Sabtu, 13 Desember 2025

Spot Foto



Karya: Gutamining Saida

Silaturahmi kami ke rumah Bu Nikmah ternyata menghadirkan banyak hal menarik di luar dugaan. Awalnya, niat kami sederhana yaitu menyambung tali persaudaraan, berbincang ringan, dan petik jamur . Namun Allah Subhanahu Wata'alla selalu punya cara indah untuk menghadirkan kebahagiaan melalui hal-hal kecil yang sering luput dari perencanaan.

Di rumah Bu Nikmah, selain suasana yang hangat dan penuh keakraban, kami menemukan sebuah ruangan yang sangat cocok untuk berfoto. Penataannya sederhana, namun terasa nyaman dan estetik. Desainnya bagus dan nuansanya menenangkan. Jika boleh disebut, ruangan itu adalah “spot foto” alami yang tidak dibuat-buat. Bukan seperti studio profesional, tetapi justru itulah daya tariknya.

Begitu masuk ruangan, mata saya dan Bu Isna langsung berbinar. Kami saling berpandangan dan tersenyum, seolah menemukan sesuatu yang selama ini tersembunyi. Suasana mengalir begitu saja. Saya dan Bu Isna memang sama-sama senang berfoto, berbeda dengan Bu Nikmah yang sejak awal sudah tersenyum sambil menggeleng pelan ketika kami ajak ikut berpose.

“Wah, saya tidak usah ikut difoto, Bu,” ujar Bu Nikmah sambil tertawa kecil, Bahkan akhirnya, beliau dengan ikhlas menjadi tukang foto kami berdua. Sebuah peran sederhana, tetapi justru menghadirkan keceriaan tersendiri. Kami pun mulai menikmati momen itu. Dengan berbagai gaya, kami berpose. Kadang tersenyum manis, kadang tertawa lepas, kadang hanya berdiri santai tanpa banyak gaya. Tidak ada tuntutan harus terlihat sempurna. Yang ada hanyalah kejujuran ekspresi. Tawa yang keluar bukan karena ingin terlihat bahagia, tetapi karena memang benar-benar bahagia.

Sesekali kami saling menggoda. “Coba senyumnya jangan terlalu serius, Bu,” kata salah satu dari kami. Atau, “Ini gaya guru yang sedang bebas dari tumpukan raport,” canda yang disambut tawa bersama. Ruangan itu seolah menjadi saksi bahwa kebahagiaan tidak harus direncanakan secara rumit.

Di sela-sela foto, saya teringat pada kesibukan yang sedang kami jalani. Hari-hari ini kami bergelut dengan angka-angka nilai raport. Meneliti, mengoreksi, memastikan setiap nilai adil dan sesuai usaha siswa. Pekerjaan yang membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan sering kali menguras energi. Di tengah kesibukan itulah, kami berusaha menghadirkan jeda yang menyenangkan.

Saya merasa momen foto itu seperti terapi sederhana. Tanpa biaya mahal, tanpa perjalanan jauh. Hanya dengan tawa, kebersamaan, dan hati yang lapang. Saya sadar, menjaga kesehatan mental adalah bagian dari amanah. Guru yang bahagia akan lebih mudah menebarkan kebaikan. Guru yang hatinya ringan akan lebih ikhlas dalam menjalankan tugas.

Bu Nikmah, sebagai tuan rumah, tampak menikmati perannya. Beliau sesekali memberi arahan sederhana, “Nah, yang ini bagus,” atau “Coba agak ke kanan sedikit.” Wajahnya memancarkan ketulusan. Meski tidak ikut difoto, beliau menjadi bagian penting dari kebahagiaan kami berdua. Ada orang yang  menemukan kebahagiaan saat melihat orang lain tersenyum.

Ruangan sederhana milik bu Nikmah menjadi spot foto penuh cerita. Semua terasa seperti rangkaian kecil yang disusun rapi oleh-Nya. Mungkin inilah bentuk rahmat Allah yang sering terlewatkan. Bahwa hiburan tidak selalu datang dari tempat wisata atau acara besar. Kadang ia hadir di rumah seorang teman, dalam bentuk  foto-foto sederhana yang kelak akan menjadi kenangan manis.

Waktu berlalu tanpa terasa. Kami pun bersiap pulang dengan hati yang ringan. Tidak hanya membawa foto di ponsel, tetapi juga membawa semangat baru untuk kembali menyelesaikan tugas-tugas kami. Nilai raport yang menunggu tidak lagi terasa seberat sebelumnya. Hati kami sudah diisi ulang dengan kebahagiaan yang sederhana.

Saya belajar satu hal penting yaitu di sela-sela kesibukan, Allah selalu menyediakan ruang untuk beristirahat, asalkan kita mau berhenti sejenak dan menikmatinya. Silaturahmi, tawa, dan kebersamaan adalah nikmat yang tidak bisa diukur dengan angka, tetapi sangat berharga dalam perhitungan Allah Subhanahu Wata'alla.

Cepu, 14 Desember 2025


Tidak ada komentar:

Posting Komentar