Karya: Gutamining Saida
Percakapan di grup Muda
Swimming Squad2 tidak pernah kehilangan daya pikatnya. Setelah sempat
menggoyahkan niat sebagian anggota untuk latihan di Bumool, suasana sore itu
kembali menemukan hangatnya.
Di tengah gelak tawa di kolam,
Pak Gun malam hari meluncurkan barisan doa yang begitu tulus di dalam grup
disertai dokumentasi sore tadi.
"Lapangkan dada,
memohonlah kepada-NYA, semoga diberi umur panjang, sehat jasmani dan
rohani..."
Deretan kalimat doa itu terajut
indah, melayang di antara baris-baris pesan singkat sebelumnya. Itu bukan
sekadar untaian kata biasa, melainkan pengingat yang menyentuh sanubari di
waktu sore yang sejuk.
Membaca untaian doa dari sang
pelatih, jemari ibu-ibu yang tadinya ragu langsung bergerak cepat. Tanpa
komando, satu per satu ibu-ibu menyambutnya dengan kalimat seruan yang sama.
"Aamiin..."
"Aamiin ya Rabbal
'Alamin..."
“Aamiin Ya Allah…”
Kolom percakapan yang sempat sepi
mendadak dipenuhi gelombang amalan doa. Satu demi satu anggota grup menampakkan
diri. Mereka yang tadinya hanya menjadi pengamat pasif, termasuk yang ragu-ragu,
mendadak kembali aktif memberikan komentar dan emoji hangat. Doa yang
dipanjatkan Pak Gun seolah menjadi magnet yang menarik kita semua.
Pak Gun memang sosok pelatih yang
punya daya tarik tersendiri. Beliau sangat pandai memancing suasana agar tetap
hidup dan komunikatif. Pendekatannya tidak kaku seperti instruktur pada
umumnya, melainkan luwes dan penuh kehangatan. Beliau tahu persis bagaimana
cara mencairkan kebekuan, menyapa anggota dengan sapaan akrab, serta memberi
semangat di saat yang tepat.
Gaya komunikasinya yang humoris
berhasil membangun suasana kekeluargaan yang erat. Di bawah bimbingan dan
kehangatan caranya menyapa, ibu-ibu merasa dirangkul, dihargai, dan sangat
betah menjadi bagian dari kelompok ini. Berenang bukan lagi sekadar kegiatan
fisik untuk mengolah tubuh atau sekadar membasahi diri di kolam Bumool,
melainkan sudah menjadi ruang silaturahmi yang penuh warna dan keceriaan.
Kehadiran sosok pelatih yang
komunikatif seperti ini menyatukan berbagai latar belakang dan karakter ibu-ibu.
Dalam grup selalu konsisten terjaga. Gurauan kecil, perhatian sederhana, dan
doa tulus yang saling bertukar membuat ikatan di antara mereka terasa makin
kokoh setiap harinya.
Sore yang tadinya dibayangi rasa
enggan, akhirnya ditutup dengan rasa syukur. Ungkapan doa dari Pak Gun tak
hanya melapangkan dada, tetapi juga meluruskan kembali niat. Di kolam renang,
ada kebersamaan dan kesehatan yang patut terus dirawat bersama.
Cepi, 3 November 2026

Tidak ada komentar:
Posting Komentar