Minggu, 12 Juli 2026

Hanya Bertiga

Karya: Gutamining Saida 
Tanggal 9 Juli 2026 menjadi hari yang begitu istimewa dalam perjalanan hidup saya. Bukan karena kami mengunjungi tempat yang mewah atau menikmati hidangan yang mahal, melainkan karena Allah Subhanahu Wata'alla mempertemukan kami bertiga sebagai saudara kandung tanpa disibukkan oleh peran masing-masing sebagai orang tua, suami, ataupun istri.

Momen seperti ini ternyata sangat langka. Sejak kami membangun rumah tangga masing-masing, hampir tidak pernah lagi kami pergi bersama hanya bertiga atau berempat. Biasanya setiap pertemuan selalu diwarnai dengan kehadiran anak-anak, pasangan, atau kesibukan lain yang membuat perhatian terbagi. 

Kali ini Allah Subhanahu Wata'alla memberikan kesempatan yang berbeda. Kesempatan untuk kembali menjadi kakak dan adik, sebagaimana dahulu saat kami masih kecil. Perjalanan hari itu membawa hati saya melayang jauh ke masa lalu. Masa ketika kami tinggal dalam satu rumah, makan bersama di meja sederhana, saling bercanda, sesekali bertengkar karena hal-hal kecil, lalu berbaikan tanpa menyimpan dendam. Betapa indahnya masa itu. Saat itu kami belum mengenal beratnya tanggung jawab kehidupan. Yang kami tahu hanyalah bermain, belajar, membantu orang tua, dan tumbuh bersama.

Kini waktu telah membawa kami ke jalan kehidupan masing-masing. Rambut mulai memutih, usia terus bertambah, dan tanggung jawab semakin besar. Di hadapan saudara kandung, ternyata kami masih bisa kembali menjadi diri sendiri. Tidak ada kepura-puraan. Tidak ada jaim. Yang ada hanyalah ketulusan hati. Kami menikmati hidangan sambil berbincang panjang. Obrolan mengalir begitu saja. Sesekali diselingi tawa ketika mengenang kenakalan masa kecil. 

Kadang mata berkaca-kaca saat mengingat perjuangan kedua orang tua yang telah membesarkan kami dengan penuh kasih sayang. Mereka tidak meninggalkan harta yang melimpah, tetapi mereka mewariskan sesuatu yang jauh lebih berharga, yaitu kasih sayang, persaudaraan, dan nilai-nilai keimanan. Alangkah besar nikmat yang Allah berikan melalui pertemuan sederhana ini. Benarlah firman Allah bahwa jika kita menghitung nikmat-Nya, niscaya kita tidak akan mampu menghitungnya. Salah satu nikmat terbesar adalah masih diberi kesempatan berkumpul bersama saudara dalam keadaan sehat.

Mungkin selama ini kami terlalu sibuk mengejar berbagai urusan dunia. Kesibukan pekerjaan, keluarga, dan berbagai tanggung jawab sering kali membuat waktu untuk sekadar berbincang menjadi sangat terbatas. Padahal, kebersamaan seperti inilah yang sebenarnya menguatkan hati. Pertemuan ini seakan menjadi pengingat bahwa hubungan persaudaraan harus terus dirawat.

Rasulullah, mengajarkan pentingnya menjaga tali silaturahmi. Orang yang menyambung silaturahmi akan dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya dalam keberkahan. Kalimat itu terasa begitu nyata ketika kami duduk bersama. Tidak ada pembicaraan yang rumit. Hanya cerita kehidupan, doa, harapan, dan rasa syukur yang memenuhi suasana.

Saya semakin menyadari bahwa usia adalah rahasia Allah. Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan kesempatan berkumpul seperti ini akan datang lagi. Karena itu, setiap detik kebersamaan terasa sangat berharga. Kami saling mendengarkan dengan hati, bukan sekadar mendengar dengan telinga. Kami saling menguatkan, saling mendoakan, dan saling mengingatkan agar tetap berjalan di jalan yang diridai Allah.

Di sela-sela obrolan, terselip harapan sederhana. Semoga suatu hari nanti kami dapat berkumpul kembali dalam formasi lengkap berempat. Duduk dalam satu meja, menikmati makanan bersama, bercengkerama tanpa diburu waktu. Harapan itu mungkin sederhana, tetapi bagi saya nilainya begitu besar. Sebab kebahagiaan sejati tidak selalu berasal dari kemewahan, melainkan dari hadirnya orang-orang tercinta yang dipersatukan oleh kasih sayang.

Saya percaya bahwa keluarga adalah salah satu amanah terbesar dari Allah. Saudara kandung adalah karunia yang tidak bisa dipilih, tetapi diberikan langsung oleh-Nya. Karena itu, menjaga hubungan baik dengan saudara merupakan bentuk syukur atas nikmat yang telah Allah titipkan. Sebelum berpisah, kami saling mendoakan. 

Semoga Allah senantiasa menjaga kesehatan kami, melimpahkan keberkahan rezeki, menguatkan iman, memudahkan segala urusan, serta menjaga anak-anak dan keluarga kami. Semoga kedua orang tua kami, apa pun keadaan mereka, selalu berada dalam limpahan rahmat dan kasih sayang Allah. Saya pun berdoa agar Allah terus menjaga ikatan persaudaraan kami hingga akhir hayat. Jangan biarkan kesibukan dunia memutus tali kasih yang telah terjalin sejak kecil. Semoga setiap langkah kami menjadi jalan menuju rida-Nya.

Semoga Allah mempertemukan kami kembali dalam keadaan sehat, penuh kebahagiaan, dan lebih lengkap. Tidak hanya berkumpul di dunia, tetapi kelak dipertemukan kembali di surga-Nya bersama orang-orang yang kami cintai. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
Cepu, 13 Juli 2026 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar