Karya: Gutamining Saida
"Sehat itu investasi. Mulailah hari ini, karena tubuhmu adalah satu-satunya tempat tinggal yang kamu miliki seumur hidup."
Pagi menyapa dengan lembut melalui getaran ponsel di atas meja. Sebuah pesan masuk di grup WhatsApp bukan sekadar pesan basa-basi, melainkan untaian doa yang dipanjatkan oleh Pak Gun. Sebagai sosok guru yang penuh perhatian, sapaannya selalu membawa kesejukan. Satu per satu anggota grup membalas dengan kata "Aamiin Ya Robbal Alamin", sebuah bentuk tata krama digital yang sederhana.. Sebagai tanda bahwa doa tersebut telah meresap ke dalam sanubari.
Pagi ini Pak Gun tidak hanya membawa doa. Beliau membawa sebuah perenungan mendalam tentang ikhtiar sehat. Dengan nada yang kebapakan, Pak Gun mengingatkan kita pada fenomena alamiah manusia. Bagi mereka yang telah melampaui usia 50 tahun, tubuh tak lagi bisa berbohong. Kondisi kesehatan telah jauh berbeda dibandingkan saat masih muda. Beliau menyebutnya sebagai momen di mana "kenikmatan mulai dikurangi secara perlahan oleh Allah Subahanahu Wata'alla."
Dulu, berjalan kaki berkilo-kilometer terasa ringan. Kini, untuk jarak dekat pun kita lebih memilih memutar kunci motor atau menginjak gas mobil, bahkan naik kendaraan lainnya. Dulu, menaiki tangga adalah hal sepele, kini lutut mulai protes, dan lift menjadi sahabat setia. Ini adalah pengingat bahwa raga kita memiliki masa pakai, dan tanpa perawatan yang tepat, ia akan aus sebelum waktunya.
Salah satu ilmu baru yang dibagikan Pak Gun adalah ajakan untuk bersahabat dengan air. Mengapa air? Air adalah sumber kehidupan. Air bukan hanya untuk diminum, tetapi juga sebagai media terapi fisik yang paling ramah bagi persendian yang mulai menua. Bagi mereka yang sulit berlari atau melompat karena faktor usia, air menawarkan solusi melalui olahraga atau sekadar berjalan di dalam kolam. Massa jenis air menopang berat badan kita, sehingga beban pada lutut dan tulang belakang berkurang drastis. Inilah cara cerdas untuk tetap bergerak tanpa menyakiti raga. Air mengajarkan kita tentang kelenturan, ketenangan, dan konsistensi.
Pak Gun mengajak kita bersahabat dengan air sejalan dengan wahyu Allah dalam Al-Qur'an. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Anbiya ayat 30:
"...Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?"
Ayat ini menegaskan bahwa air merupakan inti dari eksistensi makhluk hidup. Sel-sel tubuh kita, darah yang mengalir, hingga metabolisme yang membakar energi, semuanya membutuhkan air. Dengan menjaga hidrasi dan memanfaatkan air untuk terapi fisik, kita sebenarnya sedang menjaga amanah kehidupan yang Allah Subhanahu Wata'alla titipkan pada tubuh kita. Selain itu saran dari pak Gun kita butuh gerak badan. Sesuai perintah Allah Subhanahu Wata'alla mengingatkan tentang pentingnya gerak dan perubahan dalam Surah Ar-Ra’d ayat 11:
"...Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri..."
Sehat tidak datang dengan berdiam diri. Sehat adalah hasil dari perubahan gaya hidup, dari malas bergerak menjadi aktif bergerak, dari pola makan sembarangan menjadi tertata.
Ada kisah tokoh yang tidak mengenal kata "terlambat". Kisah seorang pria bernama Kakek Fauja Singh. Fauja Singh bukanlah atlet sejak muda. Ia mulai menekuni olahraga lari maraton di usia yang sangat senja, yaitu 89 tahun. Mengapa? Karena ia mengalami duka mendalam setelah kehilangan istrinya dan ingin mencari cara untuk tetap sehat secara mental dan fisik. Banyak orang mencibir, menganggap fisiknya yang sudah renta tidak akan kuat menahan beban lari jarak jauh.
Fauja Singh memilih untuk "bersahabat dengan alam". Ia mengatur pola makannya dengan sangat ketat (vegetarian) dan banyak mengonsumsi air putih serta teh jahe. Ia tidak memaksakan diri, tetapi ia konsisten bergerak setiap hari. Hasilnya? Di usia 100 tahun, ia menjadi orang tertua yang menyelesaikan maraton penuh (42 km) di Toronto.
Kisah Fauja Singh adalah bukti nyata dari apa yang dipesankan Pak Gun: "Tidak ada kata terlambat untuk memulai." Sehat jasmani akan mendukung sehat rohani. Ketika raga bugar, ibadah menjadi lebih khusyuk, sujud bisa lebih lama, dan kita bisa lebih banyak bermanfaat bagi orang lain.
Inti dari nasihat Pak Gun pagi ini adalah tentang kesadaran. Banyak orang mencari sehat dengan metode instan, obat-obatan mahal, atau alat-alat canggih. Padahal, kuncinya sederhana yaitu gerak badan dan olah raga.
Olahraga bukan hanya tentang membentuk otot, tetapi tentang menjaga fungsi organ agar tetap optimal di masa tua. Dengan bersahabat dengan air, menjaga asupan, dan tetap aktif bergerak meskipun hanya berjalan santai, kita sedang mensyukuri nikmat sehat yang masih tersisa.
Mari kita jadikan pesan Pak Gun sebagai pemantik semangat. Usia boleh bertambah, tenaga mungkin berkurang, namun semangat untuk berikhtiar sehat tidak boleh padam. Karena raga ini adalah kendaraan kita untuk pulang menghadap-Nya dalam keadaan terbaik.
Cepu, 30 April 2026
Tidak ada komentar:
Posting Komentar