Karya : Gutamining Saida
Hari Minggu, 24 Agustus 2025, menjadi hari yang cukup istimewa bagi warga RW 006. Sesuai dengan pengumuman sebelumnya, pagi itu dijadwalkan acara jalan sehat sebagai bagian dari kegiatan memeriahkan bulan kemerdekaan. Panitia sudah menyusun rundown acara dengan rapi. Dimulai pukul 06.00 WIB, warga yang hadir terlebih dahulu diajak untuk mengikuti senam pagi bersama Mbak Titik, seorang instruktur senam yang cukup dikenal di lingkungan sekitar karena gerakannya yang lincah dan selalu bersemangat.
Setelah senam, tepat pukul 06.40 WIB , acara berlanjut dengan pembukaan resmi. Seluruh peserta berdiri rapi menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan terhadap tanah air. Setelah itu, acara ditutup dengan doa bersama agar kegiatan berjalan lancar tanpa halangan.
Sehari sebelumnya, Pak RT sudah membagikan kupon jalan sehat kepada semua warga. Kupon dibagikan sesuai jumlah anggota keluarga yang tercatat di Kartu Keluarga. Kupon ini nantinya akan digunakan untuk mengikuti undian doorprize yang sudah disiapkan panitia. Pengumuman penting yang disampaikan adalah bahwa kupon tidak boleh diwakilkan. Artinya, setiap peserta hanya boleh memasukkan satu kupon atas nama dirinya sendiri, kecuali bagi mereka yang menjadi donatur. Selain itu, kupon juga wajib ditulis dengan nama serta asal RT agar panitia tidak bingung saat pengundian.
Meskipun sudah disiapkan dengan cukup matang, saya dan keluarga memang sejak awal tidak berencana mengikuti seluruh rangkaian acara. Kami memilih untuk tidak ikut senam, hanya sekadar berjalan santai tanpa niat menunggu pengundian hadiah. Kupon sudah dipegang, tetapi arah rute jalan sama sekali tidak kami ketahui.
Pagi itu, kami sekeluarga keluar rumah dan berjalan kaki menuju gang 6. Dari kejauhan terlihat barisan peserta jalan sehat yang mulai melintas. Saya memperhatikan wajah-wajah peserta yang lewat, tapi anehnya tidak ada satu pun yang saya kenal. Dalam hati saya bergumam, mungkin mereka berasal dari RT lain, tapi masih satu RW.
Tak lama kemudian, rasa bingung saya terobati ketika melihat seorang tetangga yang saya kenal berjalan mendekat. Ternyata itu adalah Bu Jimbron, tetangga saya sendiri yang juga ikut serta dalam acara jalan sehat.
“Gimana Bu, sudah selesai senamnya?” tanya saya membuka percakapan.
“Belum Bu,” jawabnya singkat sambil tersenyum.
“Ayo kita jalan dulu,” lanjutnya.
Kami pun berjalan bersama. Rasa penasaran masih tersisa, sehingga saya kembali bertanya, “Nanti rutenya lewat mana ya, Bu?”
“Entah ya, saya juga nggak begitu paham,” jawab Bu Jimbron sambil terkekeh.
Tanpa pikir panjang, kami akhirnya sepakat untuk mengikuti arus jalan saja. Bu Jimbron sempat menunjukkan kupon miliknya yang dimasukkan dalam sedotan warna pink. Melihat itu, saya penasaran dan bertanya, “Minta di mana sedotannya, Bu?”
“Di titik kumpul panitia, Bu,” jawabnya singkat.
Kami pun terus berjalan. Dalam hati, saya dan keluarga memang tidak ada niatan untuk menunggu undian hadiah, jadi sekadar ikut berjalan saja sudah cukup. Begitu sampai di luar gang 6, langkah kami sempat terhenti karena kebingungan. Barisan peserta yang tadi kami ikuti ternyata berbelok ke arah yang tidak kami sangka.
“Kok arahnya ke Janar?” tanya suami saya dengan nada heran.
“Ya sudah, ikuti saja lah,” sahut anak saya sambil santai.
Akhirnya kami berempat melanjutkan perjalanan, mengikuti rombongan sampai ke gang 9. Di sebuah sudut, kami melihat dua orang remaja perempuan yang membawa toples berisi sedotan. Spontan anak saya berkomentar, “Lho, kok warnanya beda?”
Mendengar itu, salah satu remaja menjawab, “Lha, lha… beda RT, Bu.”
Kami sekeluarga pun spontan tertawa. Rupanya kami salah mengikuti rombongan peserta jalan sehat dari RT lain yang kebetulan juga sedang berjalan di jalur yang sama. Rasa bingung bercampur geli karena baru sadar bahwa kami sekeluarga sedang tersesat dalam acara jalan sehat.
Untungnya, tidak lama kemudian kami bertemu dengan Pak Agus ketua RT 005. Dengan ramah beliau menyarankan agar kami menunggu di jalur utama, karena sebentar lagi peserta dari RT kami akan lewat. Mendengar saran itu, kami akhirnya berhenti sejenak, menanti barisan yang benar-benar berasal dari RW sendiri.
Tak berapa lama, benar saja, rombongan besar dari RW kami pun melintas. Kami segera bergabung, merasa lega akhirnya bisa ikut serta dengan jalur yang tepat. Walaupun sempat tersesat, pengalaman pagi itu terasa begitu menyenangkan.
Perasaan canggung, bingung, dan akhirnya tertawa bersama menjadi bumbu manis dalam cerita jalan sehat kali ini. Alhamdulillah, pada akhirnya kami bisa ikut bergabung dengan peserta lainnya, merasakan kebersamaan warga satu RW, meski awalnya sempat keliru mengikuti jalur.
Bagi saya pribadi, pengalaman itu menjadi cerita unik yang tak terlupakan. Kadang kala, dalam sebuah kegiatan kebersamaan, yang paling berkesan justru bukanlah hadiah atau doorprize yang didapat, melainkan momen-momen kecil yang sederhana, lucu, dan penuh kekeluargaan.
Jalan sehat RW 006 tahun 2025 akhirnya meninggalkan kenangan indah tersendiri bagi saya dan keluarga.
Cepu, 24 Agustus 2025
Tidak ada komentar:
Posting Komentar