Minggu, 09 Maret 2025

Kejutan Manis di hari Sabtu

 

Karya: Gutamining Saida

Sabtu tanggal 8 Maret 2025, hari yang cerah dan hangat. Seperti biasa saya menghabiskan pagi dengan kegiatan rutin di sekolah. Hari itu terasa sedikit berbeda ada semacam firasat yang sulit dijelaskan. Suara motor kurir terdengar mendekat, berhenti tepat di depan gerbang rumah. Seorang kurir datang membawa sebuah paket yang diterima anak bungsuku. Dia memberitahuku bila dapat kiriman dari seorang kurir.

Rasa penasaran langsung menyergap. Saya jarang sekali berbelanja online.  Dengan hati-hati, saya menerima paket dari anak bungsuku. Saya mulai membolak-baliknya, mencari nama pengirim. Rasa bingung semakin bertambah karena tidak menemukan nama yang familiar. Setelah beberapa saat, akhirnya mata saya menangkap sebuah nama. Nama putri sulung saya.

"Anakku yang pertama?" gumam saya dalam hati. "Tapi, kenapa dia mengirim paket? Bulan ini tidak ada momen spesial, bukan ulang tahun bukan hari ibu juga bukan hari istimewa lainnya."

Kebingungan bercampur rasa penasaran membuat saya segera membuka paket tersebut. Paket berukuran panjang 30 cm sedang lebar 15 cm. Kurobek bungkusnya, di dalamnya terdapat sebuah bantal duduk yang tampak nyaman dan empuk. Sebuah senyuman langsung menghiasi wajah saya. Meskipun sederhana, hadiah ini terasa sangat istimewa.

Rasa syukur langsung membanjiri hati saya. Allah Subhanahu Wata’alla selalu memberikan rezeki yang tak terduga. Melalui cara yang paling sederhana. Hadiah ini terasa seperti berkah di bulan yang suci ini. Saya merenung, mungkin ini adalah cara Allah Subhanahu Wata’alla mengabulkan doa-doa kecil yang sering saya panjatkan.

Saya teringat akan putri sulung saya. Dia adalah sosok yang perhatian dan penuh kasih sayang. Meskipun jarang bertemu karena kesibukan dan tempat tinggalnya jauh berada di kota Tegal. Dia selalu berusaha menunjukkan perhatiannya. Hadiah ini adalah salah satu bentuk perhatiannya yang membuat hati saya terharu.

Bantal duduk ini bukan sekadar benda mati. Ini adalah simbol cinta dan perhatian dari seorang anak kepada uminya. Setiap kali saya duduk di atasnya, saya akan teringat akan kebaikan hatinya. Saya membayangkan betapa bahagianya dia saat memilih dan mengirimkan hadiah ini.

Saya berdoa kepada Allah Subhanahu Wata’alla agar kebaikan putri saya selalu dilimpahkan dengan kebaikan yang berlipat ganda. Semoga dia dan keluarganya selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan dan keberkahan dalam hidup. Semoga setiap langkahnya selalu dilindungi dan diridhoi oleh Allah Subhanahu Wata’alla.

Hadiah ini juga mengingatkan saya akan pentingnya bersyukur atas setiap rezeki yang diberikan Allah Subhanahu Wata’alla. Terkadang, kita terlalu fokus pada hal-hal besar.  Kita melupakan nikmat-nikmat kecil yang sebenarnya sangat berharga. Bantal duduk ini adalah salah satu nikmat kecil yang memberikan kebahagiaan besar bagi saya.

Saya juga belajar bahwa cinta dan perhatian tidak selalu diukur dari materi. Sebuah hadiah sederhana yang diberikan dengan tulus dapat memiliki makna yang jauh lebih dalam. Ini adalah pelajaran berharga yang akan selalu saya ingat.

Kali ini saya tidak hanya menerima sebuah bantal duduk, tetapi juga sebuah pelajaran tentang cinta, syukur, dan kebahagiaan. Saya merasa sangat beruntung memiliki putri yang begitu perhatian dan penuh kasih sayang. Semoga Allah Subhanahu Wata’alla. selalu menjaga dan melindungi keluarga kami.

Saya berharap cerita ini dapat menginspirasi orang lain.  Untuk selalu bersyukur atas setiap rezeki yang diberikan Allah Subhanahu Wata’alla sekecil apapun itu. Jangan pernah lupakan orang-orang yang kita cintai dan tunjukkanlah cinta dan perhatian kita kepada mereka. Karena cinta dan perhatian adalah hadiah terindah yang bisa kita berikan.

Cepu, 10 Maret 2025


Tidak ada komentar:

Posting Komentar