Karya: Gutamining Saida
Suara kecipak air memecah pelan
di tepi kolam. Sekelompok ibu-ibu yang hadir, gemercik air bukan sekadar tempat
berolahraga biasa. Tempat itu telah menjelma menjadi panggung tempat
kegembiraan dilepaskan tanpa sekat. Setiap kali langkah kaki menapaki lantai
kolam ada rasa riang yang meletup begitu saja. Di tempat inilah senyum
mengembang bebas, gelak tawa pecah tanpa ragu, dan suara keras membahana
menembus area renang.
Di tengah keseruan itu, sosok Pak
Gun berdiri penuh energi di tepi kolam. Tatapannya tajam mengamati setiap
gerakan bu ibu yang antusias. Meski terkadang geraknya masih perlu dibenahi.
Ketika aba-aba gerakan belum pas, dorongan semangat dari sang pelatih pun
langsung berkumandang.
"Ayo ibu-ibu, diulang! Suara
yang keras sambil bawa air ke arah atas!" perintah Pak Gun tegas namun
berbalut keakraban.
Tak berhenti di situ, beliau
segera menimpali aba-aba dengan kalimat sarat doa. "Ucap sehaaaaat... gitu
nggih!" tambah Pak Gun sembari mencontohkan tangannya menepis air ke atas,
membumbungkan cipratan jernih.
Seketika itu ibu-ibu menyambut
instruksi dengan tawa lepas. Tangan-tangan meraup air, mendorong tinggi ke
udara, diiringi teriakan bersahut-sahutan yang membahana "Sehaaaaat!"
Suara itu tidak sekadar keluar dari tenggorokan, melainkan meluncur deras dari
dalam dada yang penuh kepuasan. Teriakan melengking menyatu bersama riakan air
yang terangkat ke atas.
Bukan berarti ketika berada di
luar area kolam renang, ibu-ibu kehilangan senyum dan tawa. Tentu saja tidak.
Jangan sampai ada salah paham mengira hidup mereka di rumah sepi dari
kebahagiaan. Ada aura berbeda yang tercipta saat berkumpul ramai-ramai di air.
Atmosfer kebersamaan itu melipatgandakan energi. Beban rutinitas harian,
kepenatan mengurus rumah tangga, hingga lelahnya urusan pekerjaan seolah
meluruh begitu saja saat tubuh menyentuh air dan tawa bersama meledak.
Kehadiran teman yang sama-sama
berjuang menggerakkan badan, serta pelatih yang tak henti memberi dorongan
positif membuat suasana kolam riuh. Kolam renang berubah menjadi ruang rekreasi
jiwa, sebuah Oase tempat melepaskan segelintir kepenatan hidup.
Di sela-sela jeda latihan, sambil
mengelap sisa-sisa air di wajah, Pak Gun sering kali menyelipkan pesan-pesan sederhana.
Beliau mengingatkan bahwa kesehatan fisik dan kedamaian pikiran dua hal yang erat.
Kesehatan adalah pondasi utama, dan dari sanalah rasa bahagia terpancar.
"Sehat adalah bagian dari
bahagia. Gunakan dan manfaatkan kebahagiaan dengan versi dan cara panjenengan
merasa nyaman," tutur Pak Gun kepada ibu-ibu yang sedang menyandarkan
badan di tepi kolam. Beliau melanjutkan dengan penekanan yang mendalam,
"Bahagia itu hak semua orang."
Pesannya begitu mengena.
Kebahagiaan tidak memiliki standar baku yang kaku. Bagi ibu-ibu wujud bahagia sangat
sederhana berteriak lepas. Tidak perlu syarat yang rumit berlebih untuk hidup.
Cukuplah menciptakan momen di mana hati merasa nyaman dan tenang.
Ketika sesi berakhir dan air
kolam kembali tenang, riak-riak kecil bekas kecipak gerakan perlahan menyurut. Gema
teriakan "Sehaaaaat!" dan gelak tawa hangat itu tidak ikut
surut. Energi positif terbawa pulang dan bahagia milik siapa saja yang pandai
bersyukur dan nyaman dengan versinya sendiri. Sampai jumpa!
Cepu, 2 November 2026

Tidak ada komentar:
Posting Komentar