Karya: Gutamining Saida
Hari Senin, tanggal 12 Januari 2026, menjadi pagi yang istimewa bagi keluarga besar Esmega. Mentari pagi bersinar lembut, seolah ikut menyambut langkah para siswa, guru, dan karyawan yang berbaris rapi di lapangan sekolah. Upacara bendera berjalan khidmat seperti biasa, penuh kedisiplinan dan rasa hormat kepada Sang Merah Putih. Pagi itu ada getar kebahagiaan yang berbeda, terselip di antara barisan dan tatapan mata para peserta upacara.
Setelah rangkaian upacara selesai, tibalah agenda yang dinanti yaitu penyerahan piala pemenang berbagai lomba. Satu per satu piala diangkat, diumumkan, dan diserahkan. Kilau logam piala memantulkan cahaya matahari, seakan menjadi simbol cahaya prestasi yang terus menyinari Esmega. Sekolah ini seolah tidak pernah kehabisan bintang. Hari demi hari, bintang-bintang itu terus menampakkan diri dengan segudang prestasi yang membanggakan.
Prestasi Esmega tidak hanya tumbuh di lingkungan sekolah sendiri. Para siswa berani melangkah keluar dari zona nyaman, menantang diri untuk bersaing di tingkat yang lebih luas. Dari kecamatan, kabupaten, hingga provinsi, nama Esmega terus disebut. Setiap piala bukanlah hasil keberuntungan semata, melainkan buah dari kerja keras, latihan tanpa lelah, dan doa yang tak pernah putus dipanjatkan.
Perjuangan itu tentu tidak mudah. Ada keringat yang menetes, waktu bermain yang dikorbankan, rasa lelah yang harus ditahan, bahkan kegagalan yang sempat menyapa. Semua itu menjadi proses pembentukan karakter. Dalam nilai-nilai religius, setiap usaha yang dilakukan dengan niat baik dan kesungguhan adalah ibadah. Allah tidak pernah menyia-nyiakan jerih payah hamba-Nya.
Wajah-wajah bahagia tampak jelas. Para siswa tersenyum bangga, bukan karena piala semata, tetapi karena usaha mereka dihargai. Guru-guru tersenyum penuh haru, menyaksikan anak didiknya tumbuh dan berani bermimpi besar. Karyawan sekolah pun ikut merasakan kebanggaan, karena mereka adalah bagian dari roda kecil yang ikut menggerakkan keberhasilan besar ini. Semua menyatu dalam rasa syukur yang mendalam.
Upacara pagi itu menjadi pengingat bahwa keberhasilan sejati tidak hanya diukur dari piala dan piagam, tetapi dari akhlak, kejujuran, dan semangat untuk terus berbuat baik.Prestasi yang diraih Esmega hari itu bukanlah garis akhir. Justru sebaliknya, ia adalah titik awal perjalanan panjang di tahun 2026. Upacara Senin ini menjadi langkah pembuka, penanda bahwa perjuangan harus terus dilanjutkan. Dalam setiap langkah ke depan, dibutuhkan kerendahan hati agar tidak terlena, serta keikhlasan agar prestasi tidak melahirkan kesombongan.
Esmega telah menunjukkan bahwa syukur itu diwujudkan dengan terus berusaha menjadi lebih baik, bukan berpuas diri. Setiap prestasi adalah amanah yang harus dijaga dengan sikap dan perilaku yang terpuji. Harapan pun menggema di hati setiap warga sekolah. Semoga Esmega semakin berkibar, tidak hanya dikenal karena prestasinya, tetapi juga karena karakter religius dan budaya positif yang melekat. Semoga para siswa tumbuh menjadi generasi yang cerdas, beriman, dan berakhlak mulia. Semoga para guru senantiasa diberi kekuatan dan keikhlasan dalam mendidik, karena mendidik adalah ladang amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.
Angin berhembus sejuk, seakan membawa doa dan harapan yang melangit. Di lapangan sederhana itu, Esmega kembali meneguhkan langkahnya. Dengan izin Allah, dengan kerja keras dan doa yang menyertai, Esmega akan terus bersinar. Bintang-bintangnya akan terus bertambah, dan cahayanya akan menerangi masa depan yang lebih gemilang.
Cepu, 13 Januari 2026

Tidak ada komentar:
Posting Komentar