Senin, 10 Maret 2025

Kutemukan Inspiratorku

 


Karya: Gutamining Saida

Dua bulan sudah saya bertugas di SMPN 3 Cepu. Meski awalnya ada rasa canggung. Saya perlahan-lahan mulai terbiasa dengan lingkungan baru ini. Setiap sudut sekolah ini mulai terasa akrab, dari ruang guru yang penuh diskusi hingga ruang kelas yang dipenuhi canda tawa siswa. Ada satu pertemuan yang tidak pernah saya sangka akan begitu berarti dalam perjalanan keahidupan ini.  Saya dipertemukan dengan seorang blogger hebat bernama Bu Wiwik.

Saya mengenalnya pertama kali saya datang ke SMPN 3 Cepu di ruang guru. Saat itu ruang guru masih berada di ruang Sasana Krida. Saya datang pertama kali dengan maksud unjuk muka. Di sana bertemu beberapa guru yang piket dianrtaranya bu Wiwik. Kesan pertama selalu melekat di hati. Sekilas saya hanya tahu bahwa beliau adalah salah satu guru senior mata Pelajaran Bahasa Inggris. Dia yang memiliki segudang kesibukan. Saya terkesan adalah caranya berbicara yang lugas dan pemikirannya yang tajam. Ia selalu menyampaikan ide dengan jelas, ringkas dan penuh makna. Dari cara beliau berbicara saja, saya bisa merasakan bahwa beliau adalah seseorang yang terampil dalam menulis.

Rasa penasaran saya semakin besar ketika suatu hari, dia cerita bahwa dia blogger yang cukup dikenal. Beliau itu luar biasa. Selain mengajar dia juga menulis di blog pribadinya. Banyak tulisannya yang ditulisnya baik itu bersifat inspiratif, motivasi, hiburan, cerpen, puisi dan sebagainya. Semua itu  banyak bermanfaat bagi pembaca.

Mendengar itu, saya semakin tertarik untuk mengenalnya lebih dalam. Saya sendiri memang menyukai dunia tulis-menulis, tapi selama ini saya hanya menulis sesekali untuk diri sendiri. Saya hanya sekedar bisa-bisa an saja.

Saya memberanikan diri untuk bertanya langsung kepada Bu Wiwik. Saat istirahat di ruang guru, saya menghampirinya. "Bu, saya diajari menjadi blogger, ya? Saya penasaran, bagaimana awalnya Ibu terjun ke dunia blogging?"

Bu Wiwik mulai menulis di blog sejak beberapa tahun lalu. Awalnya hanya untuk mengisi waktu luang, tapi lama-lama saya merasa menulis adalah cara terbaik untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Saya semakin tertarik mendengar ceritanya. "Bagaimana Ibu bisa konsisten menulis? Padahal sibuk luar biasa.” tanya saya singkat.

Bu Wiwik tertawa kecil. "Kuncinya ada di manajemen waktu. Saya selalu menyisihkan waktu setiap hari, meskipun hanya 15-30 menit untuk menulis. Kalau kita menunggu waktu luang, tulisan itu tidak akan pernah selesai. Kita yang harus meluangkan waktu untuknya," jelasnya.

Sejak hari itu, saya semakin sering berbincang dengannya. Saya belajar banyak hal, mulai dari cara mencari ide tulisan. Bagaimana menulis dengan gaya yang menarik, hingga bagaimana mengelola blog agar lebih bermanfaat bagi banyak orang. Yang saya kagumi dari Bu Wiwik bukan hanya kemampuannya dalam menulis, tetapi juga sikapnya yang tidak pelit ilmu.

Bu Wiwik mengajarkan saya langkah demi langkah. Ia membantu saya membuka akun blog, memilih tema yang sesuai, hingga mengajarkan bagaimana cara menulis artikel yang menarik. "Yang penting jangan takut memulai. Tidak perlu sempurna, yang penting konsisten," katanya singkat.

Saya mengikuti sarannya. Saya mulai menulis satu per satu artikel, meskipun awalnya masih sederhana. Namun, semakin saya menulis, semakin saya merasakan kepuasan tersendiri. Saya mulai memahami bahwa menulis bukan hanya tentang berbagi. Tetapi juga tentang mengabadikan pemikiran dan pengalaman.

Saya semakin terinspirasi oleh Bu Wiwik. Saya melihat bagaimana beliau mampu mengatur waktu dengan sangat efisien. Di tengah kesibukannya sebagai seorang guru, beliau masih bisa menulis dan berkarya. Saya sering merasa iri, tetapi itu adalah iri yang bersifat positif. Sifat iri yang mendorong saya untuk terus belajar dan berkembang.

Setiap kali saya merasa malas brkarya saya mengingat kata-kata Bu Wiwik, "Menulis itu seperti menanam pohon. Awalnya kecil, tapi kalau kita rawat dengan baik, suatu hari akan tumbuh besar dan memberi manfaat."

Saya bersyukur pada Allah Subhanahu Wata’alla dipertemukan dengan Bu Wiwik. Beliau bukan hanya seorang guru yang hebat, tetapi juga seorang inspirator yang telah membuka mata saya tentang pentingnya berkarya. Saya berdoa semoga ilmu yang beliau bagikan semakin berkah, dan semoga saya pun bisa menjadi seseorang yang bermanfaat bagi orang lain, seperti beliau. Di SMPN 3 Cepu saya tidak hanya menemukan tempat mengajar.  Namun juga menemukan inspirasi yang akan terus saya bawa dalam perjalanan hidup saya. Aamiin

Cepu, 11 Maret 2025

 


1 komentar:

  1. Wadduuuh, ketinggian menyanjungnya...
    Mari sama2 belajar bu, saya juga terinpirasi oleh bu Saida yang rajin menulis..
    Menulis bisa menjadi cara mengungkapkan perasaan saat kita tak bisa bercerita pada seseorang...
    Dengan mengingkapkan dalam bentuk tulisan, hati menjadi lebih lega hehhee 💕💕💕

    BalasHapus