukan sekadar tempat berolahraga biasa. Tempat itu telah menjelma menjadi panggung tempat kegembiraan dilepaskan tanpa sekat. Setiap kali langkah kaki menapaki lantai kolam ada rasa riang yang meletup begitu saja. Di tempat inilah senyum mengembang bebas, gelak tawa pecah tanpa ragu, dan suara keras membahana menembus area renang.

Di tengah keseruan itu, sosok Pak Gun berdiri penuh energi di tepi kolam. Tatapannya tajam mengamati setiap gerakan bu ibu yang antusias. Meski terkadang geraknya masih perlu dibenahi. Ketika aba-aba gerakan belum pas, dorongan semangat dari sang pelatih pun langsung berkumandang.

"Ayo ibu-ibu, diulang! Suara yang keras sambil bawa air ke arah atas!" perintah Pak Gun tegas namun berbalut keakraban.

Tak berhenti di situ, beliau segera menimpali aba-aba dengan kalimat sarat doa. "Ucap sehaaaaat... gitu nggih!" tambah Pak Gun sembari mencontohkan tangannya menepis air ke atas, membumbungkan cipratan jernih.

Seketika itu ibu-ibu menyambut instruksi dengan tawa lepas. Tangan-tangan meraup air, mendorong tinggi ke udara, diiringi teriakan bersahut-sahutan yang membahana "Sehaaaaat!" Suara itu tidak sekadar keluar dari tenggorokan, melainkan meluncur deras dari dalam dada yang penuh kepuasan. Teriakan melengking menyatu bersama riakan air yang terangkat ke atas.

Bukan berarti ketika berada di luar area kolam renang, ibu-ibu kehilangan senyum dan tawa. Tentu saja tidak. Jangan sampai ada salah paham mengira hidup mereka di rumah sepi dari kebahagiaan. Ada aura berbeda yang tercipta saat berkumpul ramai-ramai di air. Atmosfer kebersamaan itu melipatgandakan energi. Beban rutinitas harian, kepenatan mengurus rumah tangga, hingga lelahnya urusan pekerjaan seolah meluruh begitu saja saat tubuh menyentuh air dan tawa bersama meledak.

Kehadiran teman yang sama-sama berjuang menggerakkan badan, serta pelatih yang tak henti memberi dorongan positif membuat suasana kolam riuh. Kolam renang berubah menjadi ruang rekreasi jiwa, sebuah Oase tempat melepaskan segelintir kepenatan hidup.

Di sela-sela jeda latihan, sambil mengelap sisa-sisa air di wajah, Pak Gun sering kali menyelipkan pesan-pesan sederhana. Beliau mengingatkan bahwa kesehatan fisik dan kedamaian pikiran dua hal yang erat. Kesehatan adalah pondasi utama, dan dari sanalah rasa bahagia terpancar.

"Sehat adalah bagian dari bahagia. Gunakan dan manfaatkan kebahagiaan dengan versi dan cara panjenengan merasa nyaman," tutur Pak Gun kepada ibu-ibu yang sedang menyandarkan badan di tepi kolam. Beliau melanjutkan dengan penekanan yang mendalam, "Bahagia itu hak semua orang."

Pesannya begitu mengena. Kebahagiaan tidak memiliki standar baku yang kaku. Bagi ibu-ibu wujud bahagia sangat sederhana berteriak lepas. Tidak perlu syarat yang rumit berlebih untuk hidup. Cukuplah menciptakan momen di mana hati merasa nyaman dan tenang.

Ketika sesi berakhir dan air kolam kembali tenang, riak-riak kecil bekas kecipak gerakan perlahan menyurut. Gema teriakan "Sehaaaaat!" dan gelak tawa hangat itu tidak ikut surut. Energi positif terbawa pulang dan bahagia milik siapa saja yang pandai bersyukur dan nyaman dengan versinya sendiri. Sampai jumpa!

Cepu, 2 November 2026

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar