Karya: Gutamining Saida
Berbagi itu indah. Kalimat tersebut sederhana, memiliki arti yang begitu dalam jika benar-benar direnungi. Banyak orang memaknai berbagi hanya sebatas kepada sesama manusia yaitu memberi kepada yang membutuhkan, membantu teman, atau menyantuni fakir miskin. Padahal, jika hati kita lebih peka, berbagi bisa meluas kepada seluruh makhluk ciptaan Allah Subhanahu Wata'alla, termasuk hewan yang sering kali luput dari perhatian.
Kamis roda motor kami terhenti di sebuah rumah makan sederhana bernama Mekar Sari. Tempatnya tidak terlalu besar, namun terasa teduh dan nyaman. Di beberapa sudut halaman, terdapat kolam yang cukup luas, dihuni oleh ikan-ikan yang begitu cantik. Airnya berwarna hijau, panntulan pepohonan dengan cahaya matahari yang menari di permukaan, seolah mengundang siapa saja untuk mendekat dan memperhatikan kehidupan di dalamnya.
Saya bersama teman duduk sejenak di pinggir kolam. Awalnya hanya ingin melepas lelah, namun pandangan kami tertuju pada ikan-ikan yang berenang dengan lincah. Subhanallah… warna mereka begitu beragam. Ada yang kuning cerah seperti sinar mentari, ada yang oranye menyala, hitam pekat, hingga krem lembut yang menenangkan. Ukurannya pun berbeda-beda yaitu ada yang besar dan tampak dominan, ada yang sedang, dan ada pula yang kecil, berenang gesit di sela-sela yang lebih besar.
Betapa Allah Subhanahu Wata'alla menciptakan makhluk-Nya dengan penuh keindahan dan kesempurnaan. Tidak ada yang sia-sia. Bahkan seekor ikan pun memiliki warna, gerak, dan peran yang begitu indah untuk disaksikan. Saat itulah terlintas keinginan sederhana yaiti berbagi dengan mereka.
Teman membeli satu bungkus pakan ikan yang disediakan di sana. Bukan sesuatu yang besar nilainya, namun cukup untuk membuat hati ini merasa ingin berbagi. Ketika butiran pakan mulai kami taburkan ke permukaan air, seketika suasana berubah. Ikan-ikan yang sebelumnya berenang santai, tiba-tiba bergerak cepat mendekat. Mereka datang dari berbagai arah, seolah telah mengetahui bahwa rezeki sedang diturunkan untuk mereka.
Subhanallah… pemandangan itu begitu menggetarkan hati. Ikan-ikan itu saling berebut, namun bukan dalam arti permusuhan. Lebih seperti semangat untuk mendapatkan bagian rezeki yang Allah Subhanahu Wata'alla berikan. Air yang tadinya tenang menjadi riuh oleh percikan kecil. Warna-warni tubuh mereka saling berkelindan, menciptakan lukisan hidup yang sangat indah.
Di balik pemandangan itu, hati ini seakan diajak berbicara. Bukankah kita juga seperti ikan-ikan itu? Sama-sama makhluk Allah yang menanti rezeki dari-Nya. Bedanya, kita sering lupa bahwa rezeki itu datang dari Allah, bukan semata hasil usaha kita. Ikan-ikan itu tidak bekerja seperti manusia, namun Allah tetap mencukupi mereka. Mereka hanya bergerak, berusaha, dan Allah Subhanahu Wata'alla yang mengatur segalanya.
Saat melihat mereka berebut pakan, saya teringat bahwa dalam kehidupan manusia pun demikian. Kita berlomba-lomba mencari rezeki, mengejar dunia, terkadang sampai lupa berbagi. Padahal, dengan berbagi, justru rezeki itu tidak berkurang bahkan bisa bertambah, baik secara nyata maupun dalam bentuk keberkahan.
Memberi makan ikan mungkin terlihat sederhana, namun dalam pandangan Allah, bisa jadi itu bernilai ibadah. Rasulullah pernah mengajarkan bahwa berbuat baik kepada hewan pun mendapatkan pahala. Bahkan, ada kisah seseorang yang diampuni dosanya karena memberi minum seekor anjing yang kehausan. Dari sana kita belajar, bahwa kasih sayang kepada makhluk Allah adalah jalan menuju rahmat-Nya.
Saya memandangi ikan-ikan itu lebih lama. Ada yang berhasil mendapatkan pakan, ada yang terlambat dan harus mencari sisa. Namun tidak ada yang menyerah. Mereka tetap berenang, tetap berusaha. Hati ini kembali diingatkan bahwa dalam hidup, kita juga harus terus berikhtiar, namun tetap bersandar kepada Allah Subhanahu Wata'alla.
Teman di samping saya tersenyum, mungkin merasakan hal yang sama. Kami tidak banyak bicara, karena suasana sudah cukup “bercerita.” Kadang, tanpa kata pun, hati bisa saling memahami. Setelah pakan habis, perlahan ikan-ikan itu kembali menyebar. Air kolam kembali tenang, seolah tidak pernah terjadi keramaian sebelumnya. Namun bagi kami, momen itu meninggalkan jejak yang dalam.
Saya menarik napas pelan, lalu dalam hati berdoa, “Ya Allah, jadikanlah kami hamba-Mu yang ringan tangan untuk berbagi. Tidak hanya kepada manusia, tetapi juga kepada seluruh makhluk-Mu. Lembutkan hati kami agar mampu merasakan kehadiran-Mu dalam setiap ciptaan-Mu.”
Perjalanan hari itu terasa berbeda. Kami datang silaturahmi, halal bihalal dan untuk menikmati makan siang. pulang dengan membawa pelajaran. Bahwa berbagi tidak harus menunggu kaya, tidak harus menunggu sempurna. Bahkan dari hal kecil seperti memberi makan ikan, kita bisa belajar tentang keikhlasan, kepedulian, dan keimanan. Pada akhirnya, yang Allah lihat bukan seberapa besar yang kita beri, tetapi seberapa tulus hati kita saat memberi. Jika kita mampu melihatnya dengan hati, maka di mana pun kita berada, selalu ada jalan untuk mendekat kepada-Nya. Berbagi itu indah… dan keindahan itu akan semakin terasa ketika dilakukan karena Allah Subhanahu Wata'alla.
Cepu, 20 April 2026

Tidak ada komentar:
Posting Komentar