Selasa, 01 April 2025

Cobaan Membawaku Mendekat

Karya : Gutamining Saida 
Manusia hidup di dunia tidak akan pernah terlepas dari ujian dan cobaan. Setiap orang pasti memiliki kisahnya sendiri dalam menghadapi berbagai peristiwa yang mengguncang hati dan perasaan. Demikian juga dengan saya. Ujian demi ujian datang silih berganti, seolah tanpa jeda.  Saya yakin bahwa semua ini adalah bagian dari perjalanan hidup yang telah Allah Subhanahu Wata'ala tetapkan untuk saya. Tidak ada satu pun ujian yang tertukar, karena semuanya telah diukur sesuai dengan kemampuan masing-masing hamba-Nya.

Dulu saya merasa hidup saya cukup nyaman. Kesibukan duniawi begitu menyita waktu dan perhatian. Pagi hingga malam, saya berlarian mengejar kewajiban, memenuhi tugas-tugas dunia yang seolah tak pernah habis. Saya merasa bahagia dengan pencapaian yang saya raih. Tanpa saya sadari, perlahan-lahan saya mulai menjauh dari-Nya. Waktu-waktu yang dahulu sering saya habiskan untuk bermunajat, kini semakin jarang saya lakukan. Sepertiga malam yang dulu menjadi tempat saya mengadu, kini tergantikan oleh lelah yang membawa saya terlelap.

Kemudian, datanglah ujian. Sebuah cobaan yang mengguncang dan menyadarkan saya dari kelalaian. Saya merasa seolah dunia runtuh, dan tidak ada yang bisa saya jadikan tempat bersandar. Saya mencoba mencari solusi dengan kekuatan sendiri, namun semakin saya berusaha, semakin saya merasa terjebak dalam lingkaran yang sama. Saya merasa kehilangan arah, bingung, dan tak berdaya.

Di titik inilah, saya mulai menyadari bahwa saya telah jauh dari Allah Subhanahu Wata'ala. Ujian ini adalah panggilan lembut dari-Nya, mengajak saya kembali mendekat. Saya teringat firman Allah dalam Al-Qur'an:

"Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, 'Kami telah beriman', dan mereka tidak diuji?" (QS. Al-Ankabut: 2)

Saya pun mulai kembali menghidupkan malam-malam saya dengan munajat. Saya menangis di hadapan-Nya, mengadukan segala kesedihan dan ketakutan yang menghantui hati. Saya membaca kembali ayat-ayat-Nya, mencoba menemukan ketenangan dalam kalam suci-Nya. Dan perlahan-lahan, saya mulai merasakan kedamaian yang selama ini hilang. Saya menyadari bahwa ujian ini bukanlah hukuman, melainkan cara Allah untuk mengembalikan saya kepada jalan yang benar.

Sejak saat itu, saya berjanji pada diri sendiri untuk tidak lagi menjauh. Saya ingin selalu dekat dengan-Nya, tidak hanya ketika dalam kesulitan, tetapi juga dalam setiap kebahagiaan yang saya rasakan. Saya ingin menjadikan sepertiga malam sebagai waktu terindah, di mana saya bisa berbicara dengan Allah Subhanahu Wata'ala tanpa gangguan. Saya ingin menjadikan doa sebagai kekuatan utama dalam menghadapi setiap ujian yang datang.

Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya. Justru sering kali, kita sendirilah yang menjauh tanpa sadar. Dia selalu memberikan jalan untuk kembali, entah melalui kesulitan, kehilangan, atau ujian yang menyesakkan. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapi cobaan tersebut. Apakah kita akan tenggelam dalam kesedihan, atau justru menjadikannya sebagai jembatan untuk semakin mendekat kepada-Nya?

Sekarang, saya bersyukur atas setiap ujian yang datang. Saya ridho dengan segala takdir yang telah ditentukan untuk saya. Sebab saya yakin, Allah Subhanahu Wata'ala tidak akan membebani saya di luar kemampuan. Setiap air mata yang jatuh, setiap doa yang terucap, setiap sujud yang dilakukan, semuanya akan menjadi saksi di hadapan-Nya kelak. Saya berdoa agar bisa terus istiqamah, agar tidak kembali terlena dalam kesibukan duniawi yang bisa menjauhkan saya dari-Nya.

Mungkin saat ini, saya belum sepenuhnya pulih dari cobaan yang saya alami. Namun, saya merasa lebih kuat dari sebelumnya. Saya percaya bahwa setelah kesulitan, pasti akan ada kemudahan. Seperti janji Allah Subhanahu Wata'ala dalam Al-Qur'an:

"Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan." (QS. Al-Insyirah: 6)

Saya akan terus melangkah dengan keyakinan bahwa Allah Subhanahu Wata'ala selalu bersama saya. Setiap langkah yang saya ambil, saya ingin selalu dalam ridha-Nya. Saya ingin setiap ujian yang datang tidak lagi menjadi beban, tetapi justru menjadi jalan untuk semakin mendekat kepada-Nya.  Kini saya tersenyum. Bukan karena ujian itu telah usai, tetapi karena saya tahu, saya tidak pernah sendirian dalam menghadapinya. Allah Subhanahu Wata'ala selalu ada, mendengar setiap doa, melihat setiap usaha dan memberikan ketenangan bagi siapa pun yang kembali kepada-Nya dengan hati yang penuh keikhlasan.
Cepu, 2 April 2025 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar