Karya: Gutamining Saida
Setiap manusia memiliki pengalaman pertama yang sulit dilupakan. Ada yang pertama kali naik gunung, pertama kali naik pesawat, atau pertama kali menginjakkan kaki di tempat yang selama ini hanya bisa dilihat melalui layar televisi dan telepon genggam. Bagi saya, salah satu pengalaman yang akan selalu tersimpan rapi dalam memori kehidupan adalah saat pertama kali melakukan snorkling di laut lepas.
Sejujurnya, sejak kecil saya bukanlah orang yang akrab dengan dunia air. Laut yang luas selalu menghadirkan rasa kagum sekaligus takut. Gelombang yang datang silih berganti, kedalaman yang tak terlihat, serta kehidupan bawah laut yang penuh misteri membuat saya hanya bisa menikmati keindahannya dari kejauhan. Selama ini saya hanya menyaksikan keindahan bawah laut melalui foto-foto, video perjalanan wisata, atau tayangan dokumenter. Dalam hati sering terlintas pertanyaan, "Benarkah pemandangan bawah laut seindah itu?"
Allah Subhanahu Wata'alla ternyata memiliki cara-Nya sendiri untuk menjawab rasa penasaran itu. Beberapa bulan sebelum perjalanan ini, Allah Subhanahu Wata'alla mempertemukan saya dengan Pak Gun yang dengan sabar mengenalkan dasar-dasar dunia air. Kami berlatih di kolam renang, tempat yang jauh lebih aman dibandingkan laut lepas. Beliau mengajarkan bagaimana mengatur napas, menjaga keseimbangan tubuh di dalam air, serta tetap tenang ketika berada di permukaan air.
Yang paling saya ingat bukan hanya tekniknya, melainkan nasihat beliau tentang sifat manusia saat berada di air. Ada orang yang terlalu panik sehingga tubuh menjadi tegang. Ada yang terlalu percaya diri hingga mengabaikan keselamatan. Ada pula yang mampu bersikap tenang sehingga tubuh mengikuti aliran air dengan lebih baik. Dari pelajaran sederhana itu saya belajar bahwa air bukan hanya menguji kemampuan fisik, tetapi juga menguji keadaan hati.
Ketika hari yang dinanti tiba, kapal membawa kami menuju lautan yang begitu luas. Hamparan air biru membentang tanpa batas. Angin laut berembus lembut menyapa wajah. Langit tampak cerah seolah ikut menyambut perjalanan hari itu.
Awalnya saya telah meyakinkan diri. Saya berkata dalam hati, "Insyaallah saya bisa. Bukankah saya sudah berlatih?" Kalimat itu terus saya ulang-ulang untuk menguatkan keberanian. Ternyata kenyataan tidak semudah bayangan.
Saat kapal berhenti dan peserta mulai bergantian turun ke laut, tiba-tiba rasa takut datang begitu saja. Jantung berdegup lebih cepat. Pikiran mulai dipenuhi berbagai kemungkinan yang belum tentu terjadi. Tangan saya menggenggam erat tangga kapal. Saya hanya berdiri memandang permukaan laut yang bergerak perlahan mengikuti ombak.
Saat itulah saya benar-benar merasakan bahwa keberanian manusia sangatlah terbatas. Sering kali kita merasa kuat sebelum menghadapi kenyataan. Ketika ujian benar-benar datang, barulah kita sadar bahwa kekuatan sejati berasal dari Allah Subhanahu Wata'alla semata.
Saya mencoba menenangkan hati. Dalam lirih saya mengucapkan basmalah, istigfar, dan tasbih. Saya memohon perlindungan kepada Allah Subhanahu Wata'alla agar diberikan ketenangan, keselamatan, dan keberanian. Saya menyadari bahwa setiap langkah dalam kehidupan selalu membutuhkan pertolongan-Nya.
Perlahan saya mulai menuruni tangga kapal. Air laut menyentuh tubuh. Rasa dingin langsung terasa. Napas saya atur seperti yang pernah diajarkan. Sedikit demi sedikit rasa panik mulai berkurang. Saya mencoba memandang ke bawah melalui masker snorkeling. Subhanallah... Kalimat itu spontan keluar dari bibir saya.
Pemandangan di bawah permukaan laut sungguh jauh melebihi apa yang pernah saya lihat di layar ponsel. Hamparan terumbu karang dengan berbagai bentuk menghiasi dasar laut. Ikan-ikan kecil berenang bebas tanpa rasa takut. Ada yang berwarna kuning cerah, biru, hitam bergaris putih, bahkan ada yang berwarna-warni seperti lukisan. Air yang begitu jernih membuat semuanya tampak begitu jelas.
Saya seakan sedang memasuki dunia lain yang selama ini tersembunyi. Betapa Maha Hebat Sang Pencipta. Makhluk-makhluk kecil itu hidup dalam keteraturan yang luar biasa. Tidak ada yang saling bertabrakan. Tidak ada yang saling berebut tempat. Semua bergerak mengikuti sunnatullah yang telah Allah Subhanahu Wata'alla tetapkan.
Saya kemudian teringat firman Allah bahwa di langit dan di bumi terdapat tanda-tanda kebesaran-Nya bagi orang-orang yang mau berpikir. Selama ini saya sering membaca ayat tersebut, tetapi hari itu saya benar-benar merasakan maknanya. Laut bukan sekadar tempat wisata. Laut adalah salah satu ayat kauniyah, bukti nyata kekuasaan Allah yang dapat disaksikan dengan mata kepala sendiri.
Beberapa saat saya hanya mengapung sambil menikmati keindahan ciptaan-Nya. Rasanya seperti mimpi. Saya berkali-kali memastikan bahwa semua ini benar-benar nyata. Keindahan yang selama ini hanya saya lihat melalui gambar akhirnya saya saksikan secara langsung.
Hati saya dipenuhi rasa syukur yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Saya menyadari bahwa tidak semua orang diberi kesempatan menikmati pemandangan seindah ini. Semua adalah karunia Allah Subhanahu Wata'alla. Tidak ada yang pantas disombongkan. Jika Allah Subhanahu Wata'alla tidak mengizinkan, mungkin saya hanya akan menjadi penonton yang melihat keindahan laut dari kejauhan.
Pengalaman ini juga mengajarkan bahwa banyak ketakutan hanya hidup di dalam pikiran. Ketika kita berani melangkah dengan tetap bertawakal kepada Allah Subhanahu Wata'alla dan mengikuti petunjuk yang benar, sering kali ketakutan itu berubah menjadi pengalaman yang sangat berharga.
Kini setiap kali melihat foto atau video bawah laut di layar ponsel, saya tersenyum. Saya tidak lagi sekadar membayangkan keindahannya, tetapi pernah merasakan sendiri berada di tengah-tengahnya. Pengalaman pertama itu menjadi kenangan yang tak ternilai dan semakin menguatkan keyakinan saya bahwa di mana pun kita memandang, selalu ada tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wata'alla.
Alhamdulillahirabbil 'alamin. Terima kasih ya Allah atas kesempatan yang begitu indah. Semoga setiap nikmat yang Engkau berikan menjadikan hati ini semakin bersyukur, semakin rendah hati, dan semakin dekat kepada-Mu. Semoga setiap langkah perjalanan hidup selalu menjadi jalan untuk mengenal-Mu lebih dalam melalui keindahan ciptaan-Mu yang tiada habisnya. Aamiin.
Cepu, 30 Juni 2026

Tidak ada komentar:
Posting Komentar