Kamis, 15 Januari 2026

Pertemuan Singkat

 


Karya: Gutamining Saida

Kamis siang, langit tampak muram. Awan hitam bergantungan rendah, seolah ikut menunduk menyaksikan perjalanan hidup manusia. Rintik hujan turun perlahan, rimis-rimis kecil yang tidak deras namun cukup membasahi bumi. Dalam suasana seperti itulah saya melangkahkan kaki menuju rumah Bu Peni, sahabat sekaligus teman mengajar sewaktu di SMP Triji. Hati saya terasa berdebar, bukan karena cuaca, melainkan oleh rindu yang lama tersimpan dan harapan akan pertemuan yang telah lama saya niatkan.

Kedatangan saya benar-benar di luar dugaan Bu Peni. Wajahnya yang semula terkejut perlahan berubah menjadi penuh haru. Ia tidak menyangka, di siang yang sendu itu, Allah Subhanahu Wata'alla  mempertemukan kami kembali secara langsung. Bagi Bu Peni, pertemuan ini datang tiba-tiba. Bagi saya, pertemuan ini adalah rencana yang telah lama saya simpan dalam doa. Alhamdulillah, Allah Subhanahu Wata'alla mengizinkan langkah saya sampai di rumahnya, membuka jalan silaturahmi yang sempat terputus oleh jarak, waktu, dan kesibukan masing-masing.

Begitu kami saling berhadapan, hujan rintik-rintik di luar rumah seolah menjadi gambaran hati kami berdua. Tanpa banyak kata, air mata mengalir begitu saja. Tangis itu tidak bisa dicegah, seakan seluruh rindu, lelah, dan kerinduan pada masa lalu tumpah dalam satu waktu. Kami berpelukan erat, meneteskan air mata bersama. Tidak ada yang perlu dijelaskan, karena hati kami saling memahami. Sudah sekian lama kami terpisahkan oleh waktu dan kesibukan, oleh tuntutan kehidupan yang sering kali membuat manusia lupa untuk sekadar berhenti dan menyapa.

Dalam pelukan itu, saya merasakan betapa hangatnya kasih sayang yang Allah Subhanahu Wata'alla titipkan melalui persahabatan. Saya sungguh bahagia, karena Allah Subhanahu Wata'alla masih memberi kesempatan untuk berjumpa, melepas rindu, dan merasakan kembali ikatan yang pernah terjalin erat. Pertemuan ini mengingatkan saya bahwa silaturahmi bukan sekadar pertemuan fisik, melainkan pertemuan hati yang disatukan oleh kehendak Allah Subhanahu Wata'alla .

Setelah air mata mereda, kami duduk berdampingan. Obrolan pun mengalir pelan namun dalam. Kami mengenang masa-masa mengajar bersama di SMP Triji, berbagi cerita tentang murid-murid, tentang perjuangan sebagai pendidik, dan tentang jalan hidup yang ternyata membawa kami ke arah yang berbeda. Dari cerita Bu Peni, saya mendapatkan banyak pelajaran yang sangat berharga, khususnya tentang rezeki yang datang tanpa disangka-sangka dan tentang panggilan Allah Subhanahu Wata'alla kepada hamba-Nya.

Bu Peni bercerita bahwa rezeki tidak selalu berbentuk materi. Terkadang rezeki datang dalam wujud ketenangan hati, kesempatan bertemu orang baik, atau peristiwa yang membuka mata dan hati kita untuk kembali kepada Allah Subhanahu Wata'alla. Ia meyakini bahwa setiap pertemuan, termasuk pertemuan kami siang ini, adalah bagian dari panggilan AllahSubhanahu Wata'alla. Allah Subhanahu Wata'alla memanggil hamba-Nya dengan cara yang lembut, melalui silaturahmi, melalui air mata, dan melalui percakapan yang menyejukkan jiwa.

Masya Allah, ilmu yang saya dapatkan hari ini terasa sangat mahal. Ilmu tersebut tidak bisa dibeli di pasar, tidak bisa ditukar dengan uang sebanyak apa pun. Ilmu itu adalah hikmah kehidupan, yang hanya bisa diperoleh melalui pengalaman, keikhlasan, dan kedekatan kepada Allah Subhanahu Wata'alla . Saya menyadari bahwa Allah Subhanahu Wata'alla sering kali mengajarkan kita lewat orang-orang baik yang Dia pertemukan dalam hidup kita, tanpa kita duga sebelumnya.

Pertemuan dengan Bu Peni menjadi pengingat bagi saya bahwa Allah Maha Mengatur segalanya. Apa yang kita anggap kebetulan, sejatinya adalah rencana Allah Subhanahu Wata'alla yang sudah tertulis dengan rapi. Hujan rintik-rintik siang, air mata yang mengalir, dan pelukan penuh haru adalah bagian dari skenario Ilahi yang mengandung pesan mendalam. Allah Subhanahu Wata'alla ingin mengajarkan tentang syukur, tentang sabar, dan tentang pentingnya menjaga tali silaturahmi.

Saya bersyukur Allah Subhanahu Wata'alla mempertemukan saya dengan orang-orang baik, agar saya bisa mengambil hikmah dan menjadikannya petunjuk dalam menjalani kehidupan selanjutnya. Semoga pertemuan ini menjadi amal kebaikan, memperpanjang silaturahmi, dan menjadi sebab turunnya keberkahan dalam hidup kami masing-masing.

Ya Allah, terima kasih atas pertemuan yang Engkau atur dengan indah. Jadikanlah setiap langkah kami bernilai ibadah, setiap silaturahmi mendatangkan rahmat, dan setiap air mata yang jatuh menjadi penghapus dosa serta penguat iman. Aamiin.

Cepu, 16 Januari 2026







Tidak ada komentar:

Posting Komentar