Karya : Gutamining Saida
Suasana sore di Bumool selalu menyajikan kehangatan yang khas. Bagi banyak orang, menjaga kesehatan adalah sebuah komitmen, dan Jum'at sore, pilihan untuk tetap bugar bermuara di kolam renang. Kesehatan menjadi dambaan setiap insan, baik mereka yang sedang prima maupun yang tengah berikhtiar memulihkan kondisi tubuh.
Ada beragam cara yang bisa ditempuh untuk merawat kebugaran mulai dari terapi akupunktur, bekam, jalan kaki santai, hingga senam aerobik. Jum'at sore, olahraga renang menjadi pilihan utama untuk menyegarkan badan sekaligus merawat pikiran.
Sesi latihan sore itu terasa istimewa karena kehadiran Pak Gun, sang pelatih yang selalu membawa energi positif. Dengan suara mantap dan penuh keramahan, beliau menyapa para peserta, "Bu ibu sore ini kita berlatih gaya dada nggih!"
Sebelum para ibu masuk ke air dan mempraktikkan gerakan, Pak Gun memberikan contoh terlebih dahulu dengan cermat. Beliau memperagakan posisi tubuh, ayunan tangan, hingga dorongan kaki secara runtut. Untuk mempermudah pemahaman, Pak Gun menyederhanakan penjelasannya dengan analogi yang sangat akrab di telinga. Beliau menjelaskan bahwa gaya dada kerap dikenal juga sebagai gaya katak.
Untuk memastikan perhatian para peserta tetap tercurah, Pak Gun melontarkan pertanyaan ringan, "Ibu ibu tahu katak?"
"Tahulah pak," sahut saya cepat.
Pak Gun kemudian melanjutkan kelakarnya, "Katak itu besar, kalau kecil namanya apa?"
"Percil, Pak," jawab Bu Pur singkat, padat, dan jelas.
Pak Gun kembali memancing keriangan dengan pertanyaan berikutnya, "Ibu ibu tahu percil?"
"Tahuuuu..." jawab Bu Saroh kompak bersama ibu-ibu lainnya.
Tanpa diduga, Pak Gun melontarkan seloroh penutup, "Percil itu pelawak."
Seketika itu juga, tanpa ada aba-aba khusus, gelak tawa pecah secara bersamaan. Candaan spontan mengenai "Percil" sang pelawak berhasil mencairkan suasana. Kolam renang di Bumool sore itu tidak lagi sekadar dipenuhi air dingin yang menyegarkan, melainkan juga bergelombang oleh tawa riang para ibu yang melepaskan beban pikiran.
Kehadiran sosok pelatih seperti Pak Gun membuktikan bahwa proses menjaga kesehatan tidak harus selalu diisi dengan kekakuan atau ketegangan. Canda tawa yang terjalin di antara gerakan renang menjadi obat penyegar jiwa yang tidak kalah ampuhnya dibanding latihan fisik itu sendiri. Tertawa bersama adalah wujud nyata dari rasa bahagia dan pikiran yang sehat.
Melalui momen sederhana di kolam renang ini, tersirat sebuah pesan inspiratif tentang arti sejati dari menjaga kebugaran. Kesehatan bukanlah sebuah beban rutinitas yang berat, melainkan sebuah perayaan kehidupan yang patut dijalani dengan sukacita. Ketika fisik dilatih melalui kayuhan gaya dada dan jiwa disegarkan oleh kebersamaan serta tawa yang tulus, di sinilah keseimbangan hidup yang sejati tercapai. Kehadiran Pak Gun dan kebersamaan para ibu membuktikan bahwa di mana ada kegembiraan, di situ kesehatan dan kebahagiaan akan selalu bertumbuh subur. Aamiin
Cepu, 4 September 2026
Tidak ada komentar:
Posting Komentar