Rabu, 17 Juni 2026

Ploating Market


Karya : Gutamining Saida

Keindahan alam adalah untaian ayat-ayat kauniyah yang terhampar nyata di hadapan manusia. Salah satu tempat yang memancarkan pesona tersebut adalah Ploating Market. Ia sebuah destinasi wisata populer yang terletak di kawasan berudara sejuk, Lembang, Bandung.

Tempat ini bukan sekadar pusat rekreasi buatan manusia, melainkan sebuah ruang di mana kita bisa bersila, merenung, dan mengagumi betapa luasnya karunia yang telah Sang Pencipta anugerahkan kepada bumi Parahyangan. Udara yang dingin, kabut tipis yang kadang menyapa, serta hamparan air yang tenang menjadi pengingat akan kebesaran-Nya yang menenteramkan jiwa.

Ploating Market berarti pasar terapung. Sebuah konsep pasar tradisional yang dinamis dipadukan dengan keindahan tata ruang beralaskan alam. Ketika melangkah masuk, sejauh mata memandang, kita akan disuguhi pemandangan sebuah cekungan besar berisi air jernih seperti sebuah danau atau kolam yang tenang.

Di sepanjang pinggiran cekungan air inilah, para penjual berjejer rapi di atas perahu-perahu kayu yang ditata sedemikian rupa. Air adalah sumber kehidupan dan simbol kesucian. Melihat para pedagang yang menjemput rezeki di tepian air mengingatkan kita pada filosofi bahwa rezeki Allah Subhanahu Wata’alla mengalir. Tugas manusia hanyalah berikhtiar dengan cara yang baik dan halal. Keramaian yang teratur di atas air menciptakan harmoni yang indah. Sebuah gambaran kecil tentang bagaimana manusia memanfaatkan alam demi kelangsungan hidup tanpa merusaknya.

Allah Subhanahu Wata’alla menciptakan manusia dengan berbagai suku bangsa dan budaya, yang melahirkan pula aneka ragam cita rasa kuliner. Di Ploating Market Bandung, keberagaman itu menjelma menjadi surga kuliner yang menggugah selera. Para pengunjung ditawarkan berbagai macam pilihan yang melimpah, di antaranya:

  • Aneka Suvenir: Buah tangan kreatif hasil kerajinan tangan manusia yang memanfaatkan bahan alam.
  • Makanan Kekinian & Kuliner Khas Bandung: Mulai dari camilan modern hingga makanan tradisional yang sarat akan warisan budaya local seperti batagor, siomay, dan colenak.
  • Minuman Tradisional, dan Rebusan: Hidangan hangat yang sangat cocok dengan suasana pegunungan yang dingin.

Setiap aroma makanan yang terhirup dan setiap kepulan asap dari makanan yang baru matang adalah bentuk nyata dari rezeki-Nya. Semua ragam kuliner ini seolah mengundang kita untuk mampir, membelinya, dan menikmatinya di kursi-kursi yang telah disediakan di tepi danau. Duduk di sana, menyantap hidangan, sambil memandang air yang beriak kecil adalah momen terbaik untuk melantunkan rasa syukur yang mendalam atas nikmat rasa yang masih diberikan-Nya kepada kita.

Salah satu keunikan yang menjadi daya tarik di Ploating Market adalah sistem transaksinya. Pengunjung tidak dapat membeli makanan atau barang secara langsung menggunakan uang tunai (cash). Pengelola menerapkan aturan di mana setiap pengunjung harus menukarkan uang tunai mereka terlebih dahulu dengan koin-koin khusus yang telah disediakan di loket penukaran.

Koin-koin tersebut memiliki nilai nominal yang bervariasi untuk memudahkan transaksi, seperti:

  • Pecahan Rp20.000,00
  • Pecahan Rp10.000,00
  • Pecahan Rp5.000,00

Ada sebuah hal menarik dalam sistem penukaran ini. Untuk mendapatkan koin dengan nilai tertentu, misalnya koin senilai Rp25.000,00, pembeli harus membayar sebesar Rp27.500,00. Selisih uang tersebut dapat kita pandang sebagai bentuk nilai jasa, administrasi, atau pengorbanan kecil demi menikmati ketertiban sistem yang ada.

Hal ini mengajarkan kita tentang pentingnya menaati aturan di mana pun kita berada.  Hidup di dunia memiliki sistem dan "mata uang" tersendiri, yaitu amal saleh, kebaikan, dan kesabaran, yang sering kali membutuhkan pengorbanan ego serta materi di awal.

Perjalanan fisik ini terasa semakin sempurna ketika dilewati bersama orang-orang terkasih. Saya berkesempatan melangkah bersama Bu Endang. Bersamanya, perjalanan ini bukan sekadar rekreasi, melainkan ruang untuk mempererat tali silaturahmi yang diberkahi.

Kami berdua ingin merasakan pelayanan yang ramah dari para penjual serta menikmati hidangan hangat di tengah sejuknya udara Lembang. Kami melangkah menuju loket dan mengeluarkan uang sebesar Rp50.000,00. Dari uang tersebut, kami mendapatkan koin yang kemudian kami tukarkan dengan dua porsi hidangan yang sangat sederhana. Satu Porsi Gorengan: Berisi 6 biji gorengan yang renyah dan hangat. Satu Porsi Rebusan: Terdiri dari tiga iris pisang rebus serta sejumput kacang godok (rebus) yang gurih. Total Pengeluaran: Rp50.000,00 ditambah jasa penukaran. Setiap Rp.25.000,00

Jika dihitung secara matematis di tempat lain, mungkin jumlah makanan dengan harga Rp25.000,00 per porsi ini terasa sedikit. Enam biji gorengan, tiga iris pisang, dan sejumput kacang tampak sederhana. Di sinilah letak ujian hati yang disebut dengan Qana'ah merasa cukup dan rida atas apa yang ada di depan mata.

Ketika makanan itu disantap dengan rasa syukur, sepotong pisang rebus terasa begitu nikmat tiada tara. Sejumput kacang godok berubah menjadi berkah yang mengenyangkan. Nilai sebuah hidangan tidak lagi diukur dari seberapa banyak jumlahnya atau seberapa mahal harganya. Seberapa besar rasa syukur yang menyertainya saat masuk ke dalam tenggorokan.

Kami di kursi yang menghadap ke cekungan air Ploating Market. Kami pun tenggelam dalam rasa takjub. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, penguasa semesta alam. Kami sangat bersyukur dapat menikmati suasana yang asri, tempat yang tertata dengan baik, pelayanan yang ramah, serta hidangan yang menghangatkan tubuh.

Pengalaman di Ploating Market Bandung ini kembali mengetuk pintu hati kita. Ia mengingatkan bahwa rezeki Allah Subhanahu Wata’alla ada di mana-mana. Bahkan di atas air sekalipun. Tugas manusia adalah berjalan di muka bumi ini dengan mata hati yang terbuka, mengambil pelajaran dari setiap jengkal langkah, menaati aturan hidup, menjaga silaturahmi.  Paling utama, selalu kembali kepada-Nya dengan hati yang penuh dengan rasa syukur.

Cepu, 17 Juni 2026

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar