Jumat, 07 Februari 2025

Pengalaman Baru

Karya: Gutamining Saida

Jum’at siang saya mendapatkan pelajaran berharga tentang kemandirian. Biasanya, saya selalu meminta anak saya untuk menemani ke mana-mana, mengantar, bahkan sekadar menunggu saat saya mengurus sesuatu. Kali ini berbeda, walau diatar tapi disuruh masuk sendiri. Anak saya menyarankan agar saya mencoba sendiri, tanpa bergantung padanya. Saya harus masuk ke Bank BCA sendiri. Dia menunggu di tempat parker.

Awalnya saya merasa sedikit ragu. "Apa saya bisa?" pikir saya dalam hati. Selama ini, saya terbiasa dengan sistem lama di mana jika ingin mencetak buku Tabungan hanya menyerahkan buku tersebut kepada petugas bank.  Di bank BCA ada mesin khusus untuk mencetak buku tabungan sendiri. Saya penasaran sekaligus cemas, takut melakukan kesalahan.

Saya melangkah ke dalam bank dengan perasaan campur aduk. Begitu masuk, seorang satpam menyambut saya dengan ramah. Dia tersenyum dan bertanya dengan sopan, "Bisa dibantu, Bu?" Saya menarik napas dan berusaha menjawab dengan percaya diri, "Saya mau print out buku tabungan."

Satpam itu mengangguk dan menunjuk seorang pegawai wanita yang berdiri tak jauh dari sana. "Silakan duduk, Bu. Nanti dibantu oleh Mbaknya." Saya pun duduk di kursi yang disediakan.

Tak lama kemudian, seorang pegawai bank menghampiri saya. Wanita muda itu tersenyum ramah dan bertanya, "Ada yang bisa saya bantu, Bu?" Dengan sedikit ragu, saya menjawab, "Saya mau print buku tabungan."

"Baik, mari silakan saya bantu," katanya sambil mengajak saya menuju sebuah mesin yang terlihat modern. Saya mengikuti langkahnya, merasa seperti seorang siswa yang akan belajar hal baru.

Di depan mesin itu, dia mulai menjelaskan cara menggunakannya. "Ibu cukup memasukkan ATM dan  buku tabungan di sini," katanya sambil menunjuk slot pada mesin. Saya mengangguk dan mencoba memasukkan ATM dan buku tabungan ke dalam mesin.

"Pastikan posisinya benar." lanjutnya sambil membantu saya sedikit merapikan posisi ATM dan buku tabungan agar terbaca dengan baik oleh mesin.

Begitu ATM masuk, layar mesin menyala dan mulai memproses transaksi. Saya melihat dengan takjub bagaimana proses langkah-langkahnya sesuai petunjuk. Tulisan dan angka-angka muncul di layar. Beberapa detik kemudian, terdengar suara mesin bekerja. Buku tabungan mulai bergerak sendiri, mencetak transaksi terbaru yang belum tercatat sebelumnya.

Saya mengamati dengan seksama. "Oh, ternyata begini caranya," gumam saya pelan. Pegawai itu tersenyum. "Iya, Bu. Ini lebih cepat dan praktis. Jadi kalau nanti mau print lagi, Ibu bisa langsung ke sini tanpa perlu antri ke teller."

Saya mengangguk, mulai merasa percaya diri. Mesin itu menyelesaikan tugasnya dalam waktu singkat. Buku tabungan keluar dengan cetakan terbaru. Saya mengambilnya dan mengecek hasilnya. Semua transaksi sudah tercetak rapi di dalamnya. "Sudah selesai. Gampang, kan bu?" kata pegawai itu dengan senyum ramah. Saya tersenyum lebar. "Iya, ternyata mudah. Saya pikir bakal sulit."

Pegawai itu tertawa kecil. "Awalnya terasa baru tapi kalau sudah terbiasa, pasti tidak ada kesulitan." Sebelum berbalik arah, tak lupa saya minta ijin memfoto mesin print out pada mbaknya yang cantik. Sekilas muncul ide untuk mengabadikan pengalaman pertama saya. Lantas saya mengucapkan terima kasih kepadanya dan lanjut keluar menuju ke tempat parkir. Anak saya menunggu di sana. Dengan tersenyum, saya menunjukkan buku tabungan yang sudah tercetak.

Anak saya tersenyum. "Tuuuuuh, kan bisa sendiri?" ucapnya. Saya mengangguk. "Iya, ternyata mudah. Umi selama ini selalu bergantung padamu."

Sepulang dari bank BCA, saya merenung. Pengalaman kecil ini mengajarkan saya sesuatu yang besar. Kadang kita terlalu nyaman bergantung pada orang lain. Padahal jika mau mencoba, kita bisa melakukannya sendiri. Saya merasa lebih percaya diri dan bertekad untuk mulai belajar lebih mandiri dalam hal-hal kecil seperti ini. Hari Jum’at siang bukan sekedar hari biasa. Itu adalah hari di mana saya mengambil langkah pertama menuju kemandirian yang lebih besar. Semoga menginspirasi.

Cepu, 8 Februari 2025


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar