Karya : Gutamining Saida
Keindahan alam adalah untaian ayat-ayat kauniyah yang terhampar nyata di hadapan manusia. Salah satu tempat yang memancarkan pesona tersebut adalah Ploating Market. Ia sebuah destinasi wisata populer yang terletak di kawasan berudara sejuk, Lembang, Bandung.
Tempat ini bukan sekadar pusat
rekreasi buatan manusia, melainkan sebuah ruang di mana kita bisa bersila,
merenung, dan mengagumi betapa luasnya karunia yang telah Sang Pencipta
anugerahkan kepada bumi Parahyangan. Udara yang dingin, kabut tipis yang kadang
menyapa, serta hamparan air yang tenang menjadi pengingat akan kebesaran-Nya
yang menenteramkan jiwa.
Ploating Market berarti pasar
terapung. Sebuah konsep pasar tradisional yang dinamis dipadukan dengan
keindahan tata ruang beralaskan alam. Ketika melangkah masuk, sejauh mata
memandang, kita akan disuguhi pemandangan sebuah cekungan besar berisi air
jernih seperti sebuah danau atau kolam yang tenang.
Di sepanjang pinggiran cekungan
air inilah, para penjual berjejer rapi di atas perahu-perahu kayu yang ditata
sedemikian rupa. Air adalah sumber kehidupan dan simbol kesucian. Melihat para
pedagang yang menjemput rezeki di tepian air mengingatkan kita pada filosofi
bahwa rezeki Allah Subhanahu Wata’alla mengalir. Tugas manusia hanyalah
berikhtiar dengan cara yang baik dan halal. Keramaian yang teratur di atas air menciptakan
harmoni yang indah. Sebuah gambaran kecil tentang bagaimana manusia
memanfaatkan alam demi kelangsungan hidup tanpa merusaknya.
Allah Subhanahu Wata’alla menciptakan
manusia dengan berbagai suku bangsa dan budaya, yang melahirkan pula aneka
ragam cita rasa kuliner. Di Ploating Market Bandung, keberagaman itu menjelma
menjadi surga kuliner yang menggugah selera. Para pengunjung ditawarkan
berbagai macam pilihan yang melimpah, di antaranya:
- Aneka Suvenir: Buah tangan kreatif
hasil kerajinan tangan manusia yang memanfaatkan bahan alam.
- Makanan Kekinian & Kuliner Khas Bandung: Mulai
dari camilan modern hingga makanan tradisional yang sarat akan warisan
budaya local seperti batagor, siomay, dan colenak.
- Minuman Tradisional, dan Rebusan: Hidangan
hangat yang sangat cocok dengan suasana pegunungan yang dingin.
Setiap aroma makanan yang
terhirup dan setiap kepulan asap dari makanan yang baru matang adalah bentuk
nyata dari rezeki-Nya. Semua ragam kuliner ini seolah mengundang kita untuk
mampir, membelinya, dan menikmatinya di kursi-kursi yang telah disediakan di
tepi danau. Duduk di sana, menyantap hidangan, sambil memandang air yang beriak
kecil adalah momen terbaik untuk melantunkan rasa syukur yang mendalam atas
nikmat rasa yang masih diberikan-Nya kepada kita.
Salah satu keunikan yang menjadi
daya tarik di Ploating Market adalah sistem transaksinya. Pengunjung tidak
dapat membeli makanan atau barang secara langsung menggunakan uang tunai
(cash). Pengelola menerapkan aturan di mana setiap pengunjung harus menukarkan
uang tunai mereka terlebih dahulu dengan koin-koin khusus yang telah disediakan
di loket penukaran.
Koin-koin tersebut memiliki nilai
nominal yang bervariasi untuk memudahkan transaksi, seperti:
- Pecahan Rp20.000,00
- Pecahan Rp10.000,00
- Pecahan Rp5.000,00
Ada sebuah hal menarik dalam
sistem penukaran ini. Untuk mendapatkan koin dengan nilai tertentu, misalnya
koin senilai Rp25.000,00, pembeli harus membayar sebesar Rp27.500,00.
Selisih uang tersebut dapat kita pandang sebagai bentuk nilai jasa,
administrasi, atau pengorbanan kecil demi menikmati ketertiban sistem yang ada.
Hal ini mengajarkan kita tentang
pentingnya menaati aturan di mana pun kita berada. Hidup di dunia memiliki sistem dan "mata
uang" tersendiri, yaitu amal saleh, kebaikan, dan kesabaran, yang sering
kali membutuhkan pengorbanan ego serta materi di awal.
Perjalanan fisik ini terasa
semakin sempurna ketika dilewati bersama orang-orang terkasih. Saya
berkesempatan melangkah bersama Bu Endang. Bersamanya, perjalanan
ini bukan sekadar rekreasi, melainkan ruang untuk mempererat tali silaturahmi
yang diberkahi.
Kami berdua
ingin merasakan pelayanan yang ramah dari para penjual serta menikmati hidangan
hangat di tengah sejuknya udara Lembang. Kami melangkah menuju loket dan
mengeluarkan uang sebesar Rp50.000,00. Dari uang tersebut, kami
mendapatkan koin yang kemudian kami tukarkan dengan dua porsi hidangan yang
sangat sederhana. Satu Porsi Gorengan: Berisi 6 biji gorengan yang
renyah dan hangat. Satu Porsi Rebusan: Terdiri dari tiga iris
pisang rebus serta sejumput kacang godok (rebus) yang gurih. Total Pengeluaran:
Rp50.000,00 ditambah jasa penukaran. Setiap Rp.25.000,00
Jika dihitung secara matematis di
tempat lain, mungkin jumlah makanan dengan harga Rp25.000,00 per porsi ini
terasa sedikit. Enam biji gorengan, tiga iris pisang, dan sejumput kacang
tampak sederhana. Di sinilah letak ujian hati yang disebut dengan Qana'ah
merasa cukup dan rida atas apa yang ada di depan mata.
Ketika makanan itu disantap
dengan rasa syukur, sepotong pisang rebus terasa begitu nikmat tiada tara. Sejumput
kacang godok berubah menjadi berkah yang mengenyangkan. Nilai sebuah hidangan
tidak lagi diukur dari seberapa banyak jumlahnya atau seberapa mahal harganya.
Seberapa besar rasa syukur yang menyertainya saat masuk ke dalam tenggorokan.
Kami di kursi yang menghadap ke
cekungan air Ploating Market. Kami pun tenggelam dalam rasa takjub.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, penguasa semesta alam. Kami sangat
bersyukur dapat menikmati suasana yang asri, tempat yang tertata dengan baik,
pelayanan yang ramah, serta hidangan yang menghangatkan tubuh.
Pengalaman di Ploating
Market Bandung ini kembali mengetuk pintu hati kita. Ia mengingatkan bahwa
rezeki Allah Subhanahu Wata’alla ada di mana-mana. Bahkan di atas air
sekalipun. Tugas manusia adalah berjalan di muka bumi ini dengan mata hati yang
terbuka, mengambil pelajaran dari setiap jengkal langkah, menaati aturan hidup,
menjaga silaturahmi. Paling utama, selalu
kembali kepada-Nya dengan hati yang penuh dengan rasa syukur.
Cepu, 17 Juni
2026

Tidak ada komentar:
Posting Komentar