Karya: Gutamining Saida
Di sela-sela menikmati keindahan alam, saya sering memiliki kebiasaan sederhana, yaitu memperhatikan hal-hal kecil yang mungkin luput dari pandangan banyak orang. Ada yang sibuk memotret bunga karena keindahannya, ada yang mengabadikan langit senja karena warnanya yang memikat. Kali ini perhatian saya justru tertuju pada sesuatu yang jarang menjadi objek foto, yaitu akar sebuah pohon.
Bagi sebagian orang, akar hanyalah bagian pohon yang tersembunyi di dalam tanah. Ia tidak berbunga, tidak berbuah, bahkan tidak memberikan keindahan yang mencolok seperti daun yang hijau atau batang yang menjulang tinggi. Akan tetapi, ketika saya menemukan sebuah pohon dengan akar yang menjalar di permukaan tanah, saya seakan diajak berhenti untuk berpikir.
Akar itu tampak begitu unik. Ada yang besar, ada yang kecil. Sebagiannya menjulur ke kanan, sebagian lagi ke kiri. Ada yang melengkung seperti tangan yang sedang merangkul bumi. Ada pula yang tampak kokoh seolah menjadi tiang penyangga batang pohon. Yang membuat saya semakin kagum, akar pohon itu tidak lagi berada di dalam tanah, melainkan muncul ke permukaan dengan bentuk yang tidak beraturan, namun tetap indah dipandang.
Saya pun mengabadikan pemandangan akar pohon. Bukan sekadar untuk koleksi foto, tetapi sebagai pengingat bahwa setiap ciptaan Allah Subhanahu Wata'alla menyimpan hikmah yang luar biasa. Foto itu menjadi pengingat bahwa rasa syukur bisa tumbuh dari sesuatu yang sederhana, selama hati mau melihat dengan mata keimanan.
Mengapa Allah menciptakan akar dengan bentuk yang berbeda-beda? Mengapa ada akar yang tersembunyi, sementara yang lain justru tampak di permukaan? Mengapa ada yang lurus, ada yang berkelok-kelok, bahkan ada yang terlihat saling bertaut?
Pertanyaan-pertanyaan itu tidak harus selalu dijawab dengan pengetahuan ilmiah semata. Justru pertanyaan itu membawa saya bahwa kebesaran Allah Subhanahu Wata'alla tidak pernah terbatas oleh cara berpikir manusia. Setiap bentuk memiliki tujuan. Setiap lekukan memiliki fungsi. Tidak ada satu pun ciptaan-Nya yang sia-sia.
Akar yang menjalar di permukaan mungkin sedang mencari jalan terbaik agar pohon tetap mendapatkan air. Akar yang membesar mungkin sedang memperkuat batang agar mampu bertahan menghadapi angin kencang. Akar yang kecil mungkin sedang tumbuh perlahan menjalankan tugasnya. Semua memiliki peran sesuai dengan ketetapan Allah Subhanahu Wata'alla .
Bukankah kehidupan manusia juga demikian? Tidak semua orang menempuh jalan yang sama. Ada yang kehidupannya tampak lurus dan mudah. Ada yang harus berbelok, berliku, bahkan jatuh bangun sebelum mencapai tujuan. Ada yang memperoleh rezeki dengan cepat, ada pula yang harus berjuang bertahun-tahun. Semua berjalan sesuai takdir yang telah Allah Subhanahu Wata'alla tetapkan.
Akar mengajarkan bahwa kekuatan tidak selalu terlihat. Justru bagian yang paling menentukan kehidupan pohon adalah bagian yang sering terlupakan. Selama akar bekerja dengan baik, pohon akan tetap berdiri tegak, menghasilkan daun yang rindang, bunga yang indah, dan buah yang bermanfaat.
Begitu pula manusia. Keimanan, keikhlasan, kesabaran, dan ketakwaan ibarat akar kehidupan. Mungkin tidak tampak oleh manusia lain, tetapi itulah yang menjadi sumber kekuatan ketika menghadapi berbagai ujian. Orang lain mungkin hanya melihat keberhasilan seseorang, tidak melihat doa-doa panjang, air mata, kesabaran, dan perjuangan yang menjadi akar dari keberhasilan.
Semakin lama saya memandang akar pohon tersebut, semakin saya menyadari bahwa Allah Subhanahu Wata'alla sedang mengajarkan pelajaran melalui alam. Alam adalah kitab bagi siapa saja yang mau membaca. Pepohonan, sungai, gunung, langit, dan seluruh isi bumi senantiasa bertasbih kepada-Nya. Tinggal manusialah yang mau mengambil pelajaran atau justru melewatinya tanpa makna.
Saya bersyukur masih diberi kesempatan untuk memperhatikan hal-hal sederhana seperti ini. Di tengah kesibukan, ternyata Allah masih menghadirkan momen-momen kecil yang mampu menguatkan hati. Tidak perlu menunggu peristiwa besar untuk meningkatkan keimanan. Terkadang, hanya dengan memperhatikan akar pohon, hati sudah dapat merasakan betapa agungnya Sang Pencipta.
Akar yang muncul ke permukaan seolah mengingatkan bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai dugaan. Ada kalanya sesuatu yang seharusnya tersembunyi justru tampak jelas. Ada kalanya jalan yang kita anggap aneh ternyata menjadi jalan terbaik. Allah Maha Mengetahui apa yang dibutuhkan setiap makhluk-Nya. Dari sanalah tumbuh rasa kagum, rasa syukur, dan keinginan untuk semakin mengenal Sang Pencipta. Ketika keimanan bertambah karena merenungi ciptaan-Nya, maka sesungguhnya setiap langkah di alam ini telah menjadi bagian dari ibadah dan perjalanan menuju Allah Subhanahu Wata'alla. Semoga kita juga belajar menghargai akar yang diam, bekerja tanpa pujian, tetapi menjadi penopang kehidupan. Aamiin
Cepu, 20 Juli 2026

Tidak ada komentar:
Posting Komentar