Sabtu, 17 Oktober 2026

Gaya Ayam Sayur Tenggelam

Karya: Gutamining Saida
Rasa-rasanya, menunggu video sendiri diunggah ke grup itu lebih menegangkan daripada menunggu pengumuman hasil seleksi kelulusan. Dari kemarin, jempol saya sudah siap standby untuk tekan tombol download, tapi setiap kali notification bunyi "Ting!", yang muncul video milik ibu-ibu yang profesional  bagaikan lumba-lumba di laut lepas.

Mereka berenang dengan gaya dada, gaya bebas, yang begitu gemulai. Begitu air terciprat, rasanya seperti adegan di film-film Hollywood. Tak lupa, pelatih kebanggaan kami, Pak Gun, memberikan deretan emotikon jempol dan komentar di bawah videonya. Semuanya nampak sempurna, bagaikan deretan atlet siap tanding olimpiade.

Lalu, di manakah video milik saya? Jawabannya, masih tersimpan rapi mungkin sengaja dikarantina dalam di gallery HP Pak Gun agar saya tidak malu.

Dalam dunia media sosial ada sebuah hukum tak tertulis yang berlaku Foto dan Video yang indah, estetik, dan menawan akan dipajang.  Sedangkan video yang gayanya amburadul siap-siap disingkirkan.

Pak Gun mungkin mengalami pergulatan batin yang amat dahsyat sebelum mengunggah video saya. Bayangkan, dari total 12 peserta, 11 di antaranya sudah berhasil berenang dengan mulus. Tinggal satu ya, saya sendiri. Ha ha ha yang gaya renangnya masih sulit terdefinisi dalam kamus Bahasa Indonesia. Kalau gaya peserta lain adalah "Gaya Dada" atau "Gaya Bebas", gaya saya saat berada di dalam air mungkin lebih tepat dinamakan "Gaya Ayam Sayur Tenggelam". Air kolam yang tadinya tenang seketika berubah menjadi ombak laut selatan setiap kali saya mulai mengayuh tangan.

Padahal kalau dipikir-pikir, justru foto dan video yang "jelek" itulah yang paling berharga! Video yang ngelagepan karena kemasukan air kaporit, serta kayuhan tangan tanpa arah, adalah materi kilas balik yang sangat mahal harganya. Itu bukan sekadar rekaman visual, melainkan sebuah perjuangan! Dari sanalah kita bisa belajar, mengintrospeksi diri, dan tertawa bersama atas segala kesalahan yang perlu diperbaiki.

Tadi malam, begitu beberapa video dibagikan ke grup, ibu-ibu pasti tertawa. Saat menonton rekaman ingatan ibu-ibu langsung terbang kembali ke  kolam kemarin. Gelak tawa pun tak diragukan lagi. Saya sendiri yang melihatnya jangankan marah, malah tertawa! Saya sadar betul di mana letak kekurangannya. Tubuh saya di air mungkin terlihat seperti sedang bertarung melawan monster air tak kasat mata. Padahal saya cuma berusaha maju satu meter ke depan.

Di balik semua canda tawa, ada satu hal yang patut saya syukuri yaitu mental juara! Tidak semua orang berani tersenyum, atas kesalahannya sendiri di hadapan umum. Memiliki keberanian untuk tertawa di atas ketidaksempurnaan diri sendiri. 

Untuk Pak Gun Harap bersabar ya, Pak! Saya tidak akan menyerah. Semangat saya tidak akan pernah surut. Saya akan tetap giat berlatih, mengayuh tangan, dan menendang air demi satu tujuan mulia Mendapatkan bonus renang! Mari kita terus tertawa, belajar dari kesalahan, dan bersiap ke  kolam renang lagi! Semangat terus Pak Gun, saya siap beraksi kembali!
Cepu, 18 Oktober 2026 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar