Karya: Gutamining Saida
Hari Sabtu menjadi hari yang penuh makna meskipun saya tidak berada di tepi kolam renang. Seperti biasanya, Pak Gun menyapa seluruh anggota grup melalui beberapa pesan yang sederhana.Kalimat-kalimat yang beliau tuliskan seakan menjadi suntikan energi bagi siapa saja yang membacanya. Tidak ada kata-kata yang berlebihan, tetapi setiap pesan mengandung kepedulian yang tulus agar seluruh anggota tetap menjadikan kesehatan sebagai prioritas utama.
Beliau mengingatkan bahwa kesehatan bukanlah sesuatu yang datang begitu saja. Tubuh yang sehat merupakan hasil dari kebiasaan baik yang dilakukan secara terus-menerus. Salah satunya adalah olahraga renang. Menurut beliau, renang merupakan olahraga yang melibatkan hampir seluruh bagian tubuh. Saat berenang, otot-otot bekerja, persendian bergerak, tulang menjadi lebih kuat, jantung memompa darah dengan lebih baik, dan paru-paru dilatih untuk mengatur pernapasan secara optimal. Semua organ tubuh saling bekerja sama sehingga memberikan manfaat yang luar biasa bagi kesehatan.
Saya membaca setiap kalimat yang beliau kirimkan dengan perlahan. Rasanya seperti sedang mendengarkan seorang guru yang sedang memberikan nasihat kepada murid-muridnya. Tidak hanya menjelaskan manfaat fisik, Pak Gun juga membagikan pengetahuan tentang dampak renang terhadap kesehatan mental. Beliau menuliskan bahwa setelah berenang, pikiran akan terasa lebih segar, hati menjadi lebih tenang, dan perasaan menjadi lebih nyaman. Aktivitas di dalam air mampu mengurangi beban pikiran yang selama ini menumpuk akibat rutinitas pekerjaan maupun berbagai persoalan kehidupan.
Saya mengangguk dalam hati karena apa yang beliau sampaikan benar adanya. Saya pernah merasakan sendiri bagaimana setiap selesai berenang tubuh terasa ringan. Nafas menjadi lebih lega, langkah terasa lebih mantap, bahkan tidur pada malam harinya menjadi lebih nyenyak. Renang bukan hanya sekadar menggerakkan tubuh, tetapi juga menjadi terapi bagi pikiran yang lelah.
Pak Gun kembali mengingatkan bahwa olahraga tidak boleh dilakukan hanya ketika sedang bersemangat saja. Kuncinya adalah rutin dan berkesinambungan. Hasil yang baik tidak diperoleh dari satu atau dua kali latihan, tetapi dari kebiasaan yang terus dipelihara. Sedikit demi sedikit, tubuh akan beradaptasi dan menjadi semakin sehat. Pesan itu terasa sangat dalam. Banyak orang memiliki niat untuk hidup sehat, tetapi tidak sedikit pula yang berhenti di tengah jalan karena kesibukan, rasa malas, atau berbagai alasan lainnya.
Di antara pesan-pesan yang beliau kirimkan, terdapat sebuah semboyan yang sangat akrab di telinga saya, yaitu, "Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat." Kalimat sederhana itu langsung membawa pikiran saya melayang jauh ke masa kecil.
Ketika masih duduk di bangku Sekolah Dasar, semboyan tersebut tertulis besar di dinding kelas. Setiap hari kami melihatnya. Guru-guru sering mengingatkan agar kami rajin berolahraga, menjaga kebersihan, dan mengonsumsi makanan bergizi. Saat itu mungkin saya belum memahami maknanya secara utuh. Kalimat itu hanya saya baca berulang-ulang tanpa benar-benar meresap ke dalam hati.
Kini, setelah bertambah usia dan mengalami berbagai perjalanan kehidupan, saya baru benar-benar memahami makna semboyan tersebut. Tubuh yang sehat bukan hanya membuat seseorang mampu bekerja lebih produktif, tetapi juga membantu menjaga kestabilan emosi, ketenangan hati, dan kejernihan pikiran. Ketika tubuh terasa bugar, seseorang lebih mudah bersyukur, lebih sabar menghadapi tantangan, dan lebih siap menjalani aktivitas sehari-hari.
Sebaliknya, ketika kesehatan mulai menurun, banyak aktivitas menjadi terbatas. Hal-hal sederhana yang dahulu mudah dilakukan kini memerlukan tenaga dan perjuangan lebih besar. Pengalaman itulah yang membuat saya semakin menghargai nikmat sehat sebagai salah satu karunia terbesar dari Allah Subhanahu Wata'alla.
Menjelang sore, Pak Gun kembali membagikan beberapa vidio dan aktivitas latihan renang bersama para ibu yang hadir di kolam. Wajah-wajah mereka tampak ceria. Ada yang sedang melakukan pemanasan, ada yang berlatih teknik pernapasan, dan ada pula yang berenang dengan penuh semangat. Melihat kebersamaan mereka, hati saya tiba-tiba dipenuhi rasa rindu.
Sudah cukup lama saya tidak hadir di kolam. Berbagai kesibukan dan kondisi kesehatan membuat frekuensi latihan saya berkurang. Padahal, dulu menjadi tempat yang selalu saya nantikan setiap akhir pekan. Di sana saya tidak hanya belajar teknik berenang, tetapi juga belajar tentang disiplin, keberanian, kesabaran, dan semangat pantang menyerah.
Kolam bukan sekadar tempat berolahraga. Kolam renang adalah ruang belajar kehidupan. Di sanalah saya belajar bahwa untuk bisa mengapung diperlukan ketenangan, bukan kepanikan. Untuk dapat melaju lebih cepat dibutuhkan teknik yang benar, bukan hanya tenaga yang besar. Begitu pula dalam kehidupan. Tidak semua persoalan dapat diselesaikan dengan kekuatan semata. Kadang kita membutuhkan ketenangan, kesabaran, dan strategi yang tepat.
Perasaan rindu itu akhirnya mendorong saya untuk ikut menyapa di grup. Saya menuliskan komentar singkat, "Kangen ke kolam nich!"
Tidak lama kemudian, Pak Gun langsung membalas dengan penuh semangat.
"Ayo besok datang, Bu."
Ajakan itu terasa sederhana. Saya merasakan perhatian seorang pelatih peduli terhadap kesehatan setiap anggotanya. Beliau tidak pernah memaksa, tetapi selalu mengajak dengan penuh kehangatan.
Saya pun menjawab singkat, "Insya Allah."
Dua kata itu menjadi sebuah doa sekaligus komitmen dalam hati. Saya berharap benar-benar dapat kembali ke kolam, kembali merasakan segarnya air yang menyentuh tubuh, kembali melatih napas, menggerakkan otot-otot yang mulai kaku, dan menikmati kebersamaan bersama teman-teman seperjuangan.
Saya menyadari bahwa menjaga kesehatan bukan hanya tanggung jawab tenaga medis atau pelatih olahraga. Menjaga kesehatan adalah tanggung jawab setiap individu sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Subhanahu Wata'alla atas amanah tubuh yang telah diberikan. Tubuh yang sehat memungkinkan kita beribadah dengan lebih khusyuk, bekerja dengan lebih optimal, mengajar dengan penuh semangat, serta membersamai keluarga dengan hati yang bahagia.
Sebuah pesan singkat di grup ternyata mampu membangkitkan kembali semangat yang sempat meredup. Terkadang motivasi tidak selalu datang melalui seminar besar atau buku-buku tebal. Sebuah sapaan yang tulus, ajakan sederhana, dan perhatian dari seorang pelatih dapat menjadi pengingat bahwa kesehatan adalah investasi sepanjang hayat.
Semoga kerinduan ini benar-benar berubah menjadi langkah nyata. Sesungguhnya, tubuh yang sehat adalah kendaraan terbaik untuk menebar manfaat, berkarya, beribadah, dan menjalani kehidupan dengan penuh rasa syukur. Sehat bukanlah tujuan akhir, melainkan bekal agar setiap langkah kita semakin bermakna dan semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Aamiin
Cepu, 11 Januari 2026
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar