Karya: Gutamining Saida
Tangkuban Perahu adalah gunung berapi yang terletak di dekat Bandung, tepatnya di wilayah Lembang. Nama "Tangkuban Perahu" berasal dari bentuk gunung yang menyerupai perahu terbalik. Gunung ini sangat terkenal karena berkaitan dengan legenda rakyat Sunda tentang Sangkuriang dan Dayang Sumbi.
Kisah Sangkuriang dan Dayang Sumbi. Konon dahulu hiduplah seorang putri cantik bernama Dayang Sumbi. Ia memiliki seorang anak laki-laki bernama Sangkuriang. Suatu hari, karena sebuah kesalahpahaman, Sangkuriang membunuh anjing kesayangannya yang bernama Tumang, padahal Tumang sebenarnya adalah ayahnya yang mendapat kutukan.
Dayang Sumbi sangat marah hingga mengusir Sangkuriang. Bertahun-tahun kemudian, Sangkuriang tumbuh menjadi pemuda gagah dan tanpa sengaja bertemu kembali dengan Dayang Sumbi. Karena tetap awet muda, Dayang Sumbi tidak dikenali sebagai ibunya. Keduanya saling jatuh cinta dan berencana menikah.
Menjelang pernikahan, Dayang Sumbi menyadari bahwa pemuda itu adalah anaknya sendiri. Untuk menggagalkan pernikahan, ia mengajukan syarat yang sangat sulit: Sangkuriang harus membuat sebuah danau dan sebuah perahu besar dalam satu malam.
Dengan kesaktiannya, Sangkuriang hampir berhasil. Dayang Sumbi lalu meminta bantuan kepada Yang Maha Kuasa dan membuat suasana seolah-olah fajar telah tiba. Merasa gagal dan marah, Sangkuriang menendang perahu yang sedang dibuatnya hingga terbalik. Perahu itulah yang dipercaya menjadi Gunung Tangkuban Perahu.
Manusia boleh berusaha sekuat tenaga, tetapi hasil akhirnya tetap berada dalam kehendak Allah Subhanahu Wata'alla. Kejujuran dan keterbukaan dalam keluarga sangat penting agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Saat berkunjung ke Tangkuban Perahu, kita tidak hanya menikmati keindahan alam ciptaan Allah Subhanahu Wata'alla, tetapi juga dapat merenungkan betapa kecilnya manusia di hadapan kekuasaan-Nya. Gunung, kawah, dan hamparan alam yang indah menjadi tanda kebesaran Allah Subhanahu Wata'alla yang patut disyukuri dan dijaga kelestariannya.
Cepu, 18 Juni 2026

Tidak ada komentar:
Posting Komentar