Minggu, 13 September 2026

Ibu-ibu Lupa Dengan Hutangnya


Karya: Gutamining Saida

Suasana di area kolam benar-benar penuh energi dan tawa. Sesi terapi air yang dipandu oleh Pak Gun sebenarnya sudah hampir usai, namun beliau tidak langsung mengakhirinya begitu saja. Sebagai penutup yang manis dan membekas, Pak Gun menyiapkan sebuah sesi khusus yaitu mengambil foto-foto bersama dengan berbagai tantangan unik yang sengaja beliau rancang untuk mencairkan suasana.

Tantangan pertama dimulai ketika Pak Gun meminta seluruh ibu-ibu untuk menyatukan kedua telapak tangan mereka, mengambil air kolam sebanyak-banyaknya, lalu melemparnya tinggi-tinggi ke atas udara. Seketika itu juga, cipratan air membumbung dan jatuh seperti hujan lokal di tengah kolam. Riak air yang terpantul sinar matahari membuat pemandangan di sekitar kolam terlihat sangat hidup. Kamera Pak Gun terus membidik momen demi momen spontan tersebut, menangkap ekspresi wajah ibu-ibu yang mulai lepas tanpa beban.

Tidak berhenti di situ, Pak Gun memberikan tantangan berikutnya yang makin seru. Beliau meminta peserta untuk menenggelamkan diri sejenak ke dalam air. Setelah beberapa detik berada di bawah permukaan, mereka diminta untuk kembali muncul ke atas secara bersamaan sambil meneriakkan satu kata dengan keras “SEHAT!”

Satu per satu kepala mulai menyembul dari dalam air. Suara teriakan “SEHAT!” bergema nyaring di sekitar area kolam, saling bersahut-sahutan. Teriakan yang penuh semangat itu tidak hanya menggetarkan udara di sekitar mereka, tetapi juga seolah menyalurkan energi positif yang luar biasa ke dalam diri masing-masing peserta.

Keseruan makin memuncak pada tantangan ketiga. Pak Gun menginstruksikan para ibu untuk menepuk-nepuk permukaan air dengan cepat dan kuat. Cipratan air kolam memercik ke mana-mana, membentengi dan menutupi wajah. Air melayang ke udara hingga wajah para peserta hampir tidak terlihat sama sekali di balik tirai cipratan air tersebut. Justru di saat-saat itulah Pak Gun menekan tombol rana kameranya bertubi-tubi, mengabadikan momen dinamis yang sangat alami.

Uniknya, sepanjang sesi foto dengan serangkaian instruksi yang cukup menguras tenaga tersebut, ibu-ibu seperti terhipnotis. Tanpa ragu sedikit pun, mereka menuruti setiap detail perintah yang diucapkan oleh Pak Gun. Tidak ada yang mengeluh basah, tidak ada yang takut riasan wajahnya luntur, dan tidak ada pula yang merasa enggan untuk tampil konyol di depan kamera. Semua bergerak kompak mengikuti komando sang instruktur.

Setelah serangkaian tantangan foto selesai dan semua orang masih berdiri membasahi diri di dalam kolam, Pak Gun tiba-tiba memecahkan keheningan dengan celetukan khasnya.

“Ibu-ibu sampai lupa dengan hutangnya!” seru Pak Gun bernada canda, yang langsung disusul dengan gelak tawa beliau sendiri yang lepas.

Kalimat singkat itu seketika memutus "sihir" kepatuhan yang baru saja terjadi. Ibu-ibu yang semula fokus menuruti instruksi tiba-tiba tersadar dari momen tersebut. Dalam hitungan detik, tawa renyah pecah di setiap sudut kolam. Mereka saling pandang, tertawa terpingkal-pingkal menyadari betapa kepatuhan polos mereka saat mengikuti tantangan tadi benar-benar membuat pikiran mereka bersih dari segala beban hidup.

Suasana kolam yang tadinya tenang kini berubah menjadi sangat ramai dan penuh kehangatan. Gelak tawa bersahut-sahutan di antara riak air yang belum sepenuhnya tenang. Pendekatan Pak Gun yang ramah, santai, dan penuh humor berhasil membimbing para peserta tanpa terkesan memaksa. Ibu-ibu  sama sekali tidak merasa sedang dikerjai atau dijadikan bahan lelucon. Sebaliknya, mereka merasa sangat bahagia karena berhasil melepaskan kepenatan sejenak dari rutinitas harian. Sesi terapi air  ditutup bukan hanya dengan tubuh yang lebih segar, tetapi juga dengan hati yang lega dan penuh kegembiraan. Sampai jumpa. Semoga terhibur.

Cepu, 13 September 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar