Karya: Gutamining saida
Saat membuka layar telepon genggam, saya melihat sebuah pesan masuk dari Pak Gun. Sapaan sederhana, tetapi terasa istimewa. Diawali dengan salam yang penuh doa. Kemudian disusul sebuah video sore kemarin. Hati saya langsung terasa hangat. Bukan sekadar video biasa. Satu bentuk motivasi sekaligus pengingat. Saya agar terus berusaha menjaga kesehatan dan belajar melawan rasa takut.
Saya tersenyum melihat vidio. Kita bertahan hidup bukan hanya obat atau materi, tetapi perhatian dan kepedulian dari sesama. Islam mengajarkan bahwa salam adalah doa. Saat seseorang mengucapkan salam, sesungguhnya ia sedang mendoakan keselamatan, rahmat, dan keberkahan bagi saudaranya. Pagi itu saya merasa mendapatkan energi baru.
Beberapa bulan terakhir, hidup saya memang mengalami perubahan. Berawal dari rasa takut terhadap air. Trauma itu masih jelas tersimpan di ingatan. Dahulu saya pernah tenggelam karena tidak memiliki ilmu renang. Peristiwa itu membuat hati saya ciut setiap melihat kolam. Air bagi sebagian orang menjadi tempat bermain dan olahraga.
Allah menghadirkan jalan yang tidak pernah saya duga. Melalui terapi renang dan bimbingan Pak Gun, saya mulai belajar. Awalnya sulit. Berdiri di pinggir kolam saja rasanya sudah penuh perjuangan. Kaki terasa berat melangkah, napas menjadi tidak tenang, dan pikiran dipenuhi keraguan. Pak Gun selalu memberi semangat dengan sabar.
Beliau tidak hanya mengajarkan teknik renang, melainkan juga menanamkan ketenangan hati. Saya masih ingat nasihat beliau bahwa tubuh harus rileks, pikiran harus tenang, dan hati jangan dipenuhi ketakutan. Air tidak selalu menjadi musuh. ri dengan benar, Tubuh justru dapat menyatu dengan air secara alami.
Saya mulai latihan pernapasan, berjalan di kolam dangkal, mengatur gerak tangan dan kaki, hingga belajar mengapung. Setiap gerakan kecil terasa seperti kemenangan besar. Saya mencoba mengingat bahwa Allah tidak akan membebani hamba-Nya di luar kemampuan.
Setelah berjalan beberapa bulan, saya merasakan perkembangan yang luar biasa. Walaupun hasilnya belum maksimal. Kini perubahan dalam diri sudah sangat terasa. Dulu takut mendekati kolam, sekarang sudah berani masuk dan praktik gerakan. Dulu tubuh terasa tegang, kini perlahan lebih lentur dan nyaman bergerak di air.
Yang paling saya syukuri bukan hanya kemampuan renangnya, melainkan perubahan hati dan kesehatan. Saya merasa lebih bahagia. Ada rasa senang yang sulit dijelaskan ketika berhasil melakukan gerakan kecil. Tubuh terasa lebih segar dan sehat. Gerak renang melatih pernapasan, melenturkan otot, dan membuat pikiran lebih rileks.
Air diciptakan-Nya ternyata bukan hanya untuk diminum atau kebutuhan hidup. Ia menjadi sarana terapi dan kesehatan. Betapa luas nikmat Allah yang kadang tidak kita sadari. Rasa takut yang dahulu saya anggap beban, perlahan berubah menjadi jalan pembelajaran diri.
Saya belajar umur manusia harus diisi dengan ikhtiar menjaga kesehatan. Sehat adalah nikmat yang mahal. Orang baru menyadari berharganya kesehatan setelah sakit datang. Terapi renang menjadi salah satu bentuk syukur saya kepada Allah atas tubuh yang masih diberi kemampuan bergerak.
Setiap selesai latihan, hati terasa damai. Pikiran yang penat seperti ikut larut bersama gerakan air. Saya merasa lebih dekat dengan rasa sabar dan syukur. Saya membayangkan, seandainya saya memilih terus tenggelam dalam trauma, mungkin saya tidak akan pernah merasakan kebahagiaan seperti sekarang.
Saya semakin yakin bahwa setiap kesulitan pasti ada jalan keluar. Trauma bisa perlahan sembuh jika dibarengi niat, usaha, doa, dan dukungan dari orang-orang baik. Saya percaya Allah Subhanahu Wata'alla tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang mau berusaha.
Terapi renang ini bukan hanya membuat tubuh lebih sehat,.Ia membuat hati lebih hidup. Saya belajar berani, belajar percaya diri, belajar bersyukur, dan belajar menikmati proses sedikit demi sedikit. Walaupun belum sempurna, saya tetap bersyukur atas setiap perkembangan yang ada. Menurut pak Gun, semua ini perlu proses bukan bim salabim.
Semoga Allah selalu memberikan kesehatan kepada Pak Gun yang telah sabar membimbing dan menebarkan semangat kebaikan. Semoga ilmu yang diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya. Semoga saya tetap istiqamah menjaga kesehatan, melatih diri, serta terus mendekatkan hati kepada Allah Subhanahu Wata'alla dalam setiap langkah kehidupan.
Cepu, 25 Mei 2026
Tidak ada komentar:
Posting Komentar