Selasa, 03 November 2026

Gelak Tawamu


Karya: Gutamining Saida

Percakapan di grup Muda Swimming Squad2 tidak pernah kehilangan daya pikatnya. Setelah sempat menggoyahkan niat sebagian anggota untuk latihan di Bumool, suasana sore itu kembali menemukan hangatnya.

Di tengah gelak tawa di kolam, Pak Gun malam hari meluncurkan barisan doa yang begitu tulus di dalam grup disertai dokumentasi sore tadi.

"Lapangkan dada, memohonlah kepada-NYA, semoga diberi umur panjang, sehat jasmani dan rohani..."

Deretan kalimat doa itu terajut indah, melayang di antara baris-baris pesan singkat sebelumnya. Itu bukan sekadar untaian kata biasa, melainkan pengingat yang menyentuh sanubari di waktu sore yang sejuk.

Membaca untaian doa dari sang pelatih, jemari ibu-ibu yang tadinya ragu langsung bergerak cepat. Tanpa komando, satu per satu ibu-ibu menyambutnya dengan kalimat seruan yang sama.

"Aamiin..."

"Aamiin ya Rabbal 'Alamin..."

“Aamiin Ya Allah…”

Kolom percakapan yang sempat sepi mendadak dipenuhi gelombang amalan doa. Satu demi satu anggota grup menampakkan diri. Mereka yang tadinya hanya menjadi pengamat pasif, termasuk yang ragu-ragu, mendadak kembali aktif memberikan komentar dan emoji hangat. Doa yang dipanjatkan Pak Gun seolah menjadi magnet yang menarik kita  semua.

Pak Gun memang sosok pelatih yang punya daya tarik tersendiri. Beliau sangat pandai memancing suasana agar tetap hidup dan komunikatif. Pendekatannya tidak kaku seperti instruktur pada umumnya, melainkan luwes dan penuh kehangatan. Beliau tahu persis bagaimana cara mencairkan kebekuan, menyapa anggota dengan sapaan akrab, serta memberi semangat di saat yang tepat.

Gaya komunikasinya yang humoris berhasil membangun suasana kekeluargaan yang erat. Di bawah bimbingan dan kehangatan caranya menyapa, ibu-ibu merasa dirangkul, dihargai, dan sangat betah menjadi bagian dari kelompok ini. Berenang bukan lagi sekadar kegiatan fisik untuk mengolah tubuh atau sekadar membasahi diri di kolam Bumool, melainkan sudah menjadi ruang silaturahmi yang penuh warna dan keceriaan.

Kehadiran sosok pelatih yang komunikatif seperti ini menyatukan berbagai latar belakang dan karakter ibu-ibu. Dalam grup selalu konsisten terjaga. Gurauan kecil, perhatian sederhana, dan doa tulus yang saling bertukar membuat ikatan di antara mereka terasa makin kokoh setiap harinya.

Sore yang tadinya dibayangi rasa enggan, akhirnya ditutup dengan rasa syukur. Ungkapan doa dari Pak Gun tak hanya melapangkan dada, tetapi juga meluruskan kembali niat. Di kolam renang, ada kebersamaan dan kesehatan yang patut terus dirawat bersama.

Cepi, 3 November 2026

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar