SMPN 3 Cepu hari Selasa 04
Februari 2025 ada kegiatan sosialisasi dari Puskesmas Cepu. Semua siswa kelas tujuh sampai sembilan mengikuti sosialisasi tentang bahaya
seks bebas. Pertama pembukaan oleh pembawa acara. Selanjutnya sambutan oleh
bapak Kepala Sekolah yaitu Bapak Suyitno, S. Pd, M.Pd
Mereka duduk di indoor dengan
penuh perhatian mendengarkan pemaparan dari Bu Dr. Fita, seorang narasumber dari
puskesmas. "Remaja adalah masa yang penuh perubahan," kata Bu Dr.
Fita. "Di masa ini, pertubuhan kalian mulai berkembang, emosi meningkat,
dan rasa ingin tahu semakin besar. Tapi ingat, setiap pilihan yang kalian buat
hari ini akan menentukan masa depan kalian."
Ia kemudian menjelaskan
tanda-tanda pubertas. Bagi perempuan, pubertas ditandai dengan menstruasi,
pertumbuhan payudara, tumbuhnya rambut di ketiak dan area kemaluan, serta
munculnya jerawat. Sedangkan bagi laki-laki, perubahan postur tubuh,
membesarnya buah zakar dan penis, serta tumbuhnya rambut di beberapa area tubuh
menjadi ciri khasnya.
Ada tantangan besar di masa
pubertas," lanjutnya. "Salah satunya adalah pengaruh pergaulan yang
bisa membawa kalian ke jalan yang salah, termasuk seks bebas."
Bu Dr. Fita kemudian menunjukkan
data mengkhawatirkan tentang kehamilan di luar nikah dan penyakit menular
seksual seperti HIV/AIDS, gonore, dan sifilis. "Siapa korban terbesar dari
pergaulan bebas?" "Perempuan," jawabnya
"Perempuan lebih rentan
mengalami dampak buruk, seperti kehamilan yang tidak diinginkan, kesehatan
fisik terganggu, bahkan stigma sosial yang merusak masa depan mereka."
Dr. Fita melanjutkan dengan
menjelaskan dampak bagi bayi yang lahir dari ibu yang belum siap secara fisik
dan mental. "Bayi bisa mengalami berat badan rendah, cacat lahir,
pertumbuhan yang buruk hingga mengalami stunting, dan bahkan memiliki IQ yang
lebih rendah. Sedangkan bagi ibu muda, risiko diabetes, stres, dan tekanan
sosial semakin tinggi."
Dilanjutkan sesi tanya jawab.
Pada sesi ini banyak siswa mengangkat tangan sebagai tanda untuk memberikan
pertanyaan baik siswa laki maupun perempuan. Pertanyaan dari mereka diantaranya
adalah “Bagaimana cara mencegah penyakit menular seksual?"
Bu Dr. Fita tersenyum dan
menjawab, "Ada tiga cara utama. Pertama, kuatkan pondasi agama. Agama
mengajarkan kita tentang batasan dalam pergaulan dan pentingnya menjaga
kehormatan diri. Kedua, pererat hubungan dengan keluarga. Jika kalian merasa
dicintai dan didukung, kalian tidak akan mudah terjerumus dalam lingkungan yang
salah. Ketiga, fokuslah pada pendidikan dan prestasi. Dengan begitu, kalian
punya tujuan yang lebih besar dalam hidup dan tidak mudah tergoda untuk
melakukan hal yang berisiko."
Sesi tanya jawab berlanjut,
hingga akhirnya acara sosialisasi ditutup dengan pesan dari bu Dr Fita.
"Jadilah generasi yang bertanggung jawab, yang memilih jalan yang baik
untuk masa depan yang lebih cerah," katanya.
Pagi itu, setelah acara selesai siswa
menuju kelas masing-masing dengan pemikiran baru. Mereka mulai memahami bahwa
menjaga diri bukan sekadar soal aturan, tapi juga tentang menghormati masa
depan mereka sendiri.
Cepu, 4 Februari 2025

Tidak ada komentar:
Posting Komentar