Kamis, 05 Februari 2026

Bilta Khoirunnisa


Karya: Gutamining Saida

Nama adalah sebuah doa yang dibungkus cinta, dirangkai dengan harap, lalu dititipkan kepada langit agar kelak turun sebagai keberkahan. Begitulah saya memaknai nama anak pertama saya, seorang perempuan yang kami beri nama Bilta Khoirunnisa. Nama ini bukan sekadar identitas, melainkan jejak cinta dua orang tua, doa panjang, dan harapan hidup yang luhur.

Sebagai anak pertama, Bilta hadir membawa perasaan yang tidak pernah terlupakan. Ia adalah awal dari segalanya. Awal belajar menjadi orang tua, awal mengenal rasa khawatir, sekaligus awal merasakan cinta yang begitu luas dan dalam. Maka tidak heran jika nama yang kami sematkan kepadanya benar-benar dipikirkan dengan sungguh-sungguh.

Nama Bilta adalah gabungan dari kedua orang tuanya. Sebuah simbol kebersamaan dan kesatuan. “Bi” berasal dari kata Sudarbi, diambil dari kata terakhir. Sementara “L” berasal dari kata “lan” dalam bahasa Jawa yang berarti "dan". Kata kecil yang sederhana. Kata "dan" menjadi penghubung, penanda kebersamaan, dan simbol persatuan. Lalu “Ta” berasal dari nama ibu, Guta, diambil dari kata keduanya.

Bilta, dengan demikian, bukan hanya sebuah nama. Ia adalah representasi cinta ayah dan ibu yang dipersatukan dalam satu jiwa kecil. Nama itu seakan berkata bahwa anak ini lahir dari dua insan yang saling terhubung, saling melengkapi, dan bersama-sama menitipkan doa terbaik mereka.

Dalam perspektif iman, kebersamaan suami istri adalah amanah Allah Subhanahu Wata'alla. Anak yang lahir dari ikatan itu adalah titipan yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Maka Bilta menjadi pengingat bahwa ia adalah buah cinta yang disatukan oleh kehendak-Nya.

Nama kedua, Khoirunnisa, berasal dari bahasa Arab. Khoir berarti yang terbaik, sementara nisa berarti perempuan. Maka Khoirunnisa bermakna sebaik-baiknya perempuan. Sebuah nama yang sangat mulia, religius. Dalam sejarah Islam, istilah ini sering dilekatkan pada perempuan-perempuan salehah mereka yang menjaga iman, akhlak, dan perannya sebagai penyejuk kehidupan.

Khoirunnisa bukan hanya tentang menjadi baik dalam satu aspek, tetapi menjadi baik secara utuh yaitu baik akhlaknya, baik lisannya, baik hatinya, dan baik amalnya. Ia adalah doa agar anak perempuan ini tumbuh menjadi perempuan yang memberi kebaikan, bukan hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat.

Ketika nama Bilta Khoirunnisa digabungkan, maknanya menjadi sangat hebat dan mendalam adalah 
Seorang perempuan terbaik yang lahir dari persatuan cinta kedua orang tuanya, membawa kebaikan, dan menjadi kebanggaan keluarga.

Makna ini bukan sekadar indah dalam kata, tetapi juga berat dalam tanggung jawab. Sebab nama yang baik menuntut upaya agar doa di dalamnya benar-benar terwujud. Saya menyadari, menyematkan nama Khoirunnisa berarti saya harus berusaha membimbingnya menjadi perempuan yang baik, bukan hanya pintar, bukan hanya berhasil, tetapi juga berakhlak mulia.

Dalam Islam, perempuan memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Surga berada di bawah telapak kaki ibu, dan perempuan adalah madrasah pertama bagi generasi. Maka doa agar anak perempuan menjadi Khoirunnisa sejatinya adalah doa agar ia kelak menjadi sumber kebaikan yang luas, penerang bagi sekitarnya, dan penjaga nilai-nilai iman.

Sebagai anak pertama, Bilta juga menjadi contoh bagi adik-adiknya. Tanpa disadari, setiap sikapnya kelak akan ditiru, setiap ucapannya akan didengar, dan setiap langkahnya akan menjadi referensi. Karena itulah, nama ini menjadi pengingat bagi saya sebagai orang tua untuk lebih berhati-hati dalam mendidik, menasihati dengan lembut, dan memberi teladan yang baik.

Saya percaya, tidak ada yang kebetulan dalam hidup. Termasuk nama. Allah Subhanahu Wata'alla  menggerakkan hati orang tua untuk memilih nama tertentu karena di sanalah tersimpan potensi dan jalan hidup yang akan ditempuh anak. Ketika saya memanggil namanya, saya seperti sedang mengulang doa: “Ya Allah, jadikan anakku sebagai perempuan terbaik. Baik hatinya, baik jalannya, dan baik akhirnya.”

Dalam perjalanan waktu, saya berharap Bilta Khoirunnisa tumbuh menjadi perempuan yang kuat namun lembut, tegas namun penuh kasih, cerdas namun rendah hati. Perempuan yang mampu menjaga dirinya, menghormati orang tua, menyayangi saudara, dan bermanfaat bagi sesama. Perempuan yang menjadikan imannya sebagai pegangan, bukan sekadar pengetahuan.

Nama ini juga menjadi pengingat bagi saya sendiri. Bahwa anak bukan milik sepenuhnya, melainkan titipan Allah Subhanahu Wata'alla. Tugas saya hanyalah merawat, membimbing, dan mendoakan. Hasil akhirnya adalah kehendak-Nya. Selama doa orang tua terus mengalir, saya yakin Allah Subhanahu Wata'alla.tidak akan menyia-nyiakannya.

Di balik namanya ada harapan agar ia menjadi perempuan terbaik menurut versi Allah Subhanahu Wata'alla.  bukan menurut ukuran dunia, tetapi menurut nilai iman dan akhlak. Semoga nama Bilta Khoirunnisa benar-benar menjadi cahaya dalam hidupnya. Cahaya yang menuntunnya pada kebaikan, menguatkannya saat lelah, dan mengantarkannya kembali kepada Allah Subhanahu Wata'alla. dengan hati yang tenang dan penuh syukur.  Semoga menjadi anak dan istri sholehah. Aamiin.

Cepu, 6 Pebruari 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar