“Ketetapan Allah pasti datang, maka janganlah kamu meminta agar dipercepat datangnya.” (Q.S. An-Nahl:1)
Ayat ini adalah pengingat lembut dari Allah Subhanahu Wata'alla bahwa hidup kita berjalan bukan atas kendali kita, tetapi diatur dengan penuh kasih sayang dan kebijaksanaan oleh-Nya. Terkadang kita sebagai manusia begitu ingin tahu akhir dari sebuah kisah. Kita ingin segera menyaksikan hasil dari doa, usaha, atau penantian panjang. Kita ingin cepat sampai pada jawaban, pada kesembuhan, pada rezeki, pada jodoh, pada keberhasilan. Seolah hati kita gelisah jika belum mendapatkan kepastian. Namun, Allah menenangkan kita melalui ayat ini jangan meminta sesuatu itu disegerakan, karena ketetapan-Nya sudah ditulis, sudah ditentukan, dan akan datang pada saat yang paling tepat.
Bayangkan seorang petani yang baru saja menanam benih. Ia tidak bisa memaksa benih itu langsung berbuah di hari yang sama. Ia tidak bisa terburu-buru meminta panen, sebab tanah, air, sinar matahari, dan waktu adalah bagian dari rahasia proses. Jika dipaksakan, hasilnya tidak akan sempurna. Demikian pula dengan hidup kita. Allah sedang menumbuhkan sesuatu yang terbaik, meskipun kita tidak selalu melihatnya dengan mata telanjang.
Sering kali kita bertanya dalam hati: “Kapan pertolongan Allah datang? Kapan doa saya dijawab? Kapan rasa sakit ini hilang? Kapan saya bisa merasakan bahagia yang saya nantikan?” Pertanyaan-pertanyaan itu wajar, karena kita manusia yang lemah, yang ingin segera keluar dari gelap menuju terang. Ayat ini mengingatkan bahwa ketetapan Allah Subhanahu Wata'alla itu pasti datang. Hanya saja, waktunya bukan ditentukan oleh keinginan kita, melainkan oleh hikmah dan ilmu Allah yang jauh melampaui pengetahuan kita.
Ketika kita memaksa Allah Subhanahu Wata'alla untuk mempercepat sesuatu, sebenarnya kita sedang mengukur kehidupan dengan kacamata sempit kita. Kita merasa tahu apa yang terbaik, padahal Allah-lah yang paling mengetahui isi hati, jalan hidup, dan masa depan kita. Mungkin sesuatu yang kita minta segera ternyata belum pantas untuk kita terima. Mungkin Allah Subhanahu Wata'alla menundanya agar hati kita semakin matang, iman kita semakin kuat, dan kita belajar arti kesabaran.
Allah Subhanahu Wata'alla tidak pernah terlambat. Tidak ada satupun ketetapan-Nya yang keliru. Semua akan hadir tepat pada waktunya, seperti matahari yang selalu terbit sesuai jadwal, seperti bulan yang selalu berganti fase. Bahkan ketika hati kita terasa berat karena menunggu, sesungguhnya Allah Subhanahu Wata'alla sedang melatih kita untuk percaya. Allah ingin kita menyambut setiap takdir bukan dengan tergesa-gesa, melainkan dengan iman, sabar, dan tenang.
Setiap orang memiliki “waktu Allah”-nya sendiri. Ada yang cepat menemukan jawabannya, ada pula yang harus melewati bertahun-tahun penantian. Ada yang diberi jalan lapang segera, ada yang harus meniti jalan terjal dahulu. Tapi semuanya tidak ada yang sia-sia. Dalam setiap detik penantian, Allah Subhanahu Wata'alla menitipkan hikmah yang luar biasa. Ia sedang mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati bukan sekadar pada hasil, melainkan pada perjalanan yang ditempuh dengan tawakal.
Cobalah kita renungkan jika semua doa kita langsung dikabulkan seketika, apakah kita masih mau berdoa dengan penuh harap? Jika semua yang kita mau langsung datang tanpa proses, apakah kita masih mau belajar sabar? Bukankah justru karena adanya penundaan itulah hati kita ditempa? Bukankah karena adanya ujian, iman kita bertambah kuat?
Ketetapan Allah Subhanahu Wata'alla bukan untuk disegerakan, tetapi untuk disambut. Disambut dengan lapang dada, dengan keyakinan bahwa yang datang dari Allah Subhanahu Wata'alla selalu baik, meski wujudnya kadang tidak sesuai dengan bayangan kita. Kadang kita meminta hujan, padahal Allah tahu tanah kita butuh matahari. Kadang kita ingin kesenangan segera, padahal Allah Subhanahu Wata'alla tahu jiwa kita sedang ditempa melalui kesulitan.
Hidup bukan sekadar tentang cepat atau lambat, melainkan tentang tepat. Allah Subhanahu Wata'alla tidak pernah salah dalam memilihkan waktu untuk hamba-Nya. Saat kita menunggu dengan sabar, sesungguhnya Allah Subhanahu Wata'alla sedang menyiapkan sesuatu yang indah, bahkan jauh lebih indah dari yang kita doakan.
Maka, berhentilah tergesa-gesa ingin tahu akhir cerita. Percayalah bahwa Allah Subhanahu Wata'alla sedang menulis kisah terbaik. Jika kita beriman kepada ketetapan-Nya, hati kita akan tenang meski jalan masih panjang. Kita akan belajar bersyukur meski doa belum terjawab sepenuhnya. Kita akan tetap optimis meski ujian masih terasa berat.
Ingatlah, doa kita tidak pernah sia-sia. Ia hanya punya tiga kemungkinan: segera dikabulkan, disimpan untuk waktu yang tepat, atau diganti dengan sesuatu yang jauh lebih baik. Jadi, jangan pernah merasa kecewa jika belum melihat hasilnya sekarang. Karena Allah Subhanahu Wata'alla sudah berjanji: “Ketetapan Allah pasti datang.”
Mari kita sambut setiap takdir dengan iman. Jangan biarkan hati kita goncang hanya karena waktu terasa lama. Biarkan keyakinan menuntun langkah kita, sebab janji Allah Subhanahu Wata'alla itu pasti, dan waktunya selalu tepat.
Cepu, 29 Agustus 2025
Tidak ada komentar:
Posting Komentar