Minggu, 07 Juni 2026

Senin Berkarya


Karya : Gutamining Saida 
Senin pagi selalu memiliki nuansa tersendiri. Setelah libur akhir pekan, banyak orang kembali disibukkan dengan berbagai aktivitas. Ada yang berangkat bekerja, ada yang berangkat sekolah, ada pula yang memulai hari dengan berbagai tugas dan tanggung jawab yang menanti. Senin pagi terasa berbeda bagi saya. Sebuah sapaan sederhana dari Pak Gun di grup Swimming Squad 2 yang membuka mata dan hati saya tentang banyak hal dalam kehidupan.

Ponsel berbunyi menandakan ada pesan masuk. Rasa penasaran muncul, saya raih handphone dan melihatnya. Di sana tampak sapaan hangat dari Pak Gun yang selalu penuh semangat. Tidak hanya mengucapkan selamat pagi, beliau juga menyisipkan pesan-pesan sederhana yang mengandung arti mendalam tentang kesehatan, persahabatan, rasa syukur, dan pentingnya menjaga hati.
Bagi sebagian orang, mungkin pesan seperti itu hanyalah sapaan biasa. Bagi saya, setiap kalimat yang beliau tuliskan sering kali menjadi bahan renungan. Ada nilai kehidupan yang tersimpan di balik kata-kata sederhana tersebut. Saya menyadari bahwa Allah Subhanahu Wata'alla sering menghadirkan pelajaran melalui berbagai perantara.
Tidak selalu melalui ceramah di mimbar, tidak selalu melalui buku-buku tebal, tetapi bisa melalui percakapan ringan, candaan, bahkan pesan singkat di grup WhatsApp.

Saya bersyukur dipertemukan dengan orang-orang baik seperti Pak Gun dan teman-teman di Swimming Squad 2. Pertemuan itu terlihat biasa di mata manusia, tetapi sesungguhnya merupakan bagian dari takdir Allah Subhanahu Wata'alla yang penuh hikmah. Bukankah Rasulullah mengajarkan bahwa seseorang akan dipengaruhi oleh teman dekatnya? Karena itu, memiliki lingkungan yang positif merupakan nikmat yang patut disyukuri.

Selama mengikuti terapi dan latihan renang bersama Pak Gun, saya tidak hanya belajar tentang teknik berenang. Saya juga belajar tentang kehidupan. Air kolam yang tampak tenang sering menjadi sarana untuk memahami makna kesabaran. Gerakan meluncur mengajarkan pentingnya fokus. Mengapung mengajarkan tentang keyakinan dan ketenangan hati.  Ketika seseorang tenggelam karena panik, di situ terdapat pelajaran bahwa rasa takut yang berlebihan sering kali menjadi penyebab kegagalan.

Tidak jarang Pak Gun mengirimkan video latihan yang disertai penjelasan singkat. Kadang beliau mengirim foto kegiatan bersama teman-teman. Sekilas tampak sederhana, tetapi bagi saya semua itu sering menjadi sumber inspirasi. Dari sebuah foto, saya dapat melihat kebersamaan. Dari sebuah video, saya menemukan pelajaran tentang kerja sama. Dari sebuah percakapan ringan, saya menemukan hikmah yang dapat direnungkan.

Menariknya, berbagai kiriman tersebut sering berubah menjadi ide tulisan. Ketika melihat teman-teman saling membantu di kolam renang, saya teringat pentingnya persaudaraan. Saat melihat seseorang berusaha mengatasi rasa takut terhadap air, saya teringat bahwa kehidupan juga penuh dengan tantangan yang harus dihadapi dengan keberanian dan tawakal kepada Allah Subhanahu Wata'alla . Dari sana lahirlah berbagai cerita yang kemudian saya tuliskan.
Menulis bagi saya bukan sekadar merangkai kata. Menulis adalah cara mengabadikan pelajaran hidup agar tidak mudah terlupakan. Menulis juga menjadi sarana berbagi manfaat kepada orang lain. 
Rasulullah, mengajarkan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Saya berharap tulisan-tulisan sederhana yang lahir dari pengalaman sehari-hari dapat memberikan manfaat, meskipun hanya sedikit.

Alhamdulillah, ada beberapa teman yang berkenan membaca tulisan-tulisan tersebut. Mereka menikmati cerita yang saya bagikan. Kadang ada yang memberikan tanggapan, ada yang mengirim pesan pribadi. Ada yang mengatakan bahwa cerita itu mengingatkan mereka pada pengalaman hidupnya sendiri. Bagi saya, merupakan kebahagiaan tersendiri.
Saya menyadari bahwa apresiasi sekecil apa pun dapat menjadi penyemangat untuk terus berkarya. Ketika ada yang membaca, berarti ada kesempatan bagi pesan kebaikan untuk sampai kepada hati yang lain. Ketika ada yang mengambil hikmah, berarti tulisan tersebut tidak sia-sia. Semua itu menjadi motivasi bagi saya untuk terus menulis.

Saya menyadari bahwa kemampuan menulis adalah karunia dari Allah Subhanahu Wata'alla. Tidak semua orang memiliki kesempatan, waktu, dan keinginan untuk menuangkan pengalaman hidup ke dalam tulisan. Karena itu, setiap kali menemukan ide baru, saya berusaha mengawalinya dengan rasa syukur. Saya percaya bahwa setiap inspirasi yang datang adalah titipan dari-Nya.
Sering kali saya merenung, betapa banyak nikmat Allah Subhanahu Wata'alla yang hadir melalui jalan-jalan yang tidak pernah kita duga. Siapa sangka sebuah grup renang dapat menjadi tempat belajar kehidupan? Siapa sangka sapaan pagi yang sederhana dapat membuka mata dan hati? Siapa sangka kiriman foto dan video dapat melahirkan tulisan yang menginspirasi?

Semua itu mengajarkan bahwa tidak ada peristiwa yang benar-benar sia-sia. Setiap pertemuan memiliki hikmah. Setiap percakapan memiliki pelajaran. Setiap pengalaman menyimpan makna jika kita mau merenungkannya. Tugas kita hanyalah membuka hati, memperhatikan, lalu mengambil pelajaran dari setiap kejadian yang Allah Subhanahu Wata'alla hadirkan dalam kehidupan.

Senin pagi kembali mengingatkan saya untuk selalu bersyukur. Bersyukur atas kesehatan yang masih diberikan. Bersyukur atas teman-teman yang baik. Bersyukur atas kesempatan untuk terus belajar. Bersyukur atas kemampuan untuk menulis dan berbagi cerita.
Semoga Allah Subhanahu Wata'alla senantiasa menjaga Pak Gun dan seluruh teman-teman Swimming Squad 2 dalam kesehatan, keselamatan, dan keberkahan. Semoga kebersamaan yang terjalin menjadi ladang amal kebaikan. Semoga setiap sapaan, setiap senyuman, setiap pesan, serta setiap tulisan yang lahir dari perjalanan ini dapat menjadi pengingat bahwa hidup akan lebih bermakna ketika diisi dengan kebaikan, rasa syukur, dan keinginan untuk saling menguatkan dalam jalan menuju ridha-Nya.
Cepu, 8 Juni 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar