Karya: Gutamining Saida
Ada nama yang sekadar menjadi identitas seseorang. Ada pula nama yang menyimpan cerita, kenangan, sekaligus doa dari orang tua. Salah satunya adalah pak Tulas. Nama yang sederhana, tetapi memiliki makna istimewa bagi keluarga kami karena Tulas dilahirkan tepat pada tanggal 17 Agustus, hari ketika bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.
Orang tua memberikan nama “Tulas” bukan tanpa alasan. Ada sebuah kenangan yang ingin diabadikan melalui nama tersebut. Setiap kali nama Tulas disebut, seakan-akan kita diajak kembali mengingat sebuah tanggal yang sangat istimewa dalam sejarah bangsa. Tidak perlu membuka kalender terlebih dahulu. Tidak perlu bertanya, “Tulas lahir tanggal berapa?” Orang yang membaca, berpikir, dan memahami kaitannya dengan kemerdekaan tentu bisa menebaknya tanpa keraguan.
Tanggal kelahirannya melekat kuat dengan tanggal kemerdekaan Indonesia. Setiap tahun, ketika memasuki bulan Agustus, suasana negeri berubah menjadi penuh semangat. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, sekolah, kantor, jalan kampung, hingga berbagai pelosok negeri. Lagu kebangsaan berkumandang. Perlombaan digelar. Masyarakat berkumpul dalam suasana penuh kegembiraan.
Di tengah seluruh kemeriahan itu, ada satu nama yang seolah ikut dipanggil oleh suasana kemerdekaan tersebut " Tulas." Betapa indahnya sebuah kehidupan ketika nama seseorang memiliki cerita yang tidak mudah dilupakan. Pak Tulas tidak perlu berusaha mengingat tanggal kelahirannya dengan membuka kalender. Ketika melihat angka 17 Agustus, ingatan tentang dirinya otomatis hadir. Ketika mendengar ucapan “Dirgahayu Republik Indonesia”, doa untuknya pun seolah mengalir dengan sendirinya.
Ada pesan yang lebih dalam dari sekadar keunikan tanggal kelahiran. Kemerdekaan seharusnya menjadi sumber motivasi dalam menjalani kehidupan. Kemerdekaan diperoleh melalui perjuangan, pengorbanan, keberanian, dan keteguhan hati. Begitu pula perjalanan hidup pak Tulas. Bertambahnya usia bukan sekadar bertambahnya angka, tetapi bertambah pula pengalaman, kebijaksanaan, kesabaran, dan kesempatan untuk memberikan manfaat.
Semoga pak Tulas selalu diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalani kehidupan. Semoga langkahnya dimudahkan, rezekinya dilancarkan, hatinya diberi ketenangan, serta keluarganya selalu berada dalam lindungan Tuhan. Semoga segala perjuangan yang telah dilalui menjadi pengalaman berharga untuk menatap masa depan dengan lebih optimis.
Semoga pak Tulas juga mampu memaknai kemerdekaan dalam kehidupannya sendiri: merdeka dari rasa takut, merdeka dari keraguan, merdeka dari pikiran yang melemahkan, dan merdeka untuk terus melakukan kebaikan. Jadilah pribadi yang kuat dalam menghadapi tantangan, rendah hati ketika mendapatkan keberhasilan, dan selalu membawa manfaat bagi keluarga serta sesama. Aamiin.
Tulas Agus Nur Yasin
Tulus pengabdianmu mendidik sepenuh hati
Untuk generasi yang terus mencari jati diri
Luas pengetahuan kau bagikan tanpa pamrih bermanfaat
Ada bahagia saat orang lain menjadi hebat
Senyummu hadir meski lelah mendekat
Ajarkan pengalaman tanpa kau simpan sendiri
Gemar berbagi ilmu demi kemajuan negeri
Untuk sesama selalu bersedia membantu
Sabar melangkah tak mudah menggerutu
Niat baik kekuatanmu dalam pengabdian
Ujian cobaan lelah kau terima sebagai perjalanan
Rintangan tak membuat semangatmu terhenti,
Yakin setiap kebaikan kembali tuk energi
Amanah jalankan tugas sepenuh hati
Sederhana sikap ikhlas dalam berbagi
Ilmu kau tanam, manfaat setiap hari
Nyala inspirasi kau jadikan teladan sejati
Cepu,17 Agustus 2026

Keren Bu 🙏🙏🙏
BalasHapus